Malang Flower Carnival 2019 Targetkan 22 Ribu Penonton

JAKARTA (Paradiso) – Pelaksanaan event tahunan Malang Flower Carnival (MFC) menjadi salah satu magnet bagi wisatawan untuk datang ke Kota Malang. Masuk menjadi salah satu dari agenda 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia, pada 2019 ini MCF ditargetkan bisa menarik 22 ribu penonton.

Malang Flower Carnival akan menghadirkan keindahan beragam bunga yang ada di Indonesia, bahkan dunia. Predikat Malang sebagai Kota Bunga pun menjadikan Malang Flower Carnival layak dihadiri. Untuk tahun 2019, tema yang diusung event tahunan ini bertajuk Padma Nusa. Tema tersebut dipilih untuk mewakili eksplorasi terhadap keindahan bunga teratai Indonesia.

Acara ini akan dilaksanakan pada 15 September 2019 mendatang dan digelar di Jalan Ijen, kota Malang. Adapun waktu pelaksanaannya akan dimulai dari pukul 13.00-17.00 WIB. Menariknya lagi, gelaran yang telah memasuki tahun ke-8 ini tercatat sebagai salah satu dari delapan event yang masuk dalam daftar 100 Calendar of Event (CoE) Wonderful Indonesia sepanjang tahun 2019.

Selain itu, Malang Flower Carnival juga akan turut dimeriahkan oleh kontestan dari luar negeri. Beberapa negara yang dipastikan mengirimkan wakilnya antara lain adalah Jerman, Belanda, Hungaria, Mesir, dan Mali. Jadi, tak mengejutkan bila banyak wisatawan yang tertarik menghadiri acara ini.

Kehadiran puluhan ribu penonton itu juga diharapkan bisa memacu pergerakan ekonomi lokal. Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Rizki Handayani tidak meragukan keistimewaan MFC, termasuk dalam hal mendatangkan wisatawan. “Tidak hanya wisatawan nusantara (winus) tetapi wisatawan mancanegara (wisman) juga,” terangnya.

Rizki memastikan geliat ekonomi akan terlihat di Kota Malang saat event MCF berlangsung. Misalnya rata-rata okupansi hotel yang minimal 60 persen bisa dipacu hingga 98 persen. “Hal ini pun jadi sinyal positif, yaitu adanya pergerakan arus masuk wisatawan dari luar Malang secara masal,” sebut nya.

“Muara dari aktivitas pariwisata adalah pertumbuhan ekonomi. Selain atraksinya, aspek aksesibilitas dan amenitas (fasilitas penunjang pariwisata) di Malang adalah yang terbaik. Kami senang mendengar perekonomian Malang bergerak karena event ini,” tambah Rizki.  Dia pun mengajak seluruh pelaku pariwisata untuk ikut mempromosikan MCF. Termasuk membuat paket-paket khusus bagi wisatawan.

Ketua Tim Pelaksana Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia Esthy Reko Astuty menilai Malang Flower Carnival selalu menghebohkan. “MFC merupakan satu di antara delapan event yang masuk dalam CoE 2019 dan mewakili Jawa Timur. Setiap tahunnya selalu tampil menghebohkan,” kata Esthy.

Dia menekankan, bagian penting dalam penyelenggaraan event adalah unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas). Tujuannya, memajukan pariwisata yang akan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat. “Unsur 3A ini sudah terpenuhi di Kota Malang,” sebutnya.

Selain itu, diharapkan okupansi hotel dan jumlah turis akan terus naik. “Berdasarkan laporan panitia, penyelenggaraan MFC 2018 diikuti 296 peserta dan mendatangkan lebih dari 20 ribu pengunjung. Sehingga, membawa dampak langsung pada ekonomi setempat,” ujarnya.  “MCF 2019 diprediksikan akan ada 250 hingga 300 peserta dan 22 ribu penonton yang akan meramaikan acara tahun ini,” lanjutnya.

Seperti diketahui, MCF 2019 akan digelar pada 15 September 2019. Event yang sudah memasuki tahun ke-9 ini akan diselenggarakan di Jalan Ijen, Kota Malang. Mengangkat tema Padma Nusa, ratusan peserta akan berparade selama empat jam mulai pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni, SH, M.Si mengatakan, peserta MFC 2019 diprediksi akan meningkat. Khususnya peserta dari Kota Malang dan kota-kota lain di Jawa Timur.

Seperti, Surabaya, Banyuwangi, Jember, Blitar, Pasuruan, Surabaya, Probolinggo, Bondowoso, Kediri, Nganjuk, dan Batu. Bahkan dari Luar Jawa Timur seperti dari Jogja, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi dan Kalimantan.

“Acara dikemas semaksimal mungkin, Jl. Ijen sepanjang 800 meter yang merupakan salah satu ikon Kota Malang akan dibuat berbunga oleh ratusan desainer dan pelajar. Itu diselaraskan dengan tema Padma Nusa yang diusung di seri 2019,” kata Ida Ayu.

President MFC (Malang Flower Carnival) Indonesia, Agus Sunandar mewakili MFC Community dan ketua Pelaksana MFC 2019, menjelaskan bahwa peserta MFC 2019 dibagi menjadi dua, yaitu kategori anak dan dewasa.

Kategori anak-anak diikuti peserta yang berumur 6-13 tahun. Sedangkan kategori dewasa / umum berlaku unuk peserta berumur di atas 14 tahun. Peserta karnaval akan mengenakan busana dengan tiga kriteria utama, yaitu, Glamour, Monumental (berdimensi besar) dan Ergonomis/nyaman dan mudah digunakan, berlenggang di sepanjang Jalan Ijen dengan panjang runway 800 meter. Kondisi jalannya lurus dan rindang. Cocok digunakan untuk catwalk, street carnival.

Kostum-kostum yang dilombakan dan ikut parade adalah kreasi baru dari para peserta. Sedangkan peserta yang sudah menang tahun lalu tidak lagi bisa mengikuti lomba dengan kostum yang sama.

“Hal ini dimaksudkan untuk memicu kreativitas masyarakat. Dan memunculkan desain desain baru yang lebih inovatif, sehingga kreatifitas masyarakat lebih meningkat lagi untuk menguatkan dan mengukuhkan lagi Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia,” tambah Agus Sunandar.

Meski memajang karnaval kostum bermotif bunga, MFC tetap ramah kepada semua. Event ini disulap menjadi panggung besar ekonomi kreatif. Ada rangkaian kegiatan lain juga yang bisa dinikmati di karnaval ini.

Seperti tarian kolosal, musik dan tarian, juga kostum dengan tema indonesia. Ada 6 sub sektor ekonomi kreatif yang terlibat. Mereka ini adalah kuliner, fashion, seni pertunjukan, fotografi, seni rupa, dan seni kriya.

“Pada penyelenggaraan event ke-9 ini, MFC memang berkolaborasi dengan sub sektor lain secara masif. Kami memang sedang menciptakan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Malang. Nantinya sistem di sini memiliki basis kolaborasi. Kami optimistis, Malang akan menjadi kota kreatif di Indonesia, dan bahkan dunia” ujarnya.

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya, kemegahan MFC tidak pernah meragukan. Bagi yang ingin menyaksikan serunya agenda ini, silakan datang ke Malang. Pilihan moda transportasinya banyak. Mulai dari kereta, bus, dan penerbangan, semua tersedia.

“Waktu tempuh ke Malang dari Jakarta pun tak lama. Malang bisa dicapai sekitar 1 jam 25 menit via udara. Silakan datang ke Malang. Kalau dari Jakarta bisa direct terbang ke Malang,” kata Menpar Arief Yahya.

Pengunjung juga bisa memilih berbagai penginapan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Ada hotel, guess house sampai homestay yang bisa di hunting di sekitar lokasi acara dan semuanya bisa di cari dengan mudah di internet.

“Saya senang karena MFC cukup mengakomodir budaya-budaya lokal Indonesia dan lebih menggali lagi kekhasan daerah Malang dan lainnya. Ke depan untuk akomodasi kegiatan pengunjung ke Malang ini harus dipersiapkan secara matang. Dan terus dijaga kualitasnya dari para pesertanya,” ujar Menpar Arief Yahya.

Persiapkan Menonton Malang Flower Carnival 2019

Tiket pesawat ke Malang juga cukup terjangkau dan mudah dipesan melalui layanan travel atau aplikasi travel online. Namun agar kunjungan lebih berkesan, sebaiknya lakukan persiapan sebelum melakukan perjalanan. Sebab persiapan yang matang akan membuat perjalanan lebih nyaman dan juga bisa lebih efisien, termasuk dari sisi budget. Langsung saja, intip beberapa cara yang bisa dilakukan berikut ini.

1. Pemilihan tempat menginap

Di samping tiket pesawat, hal yang tak kalah penting sebelum melakukan perjalanan pastinya adalah memilih hotel atau tempat menginap. Berkat aplikasi perjalanan, pemilihan hotel kini menjadi sangat mudah.

Para traveler tinggal menentukan budget yang diinginkan atau fasilitas yang dibutuhkan. Ditambah lagi, pemilihan hotel juga makin nyaman dengan adanya rating. Dengan demikian, traveler memiliki gambaran mengenai hotel yang akan dipilihnya.

2. Optimalkan barang bawaan

Agar memudahkan perjalanan, sebaiknya hanya pilih barang bawaan yang memang dibutuhkan. Dengan begitu, barang bawaan tersebut tidak akan merepotkan selama perjalanan. Penggunaan tas jenis backpacksangat disarankan agar traveler bisa membawanya masuk kabin pesawat, terutama untuk perjalanan singkat.

Selain lebih efisien, penggunaan tas backpackjuga akan menghindarkan traveler dari biaya tambahan yang mungkin muncul jika membawa koper terpisah. Di sisi lain, koper juga akan sedikit merepotkan karena harus menunggu di konveyor bagasi untuk mengambilnya.

3. Penentuan tiket pesawat

Bisa dibilang tiket pesawat menjadi komponen yang akan sangat mempengaruhi budget perjalanan. Karenanya, pemilihan tiket pesawat adalah hal yang cukup krusial. Aplikasi seperti Traveloka memang telah memiliki fitur yang memudahkan dalam memilih tiket pesawat, namun traveler tetap harus cermat supaya memperoleh harga terbaik.

Agar lebih nyaman, traveler sangat disarankan untuk memesan tiket perjalanan pulang-pergi. Usai mendapatkan tiket menuju kota Malang, langsung saja pesan tiket pesawat ke Jakartaagar tidak repot. Sementara untuk efisiensi budget, mengkombinasikan perjalanan dengan pesawat dan kereta juga bisa dipertimbangkan.

Selain itu, pemilihan tiket pesawat di hari biasa juga bisa lebih murah dibandingkan harga akhir pekan. Namun, kembali lagi kepada kebutuhan traveler, sebaiknya sesuaikan dengan budget yang direncanakan agar perjalanan lebih nyaman.

Pada tahun 2018 lalu, Malang Flower Carnival sukses dihadiri oleh sekitar 7.000 pengunjung dan diikuti oleh 296 peserta. Sedangkan untuk tahun 2019 ini, ditargetkan sebanyak 350 peserta turut ambil bagian dan dinikmati oleh 10 ribu pengunjung. (ADVERTORIAL)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.