AP I Perluas Kapasitas Bandara Juanda Surabaya

SURABAYA (Paradiso) – PT Angkasa Pura (AP) I akan memperbesar kapasitas Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Pengerjaannya akan dilakukan secara periodik pada Terminal 1. Aktivitas tersebut membutuhkan anggaran Rp685 Miliar.

Investasi besar AP I, akan membuat pariwisata Surabaya semakin berkembang. Wisatawan makin nyaman dengan pembenahan interior plus fasilitas penunjang. Harapannya Customer Satisfaction Index (CSI) Bandara Juanda Surabaya naik.

“Lack of capasity Bandara Juanda harus diatasi. Perluasan sangat dibutuhkan. Fasilitas penunjang juga akan ditingkatkan. Dengan begitu, wisatawan akan nyaman. CSI bandara juga meningkat,” jelas General Manager Bandara Juanda Heru Prasetyo, kemarin.

Bandara Juanda Surabaya memiliki pergerakan wisatawan 20,6 Juta orang di sepanjang 2018. Jumlah ini naik 4,1% dari rentang sama di tahun sebelumnya. Pergerakan tersebut melewati kapasitas ideal 14,5 Juta orang per tahunnya. “Dengan perluasan, semuanya makin efektif. Pengembangan bandara tersebut akan dikebut. Agar Terminal 1 yang baru siap sebelum Lebaran 2020,” kata Heru lagi.

Aktivitas pengembangan kapasitas bandara akan dilakukan selama 14 bulan. Sekarang ini, Terminal 1 Bandara Juanda memiliki luas 62,7 Ribu Meter Persegi. Kapasitasnya sekitar 6 Juta orang per tahun. Dan, nantinya kapasitas Terminal 1 dilipatgandakan menjadi 13,6 Juta orang setahun. Daya tampung tersebut naik seiring perluasan terminal menjadi 91,7 Ribu Meter Persegi.

“Meski ada pekerjaan perluasan terminal, operasional bandara tetap normal. Kami sudah menyiapkan passenger flow. Secara teknis, nantinya tetap disesuaikan dengan tahapan renovasi terminal,” tegasnya.

Kapasitas Terminal 1 Bandara Juanda juga dinaikan 15,2 Juta orang per tahun. Pengembangan tahap II tersebut membuat luasan Terminal 1 naik jadi 137 Ribu Meter Persegi.

“Perluasan Terminal 1 jadi opsi ideal untuk Bandara Juanda. Sebab, pergerakan wisatawannya sangat bagus. Satu sisi, kapasitasnya tidak memadai lagi,” ungkap Direktur Utama PT AP I Faik Fahmi.

Beberapa rekayasa dilakukan. Terminal keberangkatan dan kedatangan akan dipisah secara full. Khusus keberangkatan wisatawan berada di Terminal 1A. Adapun kedatangan melalui Terminal 1B.

“Seluruh aktivitas di bandara akan semakin baik. Mobilitas wisatawan semakin efisien. Kedatangan dan keberangkan terpisah. Saat ini menyatu di Terminal 1A dan 1B,” papar Faik lagi.

Pengkhususan fungsi juga diberikan bagi terminal baru. Fisik bangunan tersebut akan dipakai sebagai terminal pemberangkatan umroh. Sebab, jamaah umrah memiliki slot sekitar 13% dari jumlah total arus penumpang di Bandara Juanda pada 2018.

“Semua kebutuhan para penumpang dan wisatawan terlayani dengan baik. Harapannya mereka terkesan dan puas saat berada di Bandara Juanda Surabaya,” ujarnya.

Perluasan parkir Bandara Juanda juga dilakukan. Zonasi parkir pada on ground bandara ditambah 27 Ribu Meter Persegi. Artinya, kawasan parkir ini bisa menampung sekitar 730 kendaraan roda empat.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menegaskan, upgrade dari Bandara Juanda menjadi penegas Surabaya sebagai destinasi wisata luar biasa.

“Upgrade bandara menjadi bukti Surabaya sebagai destinasi wisata yang luar biasa. Fakta tersebut tentu membuka peluang besar bagi pariwisata Surabaya dan sekitarnya. Sebab, pergerakan jumlah wisatawan akan terus tumbuh di sana. Menjadi tujuan wisata, Surabaya banyak memberi aktivitas bagi wisatawan. Experience-nya selalu menarik,” tutup Menpar. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.