Disambut di Kepulauan Selayar
SELAYAR|PARADISO.CO.ID – Perjalanan INDO SEAMORE masih berlanjut. Saya, para divers dan crew masih terus melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Selayar keesokan harinya, Sabtu (18/5). Usai melakukan sekali dive di Pulau Pasih kamu menuju ke Pelabuhan Selayar. Ada yang menarik. Ternyata INDO SEAMORE diterima oleh pemerintah Kabupaten Selayar.
Haji Erwin bersama Wakil Bupati Kabupaten Selayar, Saiful Arif. FOTO – IST.
Penyambutan INDO SEAMORE di Pelabuhan Selayar. FOTO – IST.
INDO SEAMORE bergerak perlahan dan akhirnya berlabuh dengan gagahhnya di Pelabuhan Selayar. Satu persatu penghuni INDO SEAMORE beranjak dari dek, turun ke pelabuhan dan diarak menuju ke transport yang sudah disiapkan. Sebelumnya para awak INDO SEAMORE diterima oleh rombongan dari Kabupaten Selayar yang dipimpin langsung oleh Kadis Pariwisatanya, Drs. Hisbullah Kamaruddin. Kadis Pariwisata yang ingin mengembangkan pariwisata secara utuh ini kemudian menyematkan selendang selamat datang kepada Haji Ervin, Sang Peracik dan juga pemilik kapal pinisi INDO SEAMORE. Penyambutan ini makin meriah dengan diiriigi tarian penyambutan oleh ‘nona-nona’ makasar yang terkenal, cantik, luwes dan ramah.
Suasana makin terasa hangat sehangat senja sore itu di Selayar. Seolah merestui perjalanan singgah kami di Kepulauan Selayar alampun sangat bersahabat memancarkan sinar senja kemerah – merahan yang mempesona di ufuk barat Selayar. Semenetara INDO SEAMORE kami tinggalkan di pelabuhan dan bergerak menuju salah satu objek wisata yang terkenal di Kabupaten Selayar yakni Perkampungan Tua Bitombang. Kampung ini unik dengan rumah adat yang masih dijaga kelestariannya. Jalan menuju kampung ini tergolong mulus, hanya butuh waktu 20 menit dari Pelabuhan Selayar kita sudah sampai di Kampung unik ini.
Kampung Bitombang
Memasuki kampung Unik dan bersejarah ini kami diterima oleh Wakil Bupati Kabupaten Selayar, H Saiful Arif. Keramahan Wakil Bupati dan masyarakat Kampung Bitombang, serasa saya berada di kampung sendiri di Flores. Dengan berjalan beriringan dengan Haji Erwin, sang pemilik INDO SEAMORE, Wakil Bupati mengajak kami untuk menyaksikan atraksi bela diri Kontaw yang masih lestari dan dipelajari oleh semua kalangan usia. Ini adalah sebuah atraksi seni dan budaya yang dipadukan dengan kearifan lokal masyarakat Kepualauan Selayar. Sebelum tampil, para pemain melewati ritual tertentu, termasuk membaca sejenis mantra berbahasa selayar yang diajarkan secara turun temurun.
Wakil Bupati Saiful Arif dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa Kepulauan Selayar memiliki banyak potensi wisata yang siap untuk dikembangkan seperti wisata bahari dan wisata budaya. “Kita akan menggandeng siapapun yang bersama-sama mau mengembangkan wisata di Kepulauan Selayar, termasuk dengan Haji Erwin, INDO SEAMORE dan juga para divers,” ujar Saiful.
Kampung Tua Bitombang
Kampung Tua Bitombang adalah salah satu obyek wisata budaya yang memiliki keunikan pada rumah warga. Kampung bersejarah di Kepulauan Selayar ini berada di pedalaman Pulau Selayar, tepatnya di wilayah kelurahan Bontobangung, Kecamatan Bontoharu.
Kampung Bitombang dikenal dengan bangunan rumah tua warga yang berdiri di atas tiang-tiang kayu setinggi belasan meter, mengikuti bentuk topografi tanah yang memang bertebing dan curam.
Konstruksi rumah tua warga inilah yang kemudian menjadi sebuah keunikan bersejarah dan diminati oleh wisatawan. Dan rasanya tidak mungkin rumah dapat berdiri hanya dengan tiang-tiang yang ditumpangkan di tanah.
Rumah-rumah ini tahan sampai kurang lebih 90 tahun, dan konon tinggi rumah tersebut berhubungan dengan umur penghuninya. Pemandangan yang bisa dilihat dari rumah sungguh sangat indah. Ditambah warganya yang ramah dan sejumlah keunikan lainnya dari Kampung Tua Bitombang.
Kabupaten Kepulauan Selayar tidak hanya kaya dengan potensi pariwisata bahari, Bumi Tanadoang juga menyimpan banyak peninggalan sejarah seperti halnya jangkar raksasa di kampung Padang dan Gong Nekara di kelurahan Bontonbangun. Selain itu, terdapat berbagai keunikan berbasis kearifan lokal masyarakat selayar.
Tiang rumah yang kebanyakan berasal dari kayu bitti, dipasang menyesuaikan dengan kondisi geografis Kampung Bitombang yang berada di daerah ketinggian dimana struktur tanah kebanyakan berbentuk tebing.
Bukan hanya dari segi bentuk, usia rumah yang telah mencapai ratusan tahun, menjadikan perkampungana tersebut sebagai miniatur Selayar di masa silam. Jendela disemua sisi rumah, keberadaan serambi, dan atap rumah dengan bahan dasar bambu menjadi ciri khas rumah penduduk di Kampung tua Bitombang. Kehadiran tumbuhan tai angin di tiang-tiang rumah menandakan usia rumah yang telah melewati hitungan abad.
Usia penduduk yang rata-rata mencapai 100 hingga 120 tahun juga menjadi salah satu fenomena di kampung berpenduduk sekitar seratus kepala keluarga itu. Banyak yang meyakini bahwa kualitas hidup masyarakat Bitombang sangat dipengaruhi oleh pola hidup yang senantiasa harmoni dengan alam sekitar. Penggunaan peralatan modern masih sangat jarang ditemui.
Segala keperluan bahan makanan seperti sayuran dan buah-buahan yang tersedia diperkampungan tersebut, membuat masyarakat sangat jarang mengkonsumsi menu makanan olahan yang sarat bahan-bahan kimia.
Dalam hidup sehari-hari, budaya menghindari pantangan yang diajarkan oleh orang – orang tua terdahulu mereka, masih sangat dipatuhi.
Untuk menuju kesana, pertama tama anda harus menuju ke Makassar, Ibukota Sulawesi Selatan. Dari Makassar, terdapat maskapai Wings Air yang terbang dari Bandara Internasional Sultan Hasanudin di Makassar menuju Bandara H. Aroeppala di Selayar.
Alternatif lain, anda dapat pergi melalui jalur darat dari Makassar menuju Tanjung Bira lalu menaiki ferry menuju ke Selayar. Perjalanan menuju Selayar membutuhkan waktu sekitar 2 jam sebelum sampai di Pelabuhan Pamatata di Selayar.
Selanjutnya perjalanan ke kota Benteng membutuhkan waktu satu jam. Di kota Benteng, anda dapat menyewa kendaraan roda empat ataupun roda dua untuk mengunjungi Kampung Tua Bitombang. Dari kota Benteng, Perjalanan ke Kampung Tua Bitombang membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit.***
Editor – Igo Kleden
