Kuasai Empat Bahasa Asing, Hamdan Tekuni Dunia Advokat

Hamdan SH. M. Kn – Guide Wisata Menuju Advokat

MATARAM – Menjadi advokat bukan penampilan meyakinkan calon klien tetapi yang terpenting adalah isi otak. Advokat dituntut dan mutlak menguasai Hukum Acara, tidak sekedar beragumentasi dengan baik tetapi juga fasih berbahasa untuk memberikan pemahaman hukum kepada klien dan menterjemahkannya di muka persidangan. Dalam era keterbukaan public ini banyak orang berlomba-lomba ingin menjalani profesi advokat, yang adalah bagian dari pelayanan hukum kepada masyarakat. Namun tidak banyak yang mampu mendampingi klien dari negara lain karena keterbatasan menguasai bahasa asing.

Adalah Hamdan, SH.M.Kn salah satu contoh advokat yang patut diacungi jempol. Bayangkan lelaki kelahiran Lombok ini, mampu mengusai empat bahasa asing sekaligus. Bukan hanya sekedar menguasai tetapi sangat fasih sehingga sering dipercaya mendampingi klien asing di Bali, Lombok dan Jakarta. Hamdan, demikian biasa dikenal di kalangan advokat, sangat fasih berbahasa Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia. Bukan komunikasi biasa tetapi Hamdan juga mampu menguraikan Hukum Acara Indonesia dengan bahasa yang sangat dipahami warga asing yang didampinginya.

Di ruang tunggu Bandara Internasional Ngurah Rai, Badung-Bali, sepekan lalu, Paradiso sempat berbincang-bincang dengan sang advokat yang kebetulan akan terbang ke Lombok setelah mengikuti sidang Perdata dengan klien warga Italia di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Penampilannya sederhana, tapi siapa sangka Hamdan sangat fasih bahasa asing. Jika tidak perkenalkan diri, Paradiso tidak mengetahui jika yang sedang berbincang dengan turis asing itu adalah seorang advokat. Perbincangan kami cukup lama sekitar dua jam sambil menunggu penerbangan ke Lombok.

Hamdan bersama warga Inggris dalam konsultasi hukum untuk investasi di Lombok

Dengan lugas, pengacara gaek ini memulai kisahnya. Memang belum lama Hamdan bergelut dalam dunia advokat meski sudah sejak tahun 2008 lalu sudah bergabung di Kantor Pengacara Eggi Sudjana Low Office and Partners. Sebelumnya, bapak tiga putra ini menuturkan, kemahiran berbahasa asing ini ditekuninya sejak duduk di bangku SMA Pariwisata Denpasar Kertha Wisata Renon dan melanjutkan Diploma 1, P4B Denpasar pada tahun 1991 bidang Usaha Perjalanan Wisata. Dalam perjalanan waktu, pada tahun 2000 Hamdan tertarik mengikuti program Pramuwisata Madya dan menjadikan Hamdan sebagai guide empat bahasa asing yakni English, German, Italian and French speaking guide. Kemudian menekuni Ilmu Hukum di Universitas Mataram (Unram). Setelah menyandang gelar Sarjana Hukum (S1) tahun 2003, Hamdan tidak terjun langsung sebagai pengacara, tetapi berbekal fasih berbahasa asing, Hamdan kembali ke Lombok dan menjadi pramuwisata di Marina Caffe Senggigi selama kurang lebih sepuluh tahun, dengan spesialis French Speaking Guide. Selama menjadi guide banyak hal yang dialami termasuk benturan hukum yang dihadapi warga asing baik yang berinvestasi di Indonesia maupun yang hanya sebagai pelancong. Agar lebih menguasai persoalan khususnya soal surat menyurat, Hamdan kemudian melanjutkan studinya di bidang Kenotariatan, dan berhasil menambah gelar di belakang namanya menjadi Hamdan, SH.M.Kn pada tahun 2017 lalu.

“Sering terjadi miskomunikasi antara warga asing dengan sejumlah peraturan yang berlaku di negara kita khususnya dalam berinvestasi. Dengan latar belakang ilmu hukum saya mampu memberi pemahaman hukum kepada turis dengan bahasa mereka sendiri, mereka cepat memahami,” jelas penggemar music klasik ini sambil sesekali menikmati kopi panas.

Tidak itu saja, fasih berbahasa asing ini dimanfaatkan Hamdan sebagai fasilitator Perempuan dan Anak pada Plan Indonesia pada tahun 2006-2010, dan setahun setelahnya menjadi Organizational Development Officer di Swisscontact yang sedang menggarap wisata  DMO Flores selama dua tahun dari tahun 2011-2013. Dengan sertifikat yang dipegangnya Hamdan menjadi  Koordinator Provincial NTB Program AIPJ (Australian Indonesian Partnership for Justice).Hamdan juga menjadi mediator dalam sejumlah program kerja baik pemerintah maupun LSM yang bersinggungan langsung dengan negara lain.

“Keterlibatan saya ini ada kaitan dengan kepiawaian berbahasa asing, mengusai bahasa asing adalah sebuah keharusan untuk bisa membantu orang asing baik dalam urusan wisata juga urusan hukum di Indonesia. Pernah saya dipercaya memberikan masukan terhadap Perma No 1 Tahun 2018, tentang mediasi untuk komunitas, baik masyarakat miskin maupun warga asing sebagai sebuah komunitas di Indonesia,” jelas anggota Perhimpunan Pramuwisata NTB specialis French Speaking Guide sejak 1994 ini.

Juru Bahasa di Persidangan

Perbincangan hangat kami terus sampai pada pengalaman Hamdan menjadi juru bahasa atau penterjemah dalam sejumlah kasus yang melibatkan warga Negara asing , di Jakarta, Denpasar dan Mataram. Dengan senyum ringan pria yang awalnya ingin berkecimpung di dunia wisata ini menuturkan. Pengenalan akan proses sidang di PN sejak dirinya sering diminta bantuan menjadi penterjemah bahasa asing di depan hakim. Selain dibutuhkan pengusaan bahasa, pihaknya dituntut untuk konsisten dalam terjemahan karena jika keliru menterjemahkan bisa berakibat fatal pada para pihak yang bersengketa. Dari pengalaman inilah, Hamdan mulai berpikir kenapa tidak langsung berprofesi sebagai advokat?

“Kadang kata-kata bahasa asing yang diucapkan beda dengan penuturan sehari-hari. Ini cukup riskan dan saya sangat memahaminya, apalagi sebelum dipercaya menjadi penterjemah saya juga diambil sumpah. Dari pengalaman inilah saya ingin terjun langsung ke dunia pengacara,” terangnya tersenyum.

Fokus ke dunia Advokat

Berbekal pengalaman bergelut dalam dunia advokat tahun 2008 lalu sudah di Kantor Pengacara Eggi Sudjana Low Office and Partners, Hamdan memberanikan diri membuka kantor hukum di Lombok tepatnya di daerah wisata Lombok Barat, NTB. Kasus yang membuat Hamdan dilirik banyak calon klien yakni, pada tahun 2017. Hamdan mendampingi Tania Marwa dalam kasus gugat cerai di PA Cibinong , Jawa Barat melawan Atalariksyah. Kasus ini sempat menjadi viral di media sosial hingga Hamdan diundang salah satu televisi swasta nasional dalam acara RUMPI. Dalam wawancara itu Hamdan menekankan apabila orangtua sedang berselisih maka seharusnya memberikan kepentingan terbaik bagi anak (The best interest of the children).


Hamdan saat embantu warga asing yang berbenturan dengan hukum dalam pengembangan investasi di Lombok

Hamdan dikenal sebagai pengacara expat, karena menguasai empat bahasa asing Prancis, Italia, Jerman dan bahasa Inggris. Berbekal penguasaan bahasa asing ini beberapa kasus ditanganinya, yakni Perca (Perkawinan Campur) di PN Slawi, Gugatan wanprestasi untuk nominee (pinjam nama) yang terjadi antara partner WNA (Inggris) yakni Rachel Mcdough dengan lokal, Jual beli saham tanpa RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), kasus Sumpah Palsu sertifikat pengganti di Gili Meno antara Hasane dengan Costantino Carrus, kasus Wanprestasi antara kontraktor dengan pemilik property WNA dan partner lokal, Kasus PHI (Perselisihan Hubungan Industrial) antara perusahaan PMA melawan karyawan.

Sering membantu masyarakat miskin dalam mempertahankan hak dan dan membantu orang asing dalam mempertahankan hak insvestasinya di Indonesia. Pada saat menjadi kuasa hukum prodeo, principal Amaq Hayat gugatan PMH menempati rumah dan tanah tanpa disewa padahal tanah dan rumah klien diperoleh secara turun menurun dari pewaris.

Sebelum menuju tangga pesawat yang ditumpanginya, Hamdan menegaskan,  sebagai advokat yang profesional apalagi sering mendampingi warga Negara asing,  jangan sekali-kali menjanjikan sesuatu kepada klien apalagi klien WNA, tetapi maksimal bekerja akan berpengaruh pada kepuasan hati dan ketenangan hidup. Non numeranda, sed ponderanda sunt argument (yang terpenting adalah kualitas beragumentasi bukan banyaknya agumentasi) argumentasi itu cepat dipahami jika kita menggunakan pendekatan bahasa dari negara asal klien.(ello)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.