Festival Danau Sentarum 2019 Sajikan Atraksi Unik

JAKARTA (Paradiso) – Dua permainan tradisional, pangkak gasing dan sumpit kembali menyemarakan Festival Danau Sentarum yang digelar Festival Danau Sentarum dilaksanakan pada 25 hingga 27 Oktober 2019 yang dipusatkan di Dusun Lanjak, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu. Berbagai pertunjukan seni budaya serta perlombaan tari serta lomba tradisional seperti lomba sumpit, lomba sampan dan lomba gasing akan mewarnai festival ini.

Selain untuk memeriahkan Festival Danau Sentarum, perlombaan pangkak gasing dan sumpit juga bertujuan untuk meningkatkan kembali olahraga tradisional yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu.

Panitia perlombaan pangkak gasing dan sumpit, Debi mengatakan perlombaan ini terbuka untuk umum, bahkan pengunjung yang hadir juga bisa langsung mendaftar untuk mengikuti perlombaan, dengan menggunakan gasing dan sumpit yang sudah disediakan panitia.

“Misalnya ada pengunjung yang menyaksikan perlombaan dan mereka tertarik untuk ikut, mereka bisa langsung mendaftar, khusus gasing kami menyediakan gasing dengan berat 5 ons,” katanya.

Untuk perlombaan pangkak gasing dibagi dalam 2 kategori, yaitu cendikia dan pangkak layang, kemudian ada kategori anak-anak. “Pangkak layang itu ada dewasa dan anak-anak, sedangkan cendikia itu rata-rata pesertanya dewasa, karena dia menggunakan taktik angka, bukan hanya untuk pukul gasing saja,” tambah Debi.

Kategori cendikia diikuti 30 orang dan pangka layang 30 orang, kategori anak-anak sampai saat ini diikuti 40 orang. “Dan itu pesertanya ada beberapa dari kecamatan yang jauh seperti Nanga Kantu dan Temuyu,” kata Debi.

Dikatakan Debi, sebenarnya banyak peserta yang ingin mengikuti pertandingan ini, cuma kendalanya di jarak menuju area festival yang susah ditempuh, terutama mereka yang berada di beberapa kecamatan di daerah aliran sungai.

“Merekakan kalau kesini biasa melewati danau, namun karena kemarau mereka tidak bisa hadir, itu ada 4 kecamatan,” jelas Debi.

Sedangkan untuk perlombaan sumpit dibagi dalam 3 kategori, yakni putra, putri dan anak-anak. Untuk anak-anak jaraknya 10 meter, putri 20 meter, putra 30 meter.

“Sesuai daftar yang kami terima, peserta sumpit hingga saat ini yang dewasa berjumlah 35 peserta, dan kemungkinan bisa bertambah karena pendaftarannya masih dibuka, panitia juga menyediakan sumpit bagi pengunjung atau penonton yang pengen mengikuti perlombaan, sumpit ini,” jelasnya.

“Untuk saat ini kendala sumpit tidak ada ya, karena rata-rata peserta yang hadir sudah cukup berpengalaman, kemudian jika angin dianggap terlalu kuat mereka diperbolehkan untuk tidak menyumpit sampai angin sudah dirasa cukup untuk menyumpit,” tambahnya.

Juga atraksi tarian seni budaya masyarakat setempat akan memeriahkan kedatangan para tamu undangan yang hadir pada pembukaan Festival Danau Sentarum, di Lanjak, Kecamatan Batang Lupar, Kapuas Hulu.

“Festival Danau Sentarum itu merupakan komitmen Kapuas Hulu dalam mengembangkan potensi pariwisata untuk menarik perhatian wisatawan,” kata Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir.

Nasir menyatakan kawasan Danau Sentarum memiliki banyak potensi yang tidak dimiliki daerah lain. Menurut dia, untuk mempromosikan pariwisata di Kapuas Hulu secara bertahap dilakukan apalagi Kapuas Hulu berbatasan langsung dengan Negara Malaysia.”Kami gaungkan Festival Danau Sentarum untuk mempromosikan pariwisata di Kapuas Hulu yang telah masuk menjadi kegiatan nasional,” kata Nasir.

Diakui Nasir, masyarakat masih ragu dalam mengantungkan hidup melalui pariwisata, namun kami secara perlahan mengembangkan pariwisata sehingga masyarakat di sekitar kawasan Danau Sentarum dapat hidup sejahtera. “Pemerintah Daerah tidak mampu sendiri perlu dukungan dari Pemerintah Pusat, sehingga kita tidak kalah oleh negara tetangga,” pungkasnya. (ADVERTORIAL)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.