MTQ ke-42 tingkat Kabupaten Sijunjung diikuti 251 peserta dari delapan kecamatan, sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju kompetisi tingkat provinsi pada 2027.
SIJUNJUNG — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mendorong pemerintah kabupaten dan kota memperkuat pembinaan peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) sejak tingkat daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menyiapkan qari dan qariah terbaik yang dapat mewakili Sumatera Barat pada ajang MTQ tingkat provinsi maupun nasional.
Pesan itu disampaikan Mahyeldi saat membuka MTQ Nasional ke-42 tingkat Kabupaten Sijunjung di Lapangan Sepak Bola Tunas Karya, Tanjung Ampalu, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Kamis (15/10/2026).
Mahyeldi berharap pelaksanaan MTQ di tingkat kabupaten dan kota dapat menjadi bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan. Dengan persiapan lebih awal, peserta potensial diharapkan memiliki waktu yang memadai untuk meningkatkan kemampuan sebelum mengikuti kompetisi pada jenjang berikutnya.
“Kita berharap dari MTQ yang dilaksanakan di kabupaten dan kota akan lahir qori dan qoriah terbaik yang dapat mengharumkan nama Sumatera Barat di tingkat nasional,” ujarnya.
Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, MTQ Nasional 2027 direncanakan berlangsung di Provinsi DKI Jakarta, kemungkinan pada September 2027. Karena itu, persiapan MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat pada tahun yang sama perlu direncanakan sejak dini agar proses seleksi dan pembinaan peserta dapat berjalan optimal.
Meski menekankan pencapaian prestasi, Mahyeldi mengingatkan bahwa tujuan MTQ tidak boleh terbatas pada kompetisi. Keberhasilan kegiatan juga perlu dilihat dari sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an diamalkan dalam kehidupan masyarakat.
Menurutnya, MTQ merupakan sarana syiar Islam sekaligus wadah untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran Al-Qur’an. Hal tersebut sejalan dengan falsafah masyarakat Sumatera Barat, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Mahyeldi juga mengingatkan dewan hakim dan juri agar menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Penilaian yang transparan dan objektif diperlukan untuk memastikan hasil perlombaan mencerminkan kemampuan peserta sekaligus menjaga kepercayaan terhadap penyelenggaraan MTQ.
Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, berharap MTQ ke-42 tingkat Kabupaten Sijunjung dapat berjalan lancar dan memperkuat pembinaan keagamaan di daerah. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi sarana mempersiapkan peserta terbaik untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat pada 2027.
Ketua Panitia MTQ Nasional ke-42 tingkat Kabupaten Sijunjung, Erik Sahdienof, menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung pada 15–17 Oktober 2026, dengan Kecamatan Koto VII sebagai tuan rumah.
Sebanyak 251 peserta dari delapan kecamatan mengikuti perlombaan yang digelar di sejumlah lokasi. Cabang yang dipertandingkan meliputi tilawah, tahfiz Al-Qur’an, tartil, hafalan hadis, azan, khutbah Jumat, Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), dan karya tulis ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
Menurut Erik, MTQ ini tidak hanya bertujuan memperluas syiar Islam dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana evaluasi serta pembinaan kafilah secara berjenjang untuk menghadapi MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat pada 2027.***
