Festival Pinisi Explore Keindahan Bahari Bulukumba

JAKARTA (Paradiso) – Festival Pinisi akan diadakan di Kabupaten Bulukumba pada 12 sampai 15 September 2019. Festival itu menampilkan kapal layar tradisional pinisi sekaligus mengajak wisatawan menikmati suasana alam di Bulukumba, Sulawesi Selatan. “Wisatawan bisa menikmati Pantai Tanjung Bira yang indah dari laut,” kata Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali.

Sukri menjelaskan Festival Pinisi bukan sekadar acara pariwisata, melainkan mengenalkan Bulukumba sebagai pusat pembuatan Kapal Pinisi yang berjaya sejak masa lampau. “Kami ingin mengangkat kembali nilai-nilai masyarakat Bulukumba saat membuat pinisi yang mampu mengarungi samudra,” tuturnya.

Dalam Festival Pinisi, Sukri melanjutkan, juga ada pementasan yang mengangkat cerita Samindara. Ini adalah kisah tentang putri Raja Luwu yang dipindahkan ke Bulukumba karena menolak dinikahkan dengan saudaranya, Baso Kunjung Barani.

Pantai Tanjung Bira – Bulukumba

Sukri berharap Festival Pinisi mampu menyedot antusiasme wisatawan. “Target kami lebih 500 ribu wisatawan mancanegara dan domestik yang akan datang selama festival ini,” ujarnya.

Festival Pinisi masuk dalam empat agenda wisata Calendar of Event Sulawesi Selatan 2019. Tiga agenda wisata lainnya adalah Eight Festival (F8) Makassar, Toraja International Festival, dan Festival Takabonerate.

Membawa nama Pinisi yang telah mendunia, berbagai suguhannya pun jelas yang terbaik. Ada Pinisi Ekspo yaitu pameran multi produk UMKM dan kuliner yang bakal membuat wisatawan betah. Selain itu ada konten kegiatan ritual peluncuran perahu Pinisi yang dikenal dengan Annyorong Lopi.

Ada juga Wisata Rally berupa kontes otomotif. Selain itu kontes modifikasi motor dengan mengusung tema budaya dan Pinisi juga siap menyapa. Kegiatan Carnaval Budaya pun tak lupa ditampilkan. Berbagai pertunjukan seni dan budaya Butta Panitia Lopi Bulukumba bakal hadir memenuhi hasrat wisatawan. Nah yang seru ada kontes foto dan video bagi pencinta fotografi. Tema besarnya Obyek Wisata Bulukumba dan Festival Pinisi 2019.

”Ayo ke Bulukumba menyaksikan Festival Phinisi 2019. Ini kesempatan melihat langsung berbagai keindahan Bulukumba. Ada Carnaval Budaya Kajang, Pentas Seni dan Budaya, Senandung Kopi Kahayya, Festival Laongruma, Festival Samindara, Festival Datotiro, Opera rakyat Butta Panrita Lopi, Fashion Show, kontes tari Kontemporer, lomba kreatifitas anak,” ajak Bupati Bulukumba Sukri Sappewali.

Baginya festival ini bukan sekedar atraksi wisata. Lebih dari itu festival ini menjadi etalase terbaik indahnya pariwisata Bulukumba. “Konsepnya sudah kami persiapkan sehingga meriah. Semoga dengan festival ini, wisatawan berkunjung ke Indonesia khususnya Bulukumba bisa lebih meningkat,” kata Sukri.

‎Kepala Dinas Pariwisata Bulukumba, Muh Ali Saleng mengatakan, jika masuknya kembali Festival Pinisi dalam daftar kelender event nasional pariwisata merupakan hal yang dinanti. Di mana ini menjadi promosi destinasi yang ada dalam wilayah Kabupaten Bulukumba.

“Makanya semua kita konsep matang. Semua kita benahi apa yang kurang pada pelaksanaan tahun sebelumnya. Termasuk ‎melakukan evaluasi terhadap sejumlah Sub Event yang masuk rangkaian Festival Pinisi. Karena ini merupakan peluang emas memperkenalkan pariwisata Bulukumba,” ungkapnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, Festival Pinisi 2019 menjadi bukti semangat Pemerintah Kabupaten Bulukumba membangun pariwisatanya. Karena jelas Kemenpar sangat selektif dalam menentukan even yang masuk dalam CoE. Dimana event yang masuk harus memperhatikan 5 unsur yaitu Creative, Cultural, Comercial, Communication serta Commitment.

“Ini harus menjadi sebuah triger bagi pengembangan pariwisata Bulukumba. Menjadi prototype bagi atraksi wisata lainnya yang digelar di Bulukumba. Kalau sudah dikonsep serius dan masuk dalam 100 CoE Kemenpar saya yakin pelaksanaannya bakal membuat wisatawan betah,” ungkap Rizki.

Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event (CoE) Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty pun sangat yakin jika festival ini akan menyedot wisatawan. Apalagi banyak pembaharuan konsep acara yang ditawarkan.

“Nama Pinisi itu sudah mendunia, sebuah warisan budaya telah mendapat pengakuan dari UNESCO. Kemenpar saja selalu menjadikan Pinisi sebagai ikon disetiap pameran di luar negeri. Brandingnya sudah sangat bagus. Dengan beragamnya konsep yang ditawarkan saya sakin festival tahun ini bakal makin oke. Silahkan datang dan nikmati Pesona Bulukumba,” pungkas Esthy. (ADVERTORIAL)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.