DENPASAR|PARADISO INDONESIA – Pengurus SMSI Provinsi Bali melakukan pertemuan atau tepatnya beraudiensi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Balipada Kamis, (9/11). Pengurus SMSI Bali yang dipimpin Ketuanya, Emanuel Dewata Oja yang baru dilantik pada 19 Oktober 2023 lalu diterima langsung oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan.
Banyak hal yang didiskusikan terkait pelaksanaan pemilu dan tahapan pemilu yang sudah mulai dilaksanakan. Namun dari diskusi tersebut mengerucut pada wacana ‘green election’ dan SMSI Bali menyatakan kesediaannya untuk mensosialisasi berbagai program KPU Bali agar pemilu berjalan aman, damai dan nyaman serta maksimal dengan partisipasi masyarakat yang meningkat.
Dewa Agung Gede Lidartawan pun menegaskan dalam waktu dekat berencana akan memanggil seluruh ketua partai politik (parpol), terkait wacana “Green Election” yaitu pemilu tanpa baliho bagi semua kontestan yang akan berlaga di panggung pesta demokrasi 2024.
Menurut Lidartawan, pemasangan baliho yang asal-asalan dan tidak pada tempatnya, selain dapat merusak keindahan kota, juga berpotensi menimbulkan gesekan politik diantara kontestan dan para pendukungnya.
“Daripada menimbulkan gesekan dan berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat, kan lebih baik sekalian gak ada baliho. Dengan catatan, harus ada kesepakatan dari semua parpol dan penertibannya tidak dilakukan diskriminatif,” kata Lidartawan.
Lidartawan juga menjelaskan hampir 54 persen pemilih di Bali saat ini adalah generasi milineal dan 70 persen pemilih sudah punya telepon genggam (handphone). Untuk apa lagi ada baliho dan player. Rasanya digital saja sudah cukup. “Mari kita wacanakan bareng-bareng (peran media) tentang Green Election mulai dari Bali untuk menyongsong Pemilu 2024, sehingga pesta demokrasi ini berjalan lancar, aman, dan terkendali,” pintanya.
Sementara itu dalam dialog tersebut Ketua SMSI Bali, Emanuel Dewata Oja menegaskan media – media yang tergabung dalam SMSI Bali akan turut ambil bagian dalam setiap sosialisasi Pemilu dengan materi Literasi Media dan Literasi Digital, bila dipercayakan oleh KPU Bali. Sumber daya manusia di SMSI Bali sangat – sangat mumpuni.
‘Sumber daya manusia (SDM) di SMSI Bali sangat mumpuni dan berpengalaman dalam memberikan literasi media maupun literasi digital, karena hampir semua pemilik Media yang tergabung di SMSI Bali adalah para wartawan senior yang memiliki jam terbang tinggi dalam mengelola Media online,’ ujar Emanuel Dewata Oja.
Emanuel Oja juga menegaskan serangan siber melalui hoax bertebaran, meskipun belum mulai kampanye Pilpres. SMSI menilai bahwa bijak bermedia sosial itu penting,sehingga sosialisasi ke pemilih pemula tingkat SMA dan perguruan tinggi menjadi penting. Kami siap bantu KPU Bali untuk literasi digital.
“Kami serahkan keputusan kerjasama ke KPU. Tapi SDM yang dimiliki SMSI bisa membantu dan berkolaborasi untuk sosialisasi literasi digital. Kalau dari sisi pemberitaan, kami saat ini beranggotakan tiga puluhan media siber. Sehingga secara masif perlu sosialisasi juga melalui berita yang didukung seluruh anggota SMSI Bali,’ ujar pria yang akrab disapa Edo menutup pembicaraannya. ***igo
