Pengamanan Pariwisata Butuh Biaya Ekstra

PRAYA—Biaya operasional keamanan pariwisata di Kecamatan Pujut, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika saat ini masih belum jelas. Pihak kecamatan melalui Sat Pol PP pun belum bisa berbuat banyak. Begitu pula dengan SOP maupun dana operasional belum ada kejelasan dari Pemkab Lombok Tengah. Apalagi, dalam pengamanan ini butuh visi dan misi yang sama. Terutama dalam memberikan rasa aman kepada wisatawan di tempat-tempat hiburan malam maupun objek wisata. Sehingga keresahan masyarakat saat ini bisa dikurangi dan disikapi.


“Kalau tidak ada biaya, kinerja aparat keamanan pasti tidak bisa maksimal. Petugas juga kan butuh dana untuk patroli dan lain-lain, apalagi kawasan kita cukup luas,” terang Camat Pujut, Lalu Sungkul.
Selama ini lanjut Sungkul, masyarakat kerap mengadu dan menyampaikan keluhan minimnya penanganan aksi kriminal di kawasan pariwisata ke kecamatan. Namun karena terbentur anggaran, kinerja personel Trantib dan pengamanan terpadu pun tidak bisa maksimal. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Apalagi, wilayah Pujut cukup luas dibandingkan kecamatan lain.


Untuk itu, untuk sementara ia meminta warga agar memaksimalkan peran BKD desa-desa yang berada di kawasan wisata. Namun jika sudah mengarah ke kriminal berat, ia mempersilakan warga melapor ke pihak kepolisian. Jangan sampai akibat ketidakwaspadaan, pembangunan dan pengembangan pariwisata terhambat. Untuk itu, selaku camat, dirinya akan berupaya agar anggaran Kecamatan Pujut lebih besar ketimbang kecamatan lain. Sebab prospek KEK ini juga harus dihendel oleh kecamatan.
“Intinya kecamatan harus jadi motor penggerak keamanan ini,” pungkas mantan Kabid Destinasi di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ini. (ello)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.