Paradiso

Kemenparekraft, BWC dan 600-an Pemerhati Lingkungan Bersih Sampah dan Edukasi Pilah Sampah di Pantai Kuta, Bali

DENPASAR, PARADISO INDONESIA -Kemenparekraft mulai fokus dan peduli pada permasalahan sampah di destinasi wisata. Disadari atau tidak keberadaan sampah akan sangat mempengaruhi kredibilitas atau ketertarikan wisatawan mengunjungi destinasi.

Untuk makin menancapkan pengaruhnya di destinasi wisata dan mengatasi sampah di destinasi wisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggandeng Bali Waste Cycle (BWC) melakukan pembersihan sampah di Pantai Kuta Bali, Jumat sore (15/9/2923). Selain memilih sampah, sekitar 600-an orang dari berbagai elemen masyarakat itu juga dilatih dan diedukasi bagaimana memilah sampah secara baik dan benar. Ini adalah program rencana aksi nasional yang dilakukan oleh tim koordinasi nasional penanganan sampah laut. Kemenparekraf merupakan salah satu bagian dari tim itu sehingga menggelar kegiatan Sunset Clean Up di Pantai Kuta dan Pantai Jerman. Sampah yang berhasil terkumpul dari aksi ini sekitar 500 kg.

Direktur Tata Kelola Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Indra Ni Tua yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan, sampah plastik kalau lihat data secara nasional dalam satu tahun itu ada sekitar 7 ton merupakan sampah plastik.

“Ada siklusnya dan kalau di Pantai Kuta pada November-Februari sampah kiriman terjadi. Pada periode itu akan jadi masalah bagi wisatawan dan kita tangani dengan pengadaan alat berat melalui program ekonomi nasional,” ujarnya. Ia mengatakan, masalah ini perlu partisipasi aktif dari masyakarat dan stakeholder terkait seperti komunitas atau organisasi peduli sampah.

Kemenparekraf minggu lalu baru melakukan penandatangan kerja sama dengan GoTo untuk penanganan sampah plastik. “Dengan target yang besar (penyelesaian penanganan sampah plastik) kalau peran serta aktif semuanya untuk penanganan sampah tidak dilakukan mengakibatkan daya tarik disini (Pantai Kuta) akan turun. Ini bebannya berat tapi kalau dipikul bersama mudah-mudahan akan dapat kita kejar targetnya,” imbuh Deputi Indra Ni Tua.

Sementara itu Direktur Bali Waste Cycle, Olivia Anastasia Padang menambahkan, kegiatan Sunset Clean Up Pantai Kuta diinisiasi oleh Kemenparekraf yang berkolaborasi dengan Bali Waste Cycle.

Bali Waste Cycle sebagai kolaborator dan di-co-organize oleh Yayasan Wastehub Alam Lestari dan disupport oleh 10 organisasi pendukung lainnya. Ke-10 organisasi pendukung itu diantaranya Kolaborasi Bumi, Pepelingasih Bali, PCMI Bali, Teens Go Green, Trash Hero Kuta, Yellow Garden Community bersama SMPN 2 Abiansemal dan Sispala SMPN 3 Abiansemal, Tegal Dukuh, Dompet Dhuafa, The Climate Reality Project bersama Pramuka Bali, Senang Eco Services dan Social Project Bali.

Olivia menambahkan, maksud dan tujuan dari kegiatan yang diadakan selama dua hari ini  bukan sekedar memungut sampah di pantai tetapi ada tiga hal yang menjadi komitmen bersama.

“Pertama komitmen kita dalam mewujudkan Bali yang bersih dan menjaga pariwisata Bali. Kedua, ingin menunjukkan detirminasi bahwa kita menolak polusi sampah di laut dan ketiga, ingin menyampaikan pesan bahwa kita bertanggungjawab, peduli dan kita punya harapan dengan kegiatan ini penanganan sampah menjadi lebih baik,” ujarnya.

Selain itu pihaknya juga mengedukasi pedagang-pedagang disini untuk pemilahan sampah.

“Disini kita mengedukasi pedagang sekitar untuk dapat memahami pentingnya pemilahan sampah dari sumber. Dan sampah-sampah yang terkumpul dari kegiatan Sunset Clean Up akan dipilah menjadi tiga yakni organik, non organik dan residu,” imbuh Olivia.

Total peserta teregistrasi dalam kegiatan sementara berjumlah 584 orang dari Bali Waste Cycle dan organisasi pendukung yang disebutkan diatas. Untui Bali Waste Cycle terdapat aspek waste edukasi, waste recycle dan waste recovery.

Waste edukasi yakni mengedukasi pentingnya pemilahan sampah kepada masyarakat, lalu sampah yang bernilai tinggi dilakukan daur ulang atau waste recycle dan residunya diolah kembali agar tidak ada yang terbuang ke TPA,  diolah menjadi RDF.

“Jadi residu itu akan kita jadikan RDF sehingga tidak ada lagi sampah dari hasil kegiatan-kegiatan kita yang terbuang ke TPA,” ucap Olivia.

Ia menjelaskan, ketika mengikuti innovation ecosystem melalui inisiatif catalyst changemakers ecosystem, dirinya dibekali aktivitas dan juga pengetahuan yang pada akhirnya memberikan inisiatif baru untuk menghadirkan sebuah proyek sendiri bernama Sukla Project.

Sukla Project pernah mendapat kesempatan untuk memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada 2 ribu masyarakat Besakih sebagai salah satu destinasi wisata di Bali.

Mulai dari cara memilah-milih sampah sesuai kategori high value dan low value. Sampah yang bernilai high value dapat ditemui apabila botol plastik masih dalam keadaan utuh atau bentuk sempurna yang bisa diolah menjadi produk yang berkelanjutan.

Baca Juga:   Sekda Ungkap Sejumlah Upaya Pemprov Sumbar untuk Sukseskan Pemilu 2024 PADANG- Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) melaksanakan apel gelar pasukan Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" di Lapangan Satbrimobda Polda Sumbar, Padang (17/10/2023). Apel yang digelar secara serentak oleh seluruh Kepolisian Daerah (Polda) di Indonesia tersebut, bertujuan untuk pemeriksaan akhir kesiapan personel, peralatan, dan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam pengamanan Pemilu 2024. Hadir mewakili Gubernur Mahyeldi dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Hansastri mengatakan pihaknya selaku wakil pemerintah pusat di daerah telah melaksanakan sejumlah kewajiban dalam rangka mensukseskan penyelenggaraan Pemilu serentak 2024. "Gubernur bersama DPRD telah menunaikan 2 kewajiban yang menjadi tugas Pemprov untuk mensukseskan Pemilu serentak 2024, pertama terkait alokasi anggaran dan yang kedua, terkait netralitas ASN," tegas Hansastri usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Mantap Brata Singgalang 2023-2024. Lebih lanjut ia menyampaikan, pihaknya menyambut baik berbagai persiapan yang telah dilakukan banyak pihak untuk mensukseskan penyelenggaraan Pemilu serentak 2024. Hansastri berharap, semua upaya tersebut dapat membuat Pemilu serentak 2024 berjalan lancar, aman, dan tertib, baik di tingkat Sumbar maupun nasional. "Melihat apa yang telah dilakukan banyak pihak hingga saat ini, kita berharap penyelenggaraan Pemilu serentak 2024 bisa berjalan aman dan lancar," pungkas Hansastri. Sementara itu Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono dalam amanatnya saat bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan Pemilu 2024 adalah Pesta Demokrasi terbesar di Indonesia dan berpengaruh besar untuk masa depan bangsa. Menurutnya, seluruh pihak mesti memberikan kontribusi positifnya untuk mensukseskan pesta demokrasi tersebut. Dikatakannya, Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" akan berlangsung selama 222 hari, terhitung mulai dari 19 Oktober 2023 hingga 20 Oktober 2024 mendatang. Ia menyebut, khusus di Sumbar personil Polri yang diturunkan untuk pengamanan pemilu 2024 lebih kurang sebanyak 8.000 orang. Jumlah tersebut, belum termasuk personil pendukung dari komponen TNI dan Kementerian/Lembaga lainnya. Sementara secara nasional, Operasi Mantap Brata 2023-2024 ini melibatkan sebanyak 434.197 personel Polri, mulai di tingkat Mabes hingga seluruh polda jajaran. "Khusus di tubuh Polda Sumbar, kita menurunkan 3/4 dari total kekuatan. Jumlah nya sekitar 8.000 personil," ungkap Irjen Pol Suharyono. Dalam teknis pelaksanaannya, Kapolda mengakui penanganan untuk setiap daerah tidak sama, ada pemetaan klasifikasi tingkat pengamanan berdasarkan potensi kerawanan ganguan keamanan. Di Sumbar, sambung Kapolda, pihaknya menilai seluruh daerah masih dalam kategori aman, sehingga belum diperlukan penanganan khusus. Tapi, ia mengaku pihaknya akan terus melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi jika saja terjadi kondisi diluar perkiraan awal. "Meskipun saat ini di Sumbar belum ada daerah yang termasuk kategori rawan. Tapi kita tetap lakukan pemantauan, sebagai langkah antisipasi," pungkas Kapolda Sumbar. Terakhir ia menegaskan, dalam pelaksanaan pengamanan selama Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" pihaknya akan mengedepankan 4 unsur utama yakni, pertama security (bebas dari rasa takut dan kekhawatiran), surety (keyakinan dan kepastian hukum), safety (kenyamanan), peace, (perasaan tentram dan damai). Menurutnya, jika empat unsur tersebut telah dapat diwujudkan maka dengan sendirinya keamanan bisa terwujud dan terjamin. (adpsb/ ** / H )

Sementara yang low value biasanya sampah plastik shampoo saset ataupun kantong kresek yang diolah menjadi sumber energi atau RDF (Refuse Derived Fuel) sehingga mampu mengurangi penggunaan batu bara.

“Edukasi ini kami berikan tidak hanya kepada masyarakat tapi juga kepada wisatawan, para pengunjung, dan para peziarah disana,” demikian Olivia.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi GoTo Impact Foundation yang berupaya membangun sebuah innovation ecosystem, melalui inisiatif catalyst changemakers ecosystem untuk menyatukan para katalisator menyelesaikan persoalan sampah di Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi peran GoTo Impact Foundation. Karena hal ini sejalan dengan program Kemenparekraf dalam mengakselerasi dampak yang berkelanjutan bagi penyelesaian sampah di destinasi wisata Indonesia,” kata Menparekraf Sandiaga dalam The Weekly Brief with Sandi Uno, yang dilangsungkan secara hybrid, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (11/9/2023) lalu.

Kawasan strategis pariwisata nasional yaitu Bali, Labuan Bajo, dan Danau Toba menjadi pilot project atas inisiatif catalyst changemakers ecosystem.***igo

Exit mobile version