Kemeriahan Yang Ditunggu di TIFAF 2019

JAKARTA (Paradiso) – Pelaksanaan Erau International Folk Art Festival (EIFAF) Tahun 2019, kini terpisah menjadi dua kegiatan yakni Erau Adat Kutai dilaksanakan di Keraton Museum Mulawarman, Tenggarong. Sedangkan EIFAF yang sekarang berganti nama menjadi Tenggarong International Folk Art Festival (TIFAF) juga dilaksanakan tersendiri setelah Prosesi Erau berakhir.

“Ya, pelaksanaan Erau tahun ini terpisah. Erau Adat Kutai dilaksanakan pada taggal 4 s/d 16 September 2019. Sedangkan TIFAF berlangsung mulai tanggal 21 s/d 29 September 2019,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar Sri Wahyuni.

Menurut Sri menjelaskan, pelaksanaan TIFAF tersebut akan diramaikan dengan berbagai kegiatan yakni, karnaval seni internasional, street performance, festival seni daerah Kutai. Setelah itu akan ada kunjungan ke sekolah dan eksebisi permainan tradisional, gelar upacara adat pedalaman, pameran pariwisata dan perdagangan, Tenggarong hijau, kunjungan budaya hingga ziarah ke-makam raja-raja Kutai. “Adapun jumlah partisipan grup kesenian rakyat mancanegara yang sudah melakukan konfirmasi keikutsertannya baru 7 negara yakni Belanda, Romania, Rusia, Thailand, Timur Leste, Korea Selatan dan Peru,” ujarnya.

Dia menambahkan, festival juga dimeriahkan dengan 136 grup kesenian rakyat yakni sanggar tari keraton 2 grup, paguyuban 10 grup, marching band 2 grup. Sanggar seni melayu Kutai Jepen 41 grup, rudat 1 grup, teater tradisional/mamanda 2 grup, tingkilan 9 grup, tarsul 10 grup dan ngapeh 24 kelompok.

“Ada juga grup kesenian rakyat seni religi yakni, hadrah 1 grup, habsyi 1 grup dan  samrah 1 grup. Ada juga sanggar seni pedalaman Dayak Benuaq 12 grup, Dayak Kenyah 10 grup, Dayak Modang 1 grup, Dayak Lundayeh  1 grup,” sebutnya.

Lokasi kegiatan TIFAF sendiri lanjut Sri yaitu di Gerbang Raja (Start Karnaval Seni Internasional), Stadion Rondong Demang (Pembukaan festival), Halaman Parkir Pulau Stadion Rondong Demang (Kukar Expo dan panggung seni). Kemudian halaman Kantor Bupati (Welcome Dinner), lapangan Basket Tepian Turap Mahakam (Panggung Utama).

Pulau Kumala (Street Performance dan Tenggarong Hijau), Resepsi dengan Presiden Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF) Indonesia dan Festival Director di Aula Rapat BPKAD Lantai III Gedung B. Kemudian di Kedaton akan dilaksanakan Resepsi dengan Sultan hingga Panggung Karnaval Seni International.

“Di Pendopo Odah Etam juga akan berlangsung resepsi dengan Bupati Kukar. Kemudian di Lamin Adat Pulau Kumala dilakukan kunjungan budaya dan eksebisi permainan tradisional dan di ruang serbaguna Kantor Bupati dijadwalkan Farewell Dinner dan tepat di halaman Kantor Bupati akan berlangsung penutupan TIFAF,” katanya.

Diketahui jadwal karnaval seni internasional akan berlangsung pada (21/9), welcome dinner (21/9), pembukaan festival (22/9). Kukar expo & bazar rakyat (22-28 September), pentas kesenian rakyat internasional (Mancanegara, Nusantara, Kaltim, Kukar) pada 22–28 September, Street Performance di Pulau Kumala (Mancanegara, Nusantara, Kaltim, Kukar) 23–28 September dan resepsi peserta TIFAF pada tanggal 23–24 September 2019.

Kemudian kunjungan ke-sekolah dijadwalkan (21-23 September) dengan mengunjungi SD, SMP, SMA. Dilanjutkan dengan Eksebisi lomba olahraga tradisional (23–25 September). Kemudian penanaman pohon dan kunjungan budaya (26/9). Gelar adat pedalaman (19-21 September). Festival seni daerah Kutai (Lomba Tari Kreasi Jepen, Lomba Tingkilan, Lomba Ngapeh dan Lomba Tarsul) pada tanggal 25-28 September), Upacara ziarah (28/9) dan Penutupan Festival tanggal 29 September 2019.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kukar Sri Wahyuni mengatakan, perhelatan TIFAF menjadi salah satu jendela dunia untuk mengenal Indonesia. Kegiatan ini telah menjadi Kalender Event Pariwisata Nasional. Adapun

Erau dan TIFAF yang disatukan menjadi EIFAF pernah meraih penghargaaan Festival Budaya Terpopuler Anugerah Pesona Indonesia 2016. TIFAF melibatkan grup-grup kesenian rakyat mancanegara. TIFAF tercatat sebagai salah satu dari ratusan event International Folk Arts Festival di dunia di bawah bendera CIOFF dunia yang bermarkas di Paris, Perancis.

Tenggarong adalah kota kecil di Kalimantan Timur, ibu kota dari Kabupaten Kutai Kartanegara. Kota ini terletak sekitar 47 km atau satu jam lebih perjalanan dari Samarinda, Ibu Bota Provinsi Kalimantan Timur. Samarinda dapat dicapai menggunakan jalur udara di Bandara Sepinggan di Kota Balikpapan. Dari Balikpapan, tersedia penerbangan harian ke Samarinda yang dilayani oleh KalStar dan Susi Air.

Untuk penginapan tak perlu risau. Di Tenggarong terdapat sejumlah hotel berbintang hingga hotel kelas melati. Kalau kita mujur bisa sewa rumah untuk beberapa hari. Hanya tranasportasi lokal memang masih jadi kendala. Satu satunya cara untuk bisa mobile di sekitar kota harus menyewa kendaraan roda empat yang haragnya masih terjangkau. (ADVERTORIAL)

AGENDA TIFAF 2019:

  • Karnaval seni internasional
  • Pembukaan festival (parade, mini orchestra, tampilan spesial dari kesultanan, tarian massal)
  • Resepsi dengan bupati, sultan, festival director & Presiden CIOFF Indonesia
  • Pentas seni rakyat internasional (2 stage)
  • Street performance di Pulau Kumala
  • Green Tenggarong & Cultural Visit
  • Eksebisi permainan tradisional
  • Festival seni daerah
  • Gelar upacara adat pedalaman
  • Tenggarong Tourism & Trade Fair
Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.