Paradiso

Kunjungan Kerja Disambut Tari Turu’ Kreasi, Mahyeldi Ajak Siswa-Siswi Mentawai Tampil di Istana Gubernur

MENTAWAI, PARADISO INDONESIA – Kunjungan kerja Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah ke Kabupaten Kep. Mentawai dihiasi tari penyambutan dari siswa-siswi SMA N 2 Sipora. Gubernur tampak terkesima dengan Tarian Turu’ Kreasi yang ditampilkan, dan langsung mengajak para pelajar tersebut untuk tampil di Istana Gubernur dalam acara-acara pemerintahan.

“Terus berlatih dan berkesenian. Nanti harus tampil di Istana Gubernuran, di depan tamu-tamu Provinsi,” ucap Gubernur Mahyeldi kepada para pelajar yang tampil tersebut, Kamis (24/08/2023).

Usai berfoto bersama para pelajar tersebut, Gubernur kembali berpesan kepada Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar Andri Yulika dan Kepala Dinas Pariwisata Luhur Budianda, untuk memfasilitasi para siswa-siswi tersebut untuk tampil di Istana Gubernur Sumbar. Pihak sekolah dan Pemerintah Kab. Mentawai yang mendampingi pun menyambut riuh ajakan Gubernur tersebut.

Berdasarkan keterangan instruktur kesenian SMA N 2 Sipora, Tari Turu’ Kreasi merupakan modifikasi dari Tari Turu’ Lagai yang merupakan produk asli kesenian di Bumi Sikerei. Ada pun para penari yang tampil, merupakan siswa-siswi SMA N 2 Sipora yang telah berlatih cukup lama untuk menyambut kedatangan Gubernur beserta rombongan.

Kunjungan kerja Gubernur Sumbar ke Kab. Mentawai kali ini akan berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jumat (24-25/08/2023). Agenda dimulai dengan peninjauan Bandara Rokot, pencanangan Aksi Bergizi di Sekolah, menghadiri kegiatan Aktifkan Posyandu dan Pelayanan Kesehatan Terpadu, pertemuan dengan Pemkab Mentawai, FGD Kebencanaan, hingga peninjauan sarana panti sosial.

Baca Juga:   Sekda Ungkap Sejumlah Upaya Pemprov Sumbar untuk Sukseskan Pemilu 2024 PADANG- Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) melaksanakan apel gelar pasukan Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" di Lapangan Satbrimobda Polda Sumbar, Padang (17/10/2023). Apel yang digelar secara serentak oleh seluruh Kepolisian Daerah (Polda) di Indonesia tersebut, bertujuan untuk pemeriksaan akhir kesiapan personel, peralatan, dan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam pengamanan Pemilu 2024. Hadir mewakili Gubernur Mahyeldi dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Hansastri mengatakan pihaknya selaku wakil pemerintah pusat di daerah telah melaksanakan sejumlah kewajiban dalam rangka mensukseskan penyelenggaraan Pemilu serentak 2024. "Gubernur bersama DPRD telah menunaikan 2 kewajiban yang menjadi tugas Pemprov untuk mensukseskan Pemilu serentak 2024, pertama terkait alokasi anggaran dan yang kedua, terkait netralitas ASN," tegas Hansastri usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Mantap Brata Singgalang 2023-2024. Lebih lanjut ia menyampaikan, pihaknya menyambut baik berbagai persiapan yang telah dilakukan banyak pihak untuk mensukseskan penyelenggaraan Pemilu serentak 2024. Hansastri berharap, semua upaya tersebut dapat membuat Pemilu serentak 2024 berjalan lancar, aman, dan tertib, baik di tingkat Sumbar maupun nasional. "Melihat apa yang telah dilakukan banyak pihak hingga saat ini, kita berharap penyelenggaraan Pemilu serentak 2024 bisa berjalan aman dan lancar," pungkas Hansastri. Sementara itu Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono dalam amanatnya saat bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan Pemilu 2024 adalah Pesta Demokrasi terbesar di Indonesia dan berpengaruh besar untuk masa depan bangsa. Menurutnya, seluruh pihak mesti memberikan kontribusi positifnya untuk mensukseskan pesta demokrasi tersebut. Dikatakannya, Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" akan berlangsung selama 222 hari, terhitung mulai dari 19 Oktober 2023 hingga 20 Oktober 2024 mendatang. Ia menyebut, khusus di Sumbar personil Polri yang diturunkan untuk pengamanan pemilu 2024 lebih kurang sebanyak 8.000 orang. Jumlah tersebut, belum termasuk personil pendukung dari komponen TNI dan Kementerian/Lembaga lainnya. Sementara secara nasional, Operasi Mantap Brata 2023-2024 ini melibatkan sebanyak 434.197 personel Polri, mulai di tingkat Mabes hingga seluruh polda jajaran. "Khusus di tubuh Polda Sumbar, kita menurunkan 3/4 dari total kekuatan. Jumlah nya sekitar 8.000 personil," ungkap Irjen Pol Suharyono. Dalam teknis pelaksanaannya, Kapolda mengakui penanganan untuk setiap daerah tidak sama, ada pemetaan klasifikasi tingkat pengamanan berdasarkan potensi kerawanan ganguan keamanan. Di Sumbar, sambung Kapolda, pihaknya menilai seluruh daerah masih dalam kategori aman, sehingga belum diperlukan penanganan khusus. Tapi, ia mengaku pihaknya akan terus melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi jika saja terjadi kondisi diluar perkiraan awal. "Meskipun saat ini di Sumbar belum ada daerah yang termasuk kategori rawan. Tapi kita tetap lakukan pemantauan, sebagai langkah antisipasi," pungkas Kapolda Sumbar. Terakhir ia menegaskan, dalam pelaksanaan pengamanan selama Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" pihaknya akan mengedepankan 4 unsur utama yakni, pertama security (bebas dari rasa takut dan kekhawatiran), surety (keyakinan dan kepastian hukum), safety (kenyamanan), peace, (perasaan tentram dan damai). Menurutnya, jika empat unsur tersebut telah dapat diwujudkan maka dengan sendirinya keamanan bisa terwujud dan terjamin. (adpsb/ ** / H )

Hadir mendampingi Gubernur dalam kunjungan kali ini, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Andri Yulika; Kepala Bappeda Sumbar, Medi Iswandi; Kepala Dinas Kesehatan, Lila Yanwar; Kepala Dinas Pariwisata, Luhur Budianda; Kepala Dinas Sosial, Arry Yuswandi; Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Mursalim; Kepala Biro Umum, Syefdinon, Kepala Biro Perekonomian, Vonny, serta beberapa pejabat utusan OPD lainnya. ***(adpsb / H )

Exit mobile version