DENPASAR|PARADISO.CO.ID – Era digital saat ini makin memudahkan kita dalam melakukan banyak hal dalam waktu yang bersamaan, termasuk bila ingin membayar pajak kendaraan bermotor. Saat ini ada aplikasi SIGNAL atau Samsat Digital Nasional yang sangat memudahkan para pmilik kendaraan bermotor untuk melakukan transaksi pembayaran pajak tanpa harus datang dan antri di kantor samsat.
Pemerintah pusat memang secara masif terus melakukan sosialisasi dan edukasi penggunaan Samsat Digital atau pembayaran Samsat secara online di seluruh provinsi di Indonesia termasuk di Bali. Untuk di Bali, sosialisasi dan edukasi dilakukan di Kebun Vintage Cars Bali, Gianyar, Kamis (2/6/2022) dengan melibatkan club’ mobil, komunitas otomotif Bali. Hadir juga tim SIGNAL nasional Kasibdit STNK Korlantas Polri Kombes Pol. M. Taslim Charuddin S.I.K. Sementara dari Bali dihadiri Asisten Setda Bali I Dewa Putu Sunartha dan Kepala Badan Pendapatan Daerah Bali, Made Santa.
Sosialisasi kali ini dikemas dalam bentuk talk show bertajuk “Digitalisasi Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor”. Menurut Kasubdit STNK Korlantas Polri Kombes Pol M. Taslim Charuddin, Bali merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan kendaraan bermotor yang sangat cepat. Bali ini wilayahnya kecil, penduduknya hanya 4,3 juta tetapi jumlah kendaraan secara komposisi sangat tinggim serta jumlah mereka yang menggunakan aplikasi SIGNAL terus meningkat.
Aplikasi SIGNAL merupakan salah satu program unggulan Tim Pembina Samsat Nasional sebagai bukti nyata komitmen pemerintah bekerja sama dengan pihak perbankan dan pengelola modern channel payment yang sangat efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat lndonesia dalam melakukan kewajibannya. Samsat Digital Nasional diadakan dengan tujuan utama untuk mengedukasi masyarakat memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu. Selain itu, masyarakat juga diberikan pengetahuan tentang Aplikasi SIGNAL atau Samsat Digital Nasional sebagai inovasi pelayanan publik yang disesuaikan dengan perkembangan revolusi industry 4.0.
Saat ini aplikasi SIGNAl sudah berada di 34 provinsi di Indonesia. Tahap pertama ada di 15 provinsi dan tahap kedua ada 19 provinsi. Aplikasi ini lebih banyak digunakan di handphone. Untuk itu soal jaringan sangat menentukan.
Karena masih banyak wilayah Indonesia yang sinyalnya tidak menentu maka jumlah pengguna baru mencapai puluhan ribu pengguna. Rata-rata total transaksi perhari baru mencapai lebih dari 600 lebih transaksi.
“Bali termasuk tinggi dari kepemilikan kendaraan bermotor. Dari sisi kualitas, Bali tinggi karena jumlah penduduk sedikit, tetapi pengguna sudah sangat banyak karena pertumbuhan kendaraan bermotor juga tinggi,” ujar Taslim.
Bila dibandingkan dengan DKI, maka secara kualitas Bali tetap tinggi. Jumlah ini akan terus bertambah dari tahun ke tahun seiring dengan kesadaran masyarakat untuk menggunakan aplikasi SIGNAL.
Sementara Kepala Badan Pendapat Daerah Bali Made Santa mengatakan, pengguna aplikasi SIGNAL juga meningkat pesat. Tahun 2021 misalnya, ada 1200 lebih kendaraan. Tahun 2022 baru 5 bulan terakhir jumlahnya mencapai 1500 lebih.
“Kami dari Bali sangat mendukung aplikasi ini. Karena memberikan banyak kemudahan, bisa diakses dimana saja dan kapan saja. Tim pembina Samsat Daerah di Bali sangat mendukung upaya sosialisasi ini agar masyarakat bisa menggunakan secara online, lebih mudah, cepat dan aman,” ujar Made Santa. ***
Editor – Igo Kleden
