BALI|PARADISO.CO.ID – Sejumlah pihak menyambut baik dengan antusias adanya penerbangan langsung dari Singapore Airline yang dimulai Rabu, (16/2) rute Singapore – Bali yang diharapkan segera menggairahkan kembali Pariwisata Bali yang mati suri semenjak adanya pandemi global dari Maret 2020.
Pelaku pariwisata, Wayan Suena yang juga merupakan pemilik Indonesia Impression Tour menanggapi adanya penerbangan International yang sudah mulai masuk ke Bali dengan ekpresi biasa – biasa saja karena dia yakin tidak akan banyak membawa perubahan bagi pariwisata Bali jikalau pemerintah pusat tidak melakukan sesuatu yang lebih extrim bagi ekonomi masyarakat Bali.
Menurut dia, Pemerintah Bali sudah berbuat yang terbaik untuk membangkitkan ekonomi masyarakat Bali di luar pariwisata dan juga bekerja sangat keras untuk membangkitkan kembali Pariwisata Bali dengan batas kewenangan yang dimiliki.
Suena menyarankan kepada semua pihak untuk memberi dukungan yang terbaik untuk pemerintah Bali saat ini. Justru masyarakat Bali harus tuntut kepada Pemerintah Pusat tidak hanya adanya penerbangan Internasional langsung, tetapi harus dibarengi dengan penerapan kembali Free Visa On Arrival dan penurunan nilai klaim asuransi yang dimiliki wisatawan di samping pembebasan karantina ketika masuk Bali selama wisatawan sudah memiliki surat vaksin dan bebas covid yang sudah disesuaikan dengan standard perjalanan Internasional.
Menurutnya Bali butuh booster khusus Free Visa On Arrival agar membangkitkan kembali Pariwisata Bali yang sudah cukup menderita sejak Maret 2020. Wayan Suena yakin dengan kebjakan itu akan menarik kembali minat wisatawan kembali ke Bali dalam jangka pendek. Jika hal tersebut diabaikan Pemerintah Pusat, dia yakin akan semakin banyak aset – aset masyarakat Bali yang bergerak dalam industri pariwisata akan dimiliki oleh bukan orang Bali.
Senada dengan itu, Ketua DPD ASITA Bali, I Putu Winastra juga menegaskan bahwa pihaknya juga kini berjuang untuk penerapan e-visa agar lebih mudah.
“Persyaratannya dipermudah, tidak jelimet dan sistemnya juga harus jelas. Apakah ketika diupload dokumennya diterima atau tidak. Karena saat ini ketika kita downnload/upload kita ga tau dokumen diterima apa tidak. Sementara bila salah uangnya ga bisa kembali. Sekarang kita masih berjuang untuk e-visa agar lebih mudah setelah itu baru kita geber dengan promosi,” tegas Putu Winastra. ***
Editor – Igo Kleden
