PADANG – Besaran dividen yang diterima pemerintah daerah menjadi salah satu indikator keberhasilan bank pembangunan daerah dalam memberikan manfaat bagi pemegang saham sekaligus mendukung pembangunan daerah. Atas dasar itu, Tim Ahli DPRD Sumatera Barat mulai mengkaji penyebab dividen Bank Nagari masih tertinggal dibandingkan Bank BPD Bali.
Isu tersebut menjadi fokus pembahasan dalam rapat rutin Tim Ahli DPRD Sumbar di Ruang Khusus II DPRD Sumbar, Kamis (2/7/2026).
Tim Ahli menilai selisih nilai dividen antara kedua bank pembangunan daerah itu perlu dianalisis secara mendalam agar dapat diketahui faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan masing-masing bank menghasilkan keuntungan dan membagikan laba kepada pemerintah daerah.
Dalam pembahasan, Tim Ahli mengevaluasi sejumlah aspek yang dinilai berpengaruh terhadap besaran dividen, di antaranya kinerja keuangan, strategi bisnis, efisiensi operasional, pengelolaan aset, struktur permodalan, hingga kebijakan pembagian laba.
Kajian tersebut juga diarahkan untuk melihat ruang perbaikan yang dapat dilakukan Bank Nagari agar semakin kompetitif di tengah perkembangan industri perbankan nasional.
Menurut Tim Ahli, peningkatan kinerja Bank Nagari memiliki arti penting karena setiap kenaikan laba perusahaan akan berdampak pada peningkatan dividen yang diterima Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebagai pemegang saham. Pada akhirnya, tambahan dividen tersebut dapat memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan.
Hasil kajian ini diharapkan menjadi rekomendasi strategis bagi DPRD Sumbar dalam menjalankan fungsi pengawasan sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang mampu memperkuat tata kelola, meningkatkan inovasi bisnis, serta memperbesar kontribusi Bank Nagari terhadap perekonomian daerah.
Dengan kinerja yang semakin sehat dan daya saing yang meningkat, Bank Nagari diharapkan tidak hanya menjadi lembaga keuangan yang kuat, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat melalui peningkatan kontribusi terhadap PAD.***
