Bali – Makasar Hasilkan Motif Songket Bali Magis

GIANYAR (Paradiso) – Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono selalu menemukan ide baru untuk mengembangkan kreativitas berkaitan dengan kain tenun khas Indonesia. Setelah sukses meluncurkan kain songket BABE (Bali Betawi) saat menjadi Plt Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu, kali ini Soni mengajak Propinsi Sulawesi Selatan untuk menggandeng Bali dalam kerjasama penciptaan motif baru yang diaplikasi dalam kain tenun dan songket. Motif baru ini dinamakan motif Bali Magis (Bali-Makasar Bugis). Motif Baru Bali Magis ini tertuang dalam penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan antara Kepala Dinas Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, I Putu Astawa di Pusat Tenun Putri Ayu Blahbatuh Gianyar, Sabtu (11/8).

Adalah Soni Sumarsono, Plt Gubernur Sulawesi Selatan yang menjadi penggagas kolaborasi ini. “Konsep budaya adalah pertahanan sebuah bangsa. Dari budaya ada cipta, karya dan karsa. Olah batin ini yang menjadikan kita kuat. Indonesia dari berbagai etnis dan budaya harus disatukan kembali,” kata Soni Sumarsono, usai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman tersebut.

Untuk mewujudkan konsep budaya yang digagasnya ini, Soni menggandeng Anna Mariana, yang selama 40 tahun dikenal sebagai desainer motif-motif tenun dan songket. Bukan hanya merancang desain kain, Anna Mariana yang merupakan istri dari Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha ini juga menentukan model-model baju yang diproduksinya untuk butik miliknya House of Marsya.

Kerjasama ini bukan kali pertama dilakukan Anna dan Soni Sumarsono. Sebelumnya telah dilakukan kerjasama serupa, yakni tenun Bali dan Betawi (Babe), saat Soni Sumarsono menjabat sebagai Plt Gubernur Jakarta. Dengan kerjasama Bali Magis ini, diharapkan produksi tenun dan songket semakin berkembang dengan motif-motif baru yang kreatif. “Karena sejatinya bangsa kita kaya akan budaya, dan dengan kreatifitas, penciptaan tenun dan songket tidak akan kering ide,” kata Soni.

Sementara itu, Anna Mariana yakin akan banyak daerah-daerah lain yang mengikuti kerjasama ini. “Beberapa daerah lain yang sudah masuk daftar, diantaranya Solo, Yogyakarta dan Papua,” kata Anna.

Seperti diketahui, Anna Mariana banyak melahirkan desain baru dan spektakuler pada kain-kain tenun dengan beragam motif. Untuk mewujudkan idenya, Anna memiliki ratusan lokasi binaan di berbagai daerah di Nusantara sekaligus anak-anak asuh perajin. Anna menyebut tenun dan songket hasil produksi Indonesia secara turun temurun ini memiliki nilai seni tinggi. Dimana proses pengerjaannya diperlukan kesabaran, ekstra ketelitian serta waktu yang panjang. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.