In Fine Catering Tawarkan Konsep Interaktif “Neurogastronomy”

Jakarta (Paradiso) – Memasuki ruangan Thamrin Nine Ballroom berbeda dari biasanya, pasalnya para tamu undangan yang merupakan pecinta kuliner langsung dihadapkan dengan berbagai suguhan makanan dari In Fine Catering, sebuah jasa yang bergerak di bidang katering makanan.

Menu yang disajikan mulai dari Indonesian food, Oriental food, Western food, hingga Arabian food.

Beberapa menu Indonesia terlihat seperti, Soto Garut, Nasi Tutung Oncom, Empal Gepuk Jawa Barat, Ayam Betutu, Tumis Orak Arik Buncis Jagung Muda Ati Ampela, Tahu Telor, dan Selat Solo.

“Berawal dari kumpul bersama chef untuk membuat menu katering yang belum ada, dalam waktu dua bulan kami menghadirkan In Fine Catering,” ujar Board of Director In Fine Catering, Siti Radarwati saat ditemui Paradiso.co.id usai acara Grand Opening dan Food Tasting In Fine Catering, di Thamrin Nine Ballroom, Gedung UOB, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/15).

Menu Empal Gepuk Jawa Barat.
Menu Empal Gepuk Jawa Barat.

Menurutnya, In Fine dalam bahasa Inggris mempunyai arti finally atau at last yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti pada akhirnya. “Pada akhirnya kami memilih In Fine,” ujarnya.

“Kami melakukan inovasi dengan menggabungkan 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia (IKTI) dengan teknik molecular gastronomy dengan treatment yang berbeda dan berbagi cerita melalui rasa serta service yang akan diberikan pada para pelanggan kami,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut In Fine memperkenalkan dua brand-nya, yakni Alunan dan After Taste.

Minuman Infus yang menyehatkan.
Minuman Infus yang menyehatkan.

Alunan merupakan menu yang mengangkat 30 IKTI. Menu unggulan Alunan yang ditampilkan seperti, Tahu Telor Surabaya dan Soto Garut. Harga menu Alunan yang ditawarkan mulai dari Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per orang.

Sedangkan Aftertaste merupakan menu premium yang memadukan art dan science, yaitu Gastronomi Molekuler (Molecular Gastronomy). Menyajikan sentuhan yang berbeda, yang penuh dengan kesegaran dan passion di setiap event. Untuk harga menu premium dimulai dengan Rp1,5 juta.

“Pada menu premium ini pelanggan ingin dilayanani mulai dari minumannya misalnya wine. Umumnya mereka ingin kumpul dengan kerabat disertai makan dan minum yang tidak ingin dilihat orang tapi makanan yang disajikan bisa seperti di hotel,” ungkapnya.

Melalui konsep yang ditawarkannya, yakni Interactive Neurogastronomy, jasa katering ini mengangkat nilai-nilai sosialisasi melalui cara penyajian makanan yang interaktif dengan melakukan penggabungan antara ilmu pengetahuan dan seni.

Menurut Siti, para pelanggan akan merasakan kenyamanan bukan hanya dari kelezatan hidangannya saja tetapi juga melalui pelayanan tim service yang berpengalaman dan handal.

“Interaktif artinya para tamu tidak sendiri, mereka akan dilayani dan dan dapat bertanya apa yang mereka makan mulai dari kandungan nutrisi pada makanannya, dan memicu orang untuk lebih berkomunikasi serta bertanggungjawab apa yang mereka makan,” jelasnya.

Hal itu pun akan terlihat pada setiap menu yang diberikan catatan kandungan nutrisi mulai dari jumlah kalori, protein, lemak, dan karbohidrat.

Pelanggan juga dapat merasakan sensasi minuman infus ala In Fine Catering, yakni minuman air putih yang telah diberi potongan beberapa buah seperti buah melon, apel merah, belimbing, Nanas, atau lemon.

Minuman tersebut selain untuk menetralisir rasa makanan, juga dapat menyehatkan sebagai pengencer darah, mengurangi risiko stroke dan jantung, meningkatkan daya kerja otak, membunuh bakteri, dan mencegah anemia.

Siti mengatakan, “In Fine Catering memiliki satu Executive Chef, yakni Arie Wahyudie, lalu ada Chef Ambassador, Hendra Yana yang tugasnya mengedepankan inovasi, variasi, dan kualitas serta taste yang baik dalam penyajian menu”.

“Selain itu ada ahli nutrisi. Seluruh menu kita di break down isinya apa, dan dihitung kadungan porsinya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Siti menegaskan, “Kita lebih konsen terhadap proses pembuatan menu itu sendiri, mulai dari sumber daya manusianya seperti yang masak di dapur atau seluruh karyawan harus orang yang sehat yang telah melewati tes medical check up”.

Dapur pun menurutnya disesuaikan dengan standard ISO 9001 dan menuju keamanan pangan ISO 22000. Equipment dapur dan sumber air di perhatikan tiga bulan sekali.

“Jadi konsen terhadap pelanggan bukan hanya rasa enak tetapi tanggung jawab bahwa yang kami sediakan itu makanan yang terbaik, untuk itu masakan kami free dari MSG (penyedap rasa) dan sebagai penggantinya kami membuat kaldu dari ayam,” ujar Siti Radarwati mengakhiri pembicaraan. (evi)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.