Yuk, Tonton Ngabatik di Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Paradiso) – Pesona dan beragam cerita seru seputar Memory of Galunggung akan diputar ulang di Tasikmalaya. Tepatnya pada 12-13 Juli 2019. Konten khusus juga sudah disiapkan. Salah satunya, “Ngabatik, Ngaguar budaya Tasik.”

Agenda ini diyakini bakal membuat nama Tasikmalaya makin tersohor di level nasional. Maklum, penyajiannya akan dibawakan dengan apik dan asik oleh Manjasad. Bagi yang belum tahu, Manjasad adalah satu tokoh budaya Indonesia. Basis fansnya lumayan besar. Utamanya di lingkup Jawa Barat.

“Tasikmalaya bakal jadi sorotan nasional. Kami akan buat Ngabatik, Ngaguar budaya Tasik, 12-13 Juli 2019,” terang Bupati Tasikmalaya, Ade Sugiato, Jumat (14/6).

Seluruh pesona budaya Tasikmalaya akan kembali diangkat ke permukaan. Dikenalkan ke publik. Muaranya, membuat budaya Tasik lebih ngehits. Viral kemana-mana.

“Sebagai destinasi, Tasikmalaya punya potensi besar di budaya. Jumlahnya lebih dari 200. Ini yang akan kami angkat di Ngabatik nanti,” timpal Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalya, Asep Saeful Bachri.

Kebetulan, semangatnya sama dengan Kementerian Pariwisata. Saat ini, urusan budaya menjadi perhatian serius kementerian yang dinakhodai Arief Yahya itu. Maklum, 60 persen wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia karena budaya, 35 persen karena alam, dan 5 persen karena faktor buatan seperti meeting, incentive, conference, dan exhibition (MICE), wisata olahraga, dan hiburan.

Bila ditarik ke lingkup nasional, angkanya sangat fenomenal. Ragam budaya di Indonesia sangat kaya. Ada 1.340 suku bangsa yang bisa dieksplorasi di lebih dari 17 ribu pulau di Indonesia. Ribuan suku tadi juga menyimpan 583 bahasa dan dialek yang berbeda-beda. Ditambah lagi, delapan situs warisan budaya yang telah ditetapkan UNESCO ada di Indonesia.

“Kalau dari sisi atraksi, maka budaya kita sudah sangat kuat. Ini yang harus dikelola secar serius bersama. Termasuk budaya Tasikmalaya,” terang Kepala Bidang Pemasaran Area I (Jawa) Kemenpar, Wawan Gunawan.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung juga seirama. Potensi budaya Tasikmalaya, menurutnya sangat besar. “Tasikmalaya hampir tidak sepi terkait wisata budaya. Ini harus digarap optimal karena wisata budaya masih menjadi andalan di komunitas ASEAN. Data saat ini, 60 persen kunjungan wisatawan dari berbagai belahan negara ke Asia Tenggara karena daya tarik wisata budaya,” kata Adella.

Menpar Arief Yahya juga seirama. “Saya percaya Tasikmalaya itu jagoannya, gudang seniman, lautan kreatif di sana. Tinggal financial value-nya yang harus dipoles habis, maka Tasikmalaya akan lebih cepat berlari, karena modal creative value nya sudah di tangan,” ujarnya.

Menurut mantan Dirut Telkom itu, budaya menjadi salah satu alasan wisatawan mau liburan ke suatu daerah. Karena itu budaya harus dilestarikan mengingat memiliki nilai ekonomis. “Pasti kaku dijual untuk turis mancanegara,” ungkap Arief Yahya.

Untuk itu Arief Yahya mendorong agar para penggiat kebudayaan mampu menghasilkan daya kreasi yang bernilai komersil tinggi. Dengan demikian masyarakat bisa mendapatkan suguhan budayaa yang berkualitas. “Yang terpenting, budaya harus terus dilestarikan. Semakin dilestarikan, akan makin mensejahterakan,” tambahnya. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.