Festival Gandrung Sewu Siap Buat Kagum Wisatawan

JAKARTA (Paradiso) – Ribuan penari gandrung berbagai usia akan menampilkan keindahan gerak tarinya, dalam pagelaran seni kolosal Banyuwangi, bertajuk Gandrung Sewu, Sabtu, 12 Oktober 2019 di Pantai Marina Boom.

Gandrung Sewu tahun ini melibatkan 1.330 seniman tari dan musik Banyuwangi. Mengambil tema Panji-Panji Sunangkara, sendratari ini akan bercerita tentang semangat membara Pangeran Rempeg Jagapati, memimpin rakyat Banyuwangi melawan kolonial Belanda. Tari kolosal gandrung sewu ini bakal menghadirkan suasana megah, karena pertunjukannya dihelat di bibir pantai Marina Boom, pemandangan Selat Bali menjadi latar sendratari.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan Festival Gandrung Sewu akan menjadi momentum sejumlah seniman muda di wilayahnya untuk unjuk gigi. Pasalnya, dari 1.330 seniman muda yang terlibat di Festival Gandrung Sewu, 60 persen di antaranya adalah penari baru. Agar tampil maksimal, kata dia, para seniman muda tersebut telah melakukan persiapan sebelumnya, antara lain mengikuti workshop, latihan, dan diskusi dengan melibatkan seniman, budayawan, komunitas sanggar seni, dan para guru.

Tak hanya itu, Azwar menyebut Festival Gandrung Sewu juga dapat menambah wawasan budaya bagi generasi muda dan masyarakat umum melalui ragam cara. ”Jadi festival bukan semata-mata event pariwisata, melainkan juga bagian dari cara baru untuk mendorong kemajuan kebudayaan,” kata Azwar.

Lebih jauh Azwar menjelaskan, upaya memajukan kebudayaan tersebut sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 yang dalam pelaksanaannya harus dilakukan inventarisasi, pengamanan, pemeliharaan, dan penyelamatan.

Sementara itu, obyek pemajuan kebudayaan terdiri atas sepuluh poin, seperti tradisi lisan, adat istiadat, manuskrip, permainan rakyat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, dan ritus.

Sekadar informasi, Festival Gandrung Sewu merupakan salah satu dari 10 Best Calendar of Event pariwisata Indonesia. Digelar rutin sejak delapan tahun terakhir, festival tersebut selalu mengangkat tema berbeda setiap tahun.

Tahun ini bertema perjuangan rakyat Banyuwangi atau Blambangan dalam melawan kolonialisme Belanda. Tema tersebut akan tersaji dalam aksi kolosal ribuan penari bertema Panji-panji Sunangkoro yang dibalut dalam sendratari.

Bupati Anas menambahkan, pada tanggal 12 Oktober 2019 juga akan disuguhkan atraksi budaya daerah lainnya, yakni Festival Lembah Ijen dan Ngopi Sepuluh Ewu (10.000).

Festival yang rutin digelar di Taman Gandrung Terakota setiap bulan ini menyuguhkan sendratari Meras Gandrung, kisah perjalanan seseorang penari menjadi “Gandrung”.

“Jika ingin melihat kisah Gandrung lebih dekat lagi, silakan hadir di Festival Lembah Ijen usai menonton Gandrung Sewu. Sendratari ini digelar di amfiteater berlatarkan hamparan sawah, yang dikelilingi ratusan patung gandrung berbahan terakota. Amfiteater ini berada di ketinggian 600 mdpl di kaki ijen,” kata Anas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, MY Bramuda menambahkan para wisatawan bisa mengunjungi Festival lembah Ijen dan Ngopi 10 Ewu usai menonton Gandrung Sewu.

Festival Lembah Ijen akan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB, sementara Ngopi 10 Ewu yang digelar di Desa Adat Kemiren akan berlangsung dari pukul 17.00 hingga 21.00 WIB.

“Selama festival Ngopi 10 Ewu berlangsung, ribuan cangkir kopi dengan motif yang sama akan tersaji di sepanjang jalan utama Desa Kemiren. Kopi yang sengaja dihidangkan warga setempat itu sebagai perlambang sambutan hangat warga Kemiren kepada tamu pengunjung,” kata Bramuda.

Selama bulan Oktober 2019 ini, beragam event juga meramaikan Banyuwangi Festival. Antara lain, hari ini Sabtu 5 Oktober digelar Kuntulan Caruk di Gesibu Banyuwangi.

Kuntulan atau hadrah kuntul merupakan kesenian asli Banyuwangi dengan jenis peralatan yang khas berupa alat musik ritmis, yang disebut terbang. Lalu ada Festival Band Remaja (18 Oktober) dan Festival Gendhing Osing (26 Oktober), sebagai ajang pencarian bibit seniman musik muda berbakat di Banyuwangi.

Selain itu, juga dihadirkan Banyuwangi Writing Festival (20 Oktober), Santripreneur Festival (20-22 Oktober), dan Banyuwangi International BMX (26-27 Oktober). Festival Anak Sholeh pada Selasa-Rabu (29-30 Oktober), dan Traditional Market Festival (30 Oktober). (ADVERTORIAL)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.