Festival Takabonerate 2019 Bertabur Kegiatan Menarik

JAKARTA (Paradiso) – Kemeriahan Festival Takabonrate kembali siap digelar tahun ini. Rencananya, festival yang masuk dalam Top 10 Wonderful Event Indonesia, Kementerian Pariwisata RI ini akan diadakan pada 24 hingga 28 Oktober 2019 mendatang.

Berbagai rangkaian kegiatan turut meramaikan festival Takabonerate Kabupaten Kepulauan Selayar masing-masing trail adventure challenge (12 Oktober), Selayar Fsihing Competition (21-22 Oktober), Pagelaran seni dan pengukuhan majelis raja Sultan Indonesia (MARSI) Kabupaten Selayar (23-25 Oktober), pembukaan festival Takabonerate (24 Oktober), pemetasan seni budaya (24-28 Oktober), Land Tour (25-27 Oktober), dun dive (25-27 Oktober) Bina Cinta Alam (26 Oktober), Lomba Jolloro (26-27 Oktober), dan lomba permainan rakyat (26-27 Oktober).

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Abdurrahman menjelaskan, Festival Takabonerate 2019, akan dimeriahkan oleh sejumlah bentuk pagelaran seni diantaranya, tari massal, tanpa karang kita bukan Selayar.

“Event yang tak kalah menarik, sebelumnya, telah dihelat jajaran Kodim 1415/Selayar, bersama pemerintah Kabupaten, dalam rangka untuk memperkenalkan, dan mempromosikan keanekaragaman potensi pariwisata, serta keindahan kota Tanadoang, melalui rangkaian kegiatan “Trail Adventure Challenge 2019”. yang memperebutkan, hadiah berupa enam unit sepeda motor dan sejumlah hadiah menarik lainnya.

Dandim 1415/Selayar, Letkol Arm Yuwono mengutarakan, event  “Trail Adventure Challenge 2019”, digelar sebagai rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) TNI yang ke 74, dan sekaligus memeriahkan pelaksanaan event Festival Takabonerate 2019.

Sejumlah bintang tamu dihadirkan pada rangkaian, “Trail Adventure Challenge 2019”, diantaranya, DJ Itha, dan Master Of Ceremony (MC), Cece Nelly. Rangkaian acara ini, juga sempat dihadiri oleh Legendaris Crosser, Pieter Tanuwijaya yang datang jauh-jauh dari kota Bandung.

Sebagai rangkaian tak terpisakan dari agenda festival Takabonerate 2019, maka  kegiatan “Trail Adventure Challenge 2019” sengaja dikemas dengan mengetengahkan thema sentral, bertajuk, “Jelajah Bumi Tanadoang”, cetus Dandim 1415/Selayar.

Selain itu, juga ada acara Selayar Foam Fun Walk yang dipusatkan di Taman Pusaka, Kota Benteng, Selayar. Ini bakal diisi dengan pengobatan gratis, pagelaran kuliner gratis, dan pameran produk mitra binaan. Bukan itu saja, bahkan akan dihadiri sejumlah bintang tamu, diantaranya, Azizah (Bintang Pantura), Juara II D’Academy, Aty Kodong, Si Bollo, dan penampilan, group band Mr. Jaw.

Peserta Festival Akan Explore Kearifan Lokal Desa Latondu

Pulau Latondu, Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, kembali digadang-gadang dan dipersiapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan event festival Takabonerate 2019, salah satu event wisata bertaraf nasional yang tercatat secara resmi dalam deretan 100 wonderful event, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Berbagai bentuk kearifan lokal dan tradisi kehidupan keseharian masyarakat Pulau Latondu akan menjadi target kegiatan explorer potensi yang dikemas dinas pariwisata melalui paket land tour.

Kegiatan explorer potensi yang dikemas dalam paket land tour, rencananya akan difokuskan pada pengambilan gambar dan liputan keanekaragaman tradisi kehidupan keseharian masyarakat Pulau Latondu, dan bentuk-betuk kearifan lokal budaya lainnya yang terdapat di wilayah administratif pemerintahan Desa Latondu.

Peserta land tour akan ‘digiring’ untuk menyaksikan dari dekat rangkaian prosesi, pengolahan minyak kelapa tradisional, tradisi menggoreng pisang di pingir pantai, tradisi anyogoro, pembuatan atap daun kelapa, dan tradisi angngatti-ngatti kerap dilakukan warga saat air laut sedang surut.

Sebuah bentuk tradisi keseharian yang rutin dilakukan untuk mendulang rupiah dan mencari tambahan rezeki dengan memanfaatkan situasi, pasang-surut air laut. Suasana air laut yang sedang surut dijadikan kesempatan ‘emas’ oleh warga untuk ‘berburu’ dan mengumpulkan beraneka ragam jenis kerang laut yang terkadang terselip di balik rerimbunan padang lamun.

Kerang laut sejenis kima, gempang, siholung, biri-biri dan bimba yang telah dikumpulkan langsung dibersihkan untuk selanjutnya, dijual ke pasar, atau tetangga terdekat. Sementara sisanya, dijadikan sebagai hidangan untuk keluarga.

Bila sedang beruntung, dan bernasib mujur, masyarakat bahkan tak jarang membawa pulang kepiting, dan berbagai jenis ikan yang secara kebetulan, ‘terjebak’ di sela-sela padang lamun dan tidak sempat kembali habitat awalnya.

Satu hal yang menarik dari rutinitas angngatti-ngatti atau aktivitas mencari kerang yang biasa dilakukan oleh warga masyarakat pesisir pantai, karena aktivitas ini tak hanya melibatkan orang dewasa. Akan tetapi, anak-anak di bawah umur pun ikut mengandrungi kegiatan yang sudah mengakar dari generasi ke generasi di Pulau Selayar ini.

Sebagai rangkaian akhir kegiatan petualangan, pengunjung juga dimungkinkan untuk duduk bersama dengan warga masyarakat lokal setempat, sembari menikmati suguhan nasi santan dan beraneka ragam jenis ikan yang diperoleh dari rangkaian tradisi Assulo, atau berburu ikan di malam hari dengan menggunakan perlengkapan sarakka atau tombak dengan bantuan penerangan lampu strongking atau cahaya senter kepala seadanya. Tradisi Assulo, biasanya dilakukan oleh warga masyarakat lokal, saat air laut sedang surut di malam hari. (ADVERTORIAL)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.