Home Destinasi Menuju Melautnya INDO SEAMORE di Tanah Beru, Bulukumba (2)

Menuju Melautnya INDO SEAMORE di Tanah Beru, Bulukumba (2)

by Igo Kleden
0 comment

Sejarah Pinisi

Dikutip dari laman detik.com, Antropolog Maritim asal Jerman yang saat ini telah berdomisili di Indonesia selama puluhan tahun, Herr Horst Liebner bercerita bahwa informasi soal Pinisi muncul dalam tulisan media asing pada tahun 1917 lewat sebuah artikel di Koloniale Studien. Liebner menyebut kata Pinisi dalam arti sebenarnya lebih condong pada layar bukan sebuah nama kapal.

“Pada pertengahan abad-19, koran-koran dan daftar registrasi kendaraan laut Hindia Belanda mulai mencatat perahu baru yang disebut ‘Penisch’, ‘Pinas’, dan tidak berhubungan dengan kata Pinisi,” kata Liebner seperti yang dilansir detikcom, Selasa (10/8/2021).

Berdasarkan kajiannya, pada pertengahan abad-19 belum ada istilah Pinisi di Sulawesi. Pada tahun 1960-an, pada Jilid IV Encyclopaedie Van Nederlandsch-Indie tahun 1906 yang mendeksripsikan kapal yang berbentuk sekunar, dengan satu batang tiang yang besar dan satu yang kecil, yang dikenali di Pantai Selatan Celebes, dan juga di Banjarmasin.

“Orang semua berpikir pinisi..pinisi itu namanya perahu, itu sejenis layar, tiang dan layar segala konfigurasinya. Itulah yang dinamakan Pinisi. Untuk badan kapal ada puluhan nama, cara pembuatannya, cara penggunaannya,” kata dia.

Secara pribadi, Liebner mengakui ketertarikannya dengan perahu layar. Kalau kita lihat, tradisi teknologi yang ada di Bulukumba, seperti di Tanah Beru, dia menyebut warisan pembuatan kapal di lokasi itu telah berlangsung selama 400 tahun. Akan tetapi, teknologi yang ada dalam setiap bagian-bagian dalam perahu yang dibangun telah berusia ribuan tahun.

Baca Juga:   Cari Venue Ulang Tahun di Kuta? Cek Penawaran Spesial dari Quest Hotel Kuta

“Sudah berlangsung 2.000 hingga 3.000 tahun, karena dari sekian banyak titik pada detil detil pembuatan itu, mewarisi cara membuat perahu yang diciptakan oleh orang astronesia, dan diteruskan diteruskan (diwariskan),” ungkapnya.***(bersambung)

Editor – Igo Kleden

 

Berita Terkait