Paradiso

Lewat Pokir Evi Yandri, 5 Kelompok Tani di Kuranji Terima Bantuan Bentor

PADANG — Lima kelompok tani di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, menerima bantuan becak motor (bentor) yang bersumber dari dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Wakil Ketua DPRD Sumatra Barat (Sumbar), Evi Yandri Rajo Budiman.
Bantuan tersebut diserahkan secara resmi oleh Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumbar pada Selasa (18/8/2026). Penyerahan yang berlangsung di ruang rapat dinas terkait ini juga dirangkaikan dengan agenda sosialisasi.
Evi Yandri Rajo Budiman menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata realisasi aspirasi masyarakat yang ia serap selama masa reses.

“Ini adalah bentuk penyerapan aspirasi warga saat reses. Dana pokir memang kami prioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Evi Yandri.

Menurut Evi, program berbasis aspirasi ini dapat berjalan berkat sinergi yang kuat antara legislatif dan eksekutif. Ia menilai sektor pertanian di Sumbar saat ini membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam menghadapi tantangan regenerasi petani. Terlebih, ketahanan pangan merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang harus diselaraskan oleh pemerintah daerah.
“Sektor pertanian butuh perhatian besar karena mayoritas petani kita sudah berumur. Jika tidak ada regenerasi dalam 10 tahun ke depan, kita bisa terancam bergantung pada impor. Pendapatan petani harus ditingkatkan agar sektor ini kembali dilirik sebagai profesi yang menjanjikan,” urai Evi.

Evi juga mengingatkan agar bantuan bentor ini digunakan secara komunal untuk kepentingan seluruh anggota kelompok, bukan untuk kepentingan pribadi pengurus.

“Tolong rawat dan jaga barang bantuan ini dengan baik. Gunakan bersama-sama demi kemajuan kelompok, bukan untuk ketua saja,” tegasnya.

Adapun lima kelompok tani penerima bantuan tersebut adalah Lapau Munggu, Tuah Sakato, Serba Usaha, KWT Mekar Jaya, dan Sumua Gadang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumbar, Afniwirman, mengapresiasi kolaborasi konkret ini. Ia mengakui keterbatasan anggaran dinas dalam menyejahterakan petani tanpa adanya dukungan dari legislatif.
“Masyarakat tidak bisa sejahtera hanya lewat sosialisasi. Tanpa dukungan dana pokir dari anggota dewan, program kami tidak akan berjalan maksimal. Kolaborasi inilah yang membuat petani bisa langsung menerima asas manfaat,” tutur Afniwirman.

Afniwirman menambahkan, bantuan bentor ini dirancang untuk menekan biaya operasional sekaligus memudahkan petani mengangkut hasil panen ke pasar guna meningkatkan pendapatan keluarga. Namun, ia mengingatkan agar kelompok tani merawat aset tersebut karena masih banyak kelompok tani lain yang mengantre untuk mendapatkan giliran bantuan.

“Kami ingin membantu, tetapi petani juga harus berkomitmen merawat bantuan ini. Jangan sampai cepat rusak karena kurang pemeliharaan,” pungkasnya.(*)

Exit mobile version