Paradiso

Bali Fashion Network® 2026 Tawarkan Kelas Edukatif untuk Fashionpreneur

BALI — Ajang Bali Fashion Network® (BFN) 2026 menghadirkan format baru yang lebih dinamis dengan menambahkan sesi pembelajaran eksklusif bagi para pelaku industri fashion. Melalui inisiatif ini, BFN tidak hanya menjadi ruang pameran dan jejaring bisnis, tetapi juga wadah edukasi yang memberikan pengalaman belajar inspiratif dan aplikatif bagi para fashionpreneur masa kini.

Tahun ini, empat kelas eksklusif digelar dengan menghadirkan mentor berpengalaman dari berbagai bidang.
Kelas “History of Korean Fashion” bersama Reikim mengajak peserta menelusuri perjalanan mode Korea dari masa ke masa serta memahami bagaimana pengaruh budaya Korea membentuk tren global saat ini. Sementara itu, Bali Anecdotes memandu sesi “How Fashion Brands Grow Through Community”, yang menyoroti pentingnya membangun merek melalui kekuatan komunitas dan nilai-nilai lokal.

Dari sisi kecantikan dan estetika, Revlon mempersembahkan dua kelas interaktif: “Find Your True Color” dan “Beauty Workshop”, yang membantu peserta mengenali karakter visual dan penerapan warna untuk memperkuat identitas personal maupun brand fashion. Melalui rangkaian kelas ini, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam bisnis mereka.

Kelas-kelas ini dirancang untuk menjawab kebutuhan para fashionpreneur yang menekankan kreativitas, strategi, dan inovasi. Dengan format baru yang berfokus pada pembelajaran dan kolaborasi, Bali Fashion Network® 2026 memperkuat perannya sebagai wadah pengembangan sumber daya kreatif yang siap bersaing di pasar global.

Sinergi dan Dukungan bagi Kemajuan Fashion Nasional

Kehadiran kelas edukatif ini menjadi langkah strategis bagi Bali Fashion Network® dalam memperluas perannya sebagai pusat pengetahuan dan kolaborasi industri fashion. Tidak hanya menghadirkan pameran dan forum bisnis, kini BFN juga menjadi ruang pembelajaran lintas disiplin — mencakup desain, kecantikan, hingga strategi pemasaran.

Pendekatan ini menegaskan pentingnya proses belajar sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya kreatif Indonesia.

Sebagai penyelenggara utama, Paramatex berperan penting dalam mewujudkan konsep ini. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di industri tekstil, Paramatex konsisten mendukung pengembangan fashionpreneur melalui kolaborasi nyata dan kesempatan belajar yang relevan.

“Kemajuan industri fashion tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan pelaku bisnis memahami tren, teknologi, dan perilaku konsumen yang terus berubah,” ujar Chris Rianto, Founder Paramatex.

Melalui kolaborasi dengan brand internasional dan mitra lokal, Bali Fashion Network® 2026 memperluas dampaknya bagi seluruh ekosistem fashion nasional. Ajang ini memperkuat posisi Bali sebagai pusat kreativitas dan pembelajaran fashion di Indonesia, menghadirkan pengalaman yang tidak hanya inspiratif tetapi juga aplikatif bagi para pelaku industri untuk tumbuh lebih profesional dan kompetitif.

Paramatex, penyelenggara utama Bali Fashion Network®, berkomitmen untuk mendukung pengembangan sumber daya kreatif di industri fashion Indonesia. Selain dikenal sebagai penyedia bahan tekstil berkualitas tinggi, Paramatex juga menjadi penggerak ekosistem fashion yang kolaboratif dan progresif.

Melalui kelas edukatif di BFN 2026, Paramatex menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan dan inovasi, dengan mendorong kolaborasi antara pelaku bisnis, desainer, dan komunitas kreatif untuk membangun masa depan industri fashion yang lebih tangguh dan berdaya saing global.***

Exit mobile version