Home News BKOW Sumbar Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Agam, Tinjau Dua Lokasi Terdampak Terparah

BKOW Sumbar Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Agam, Tinjau Dua Lokasi Terdampak Terparah

by Bali Paradiso
0 comment

AGAM — Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sumatera Barat menyalurkan bantuan aksi sosial bagi warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Agam, Sabtu (29/11/2025). Bantuan disalurkan langsung oleh Ketua BKOW Sumbar, Ny. Dianita Maulin Vasko, bersama jajaran BKOW dan Baznas Sumbar.

Peninjauan dilakukan pada dua titik utama, dimulai dari Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, tepatnya di lokasi pengungsian SDN 19 Koto Tinggi. Rombongan turut didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Agam, Ny. Merry Benni Warlis, Wakil Ketua II Baznas Sumbar, Dr. Busral S.Ag., MA, Anggota BKOW Sumbar, serta Anggota Dekranasda Kabupaten Agam. Kehadiran mereka diterima langsung oleh Wali Nagari Duo Koto, H. Jendrial.

Di Nagari Duo Koto, tercatat 661 warga terdampak dari empat jorong, dengan kerusakan meliputi 16 unit rumah, 3 kendaraan roda dua, lahan pertanian 25 hektare, lahan perikanan 15 hektare, serta Intek PAM desa yang jebol. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

Lokasi kedua dikunjungi di Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, yang disambut oleh Camat Tanjung Mutiara, Edo Aipa Pratama Putra. Di titik ini, data mencatat 463 rumah rusak, dua jembatan rusak, tiga masjid dan mushala terdampak, dengan 450 warga mengungsi dan total kerugian mencapai Rp15,77 miliar.

Ketua BKOW Sumbar, Ny. Dianita Maulin Vasko, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk aksi nyata solidaritas perempuan Sumbar yang tergabung dalam 61 organisasi anggota BKOW.

Baca Juga:   Sekda Ungkap Sejumlah Upaya Pemprov Sumbar untuk Sukseskan Pemilu 2024 PADANG- Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) melaksanakan apel gelar pasukan Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" di Lapangan Satbrimobda Polda Sumbar, Padang (17/10/2023). Apel yang digelar secara serentak oleh seluruh Kepolisian Daerah (Polda) di Indonesia tersebut, bertujuan untuk pemeriksaan akhir kesiapan personel, peralatan, dan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam pengamanan Pemilu 2024. Hadir mewakili Gubernur Mahyeldi dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Hansastri mengatakan pihaknya selaku wakil pemerintah pusat di daerah telah melaksanakan sejumlah kewajiban dalam rangka mensukseskan penyelenggaraan Pemilu serentak 2024. "Gubernur bersama DPRD telah menunaikan 2 kewajiban yang menjadi tugas Pemprov untuk mensukseskan Pemilu serentak 2024, pertama terkait alokasi anggaran dan yang kedua, terkait netralitas ASN," tegas Hansastri usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Mantap Brata Singgalang 2023-2024. Lebih lanjut ia menyampaikan, pihaknya menyambut baik berbagai persiapan yang telah dilakukan banyak pihak untuk mensukseskan penyelenggaraan Pemilu serentak 2024. Hansastri berharap, semua upaya tersebut dapat membuat Pemilu serentak 2024 berjalan lancar, aman, dan tertib, baik di tingkat Sumbar maupun nasional. "Melihat apa yang telah dilakukan banyak pihak hingga saat ini, kita berharap penyelenggaraan Pemilu serentak 2024 bisa berjalan aman dan lancar," pungkas Hansastri. Sementara itu Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono dalam amanatnya saat bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan Pemilu 2024 adalah Pesta Demokrasi terbesar di Indonesia dan berpengaruh besar untuk masa depan bangsa. Menurutnya, seluruh pihak mesti memberikan kontribusi positifnya untuk mensukseskan pesta demokrasi tersebut. Dikatakannya, Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" akan berlangsung selama 222 hari, terhitung mulai dari 19 Oktober 2023 hingga 20 Oktober 2024 mendatang. Ia menyebut, khusus di Sumbar personil Polri yang diturunkan untuk pengamanan pemilu 2024 lebih kurang sebanyak 8.000 orang. Jumlah tersebut, belum termasuk personil pendukung dari komponen TNI dan Kementerian/Lembaga lainnya. Sementara secara nasional, Operasi Mantap Brata 2023-2024 ini melibatkan sebanyak 434.197 personel Polri, mulai di tingkat Mabes hingga seluruh polda jajaran. "Khusus di tubuh Polda Sumbar, kita menurunkan 3/4 dari total kekuatan. Jumlah nya sekitar 8.000 personil," ungkap Irjen Pol Suharyono. Dalam teknis pelaksanaannya, Kapolda mengakui penanganan untuk setiap daerah tidak sama, ada pemetaan klasifikasi tingkat pengamanan berdasarkan potensi kerawanan ganguan keamanan. Di Sumbar, sambung Kapolda, pihaknya menilai seluruh daerah masih dalam kategori aman, sehingga belum diperlukan penanganan khusus. Tapi, ia mengaku pihaknya akan terus melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi jika saja terjadi kondisi diluar perkiraan awal. "Meskipun saat ini di Sumbar belum ada daerah yang termasuk kategori rawan. Tapi kita tetap lakukan pemantauan, sebagai langkah antisipasi," pungkas Kapolda Sumbar. Terakhir ia menegaskan, dalam pelaksanaan pengamanan selama Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" pihaknya akan mengedepankan 4 unsur utama yakni, pertama security (bebas dari rasa takut dan kekhawatiran), surety (keyakinan dan kepastian hukum), safety (kenyamanan), peace, (perasaan tentram dan damai). Menurutnya, jika empat unsur tersebut telah dapat diwujudkan maka dengan sendirinya keamanan bisa terwujud dan terjamin. (adpsb/ ** / H )

“Ini adalah aksi nyata perempuan yang hari ini diwakili oleh kami BKOW. Kami membawa sejumlah bantuan seperti selimut, alat mandi, makanan ringan, dan kebutuhan harian lainnya. Insya Allah, meski sedikit, semoga apa yang kami bawa dapat bermanfaat bagi para pengungsi di sini,” ujarnya.

Dalam sambutannya kepada para pengungsi, Dianita menyampaikan empati mendalam atas duka yang dialami masyarakat.

“Mohon maaf jika kami dirasa terlambat datang, karena akses baru terbuka hari ini. Tapi percayalah, duka Ibu-Ibu adalah duka kami bersama. Bapak Vasko, Buya, dan Umi Harneli juga menitipkan salam agar Ibu-Ibu tetap kuat. Ibu-Ibu tidak sendirian,” ungkapnya dengan penuh haru.

Ia juga mengajak para pengungsi untuk tetap saling menguatkan dan berdoa agar musibah serupa tidak terulang. “Semoga Ibu-Ibu bisa segera kembali tidur di rumah masing-masing dan berkumpul dengan keluarga. Mari kita sama-sama membaca Al-Fatihah,” katanya.

Bantuan BKOW Sumbar yang disalurkan meliputi selimut, handuk, air mineral, popok bayi, biskuit, mie instan, sarden, perlengkapan mandi, pembalut, sabun colek, susu, pakaian dalam, kain sarung, baju kaos, susu cair, dan snack anak-anak.
Sementara Baznas Sumbar memberikan beras, telur, dan minyak goreng.

BKOW Sumbar menegaskan bahwa aksi sosial ini akan berlanjut sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan kerja sama lintas organisasi perempuan dan dukungan pemerintah daerah, BKOW berkomitmen terus hadir membantu warga di masa pemulihan.***

Baca Juga:   Pemprov Sumbar Gandeng FMIPA Unand, Teknologi Maggot dan BioVORA Siap Diterapkan

Berita Terkait