BALI|PARADISO.CO.ID – Kaniva International terus berupaya menumbuhkan minat generasi muda untuk mempersiapkan diri menyongsong masa depan agar makin percaya diri dalam memasuki dunia kerja kelak.
Berbagai event telah digelar oleh sekolah international yang berlokasi di Mengwi ini. Salah satunya yang dilakukan pada Rabu, (21/4) adalah menggelar kompetisi ‘Dessert Plating and StoryTelling’ antar siswa-siswi SMA/SMK Se-Bali.
Event yang digelar dalam rangka perayaan Hari Kartini 2021 dengan tema ‘Inspiration of Kartini 2021 – Dessert Plating and StoryTelling Competition’ ini diikuti 20 peserta yang terdiri dari 5 peserta untuk Dessert Plating dan 15 peserta untuk Story Telling.
Gus Suranata yang akrab disapa Gusur saat ditemui di Kaniva International menjelaskan event ini dimaksudkan untuk memberi wadah atau ruang gerak kepada talenta – telenta muda untuk berkreasi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
PEMENANG. Para pemenang lomba ‘ StoryTelling & Dessert Plating Competition. FOTO – IST
Sementara itu, Director of Training & Development Ni Wayan Sus Ekawati mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah kepada generasi muda khususnya anak-anak SMA/SMK untuk terus berkarya dalam situasi apapun.
Ekawati melanjutkan, mudah-mudahan dengan event ini memberikan tempat kepada anak-anak untuk berkreasi. Yang punya kemampuan dalam bahasa inggris untuk terus diasah dan yang punya kemampuan di F&B, Pastry and bakery mereka juga bisa terus berkarya.
Kegiatan ini direncanakan akan rutin dilakukan setiap tahun sehingga bisa diplaningkan dengan lebih matang lagi oleh para peserta. “Semoga tahun depan lebih banyak lagi peserta yang berminat dan ikut serta dalam event ini,” tambah Eka yang juga pernah menjadi Training Quality & Development Manager di The Trans Resort Bali ini.
Adapun dalam kegiatan ini Kaniva International juga memberikan apresiasi kepada para pemenang dengan menyediakan reward berupa stay di villa, juga stay di camp, serta menikmati sejumlah menu favorite di Student Coffee. Menurut Eka, ini perlu agar anak – anak ini bisa mendapatkan ekperience juga.
Sementara Chef I Gede Agus Susanta, yang menjadi salah seorang tim Juri event ini menegaskan bahwa event ini penting sekali. Mengapa? Karena anak – anak muda dari awal atau usia muda sudah dididik untuk mencintai kuliner atau jajanan Bali.
Menurut Agus yang juga Chef pada Merusaka Hotel Nusa Dua ini bahwa kuliner Nusantara khususnya kuliner atau jajajan Bali sangat kaya akan rasa.
Jadi penting anak-anak ini dilatih untuk memahami kekayaan kuliner Bali dan mereka wajib mengembangkannya.
“Jangan salah bahwa jajanan Bali memang saat ini sudah mulai masuk di hotel – hotel berbintang di Bali. Jadi berbanggalah kita dan berbanggalah adik – adik yang memilih untuk mendalami pastry & bakery,” papar Agus.
PENILAIAN. Chef I Gede Agus Susanta dan Chef Ayu saat memberikan penilaian kepada salah seorang peserta. FOTO – IST.
Agus juga tidak menampik, ada beberapa hal yang memang perlu diperhatikan secara serius dalam mengelola jajanan atau kuliner Bali terutama soal higienis. “Masih ada kesan kurang higienes tapi saya kita itu dapat diperbaiki ke depan dengan memberikan pemahaman dan kemasan – kemasan yang menarik minat. Dari sisi rasa tidak kalah. rasa kita unik. Kita tinggal meningkatkan higinis dan memperbaiki tekstur agar kelihatan lebih menarik,”tegas Agus yang juga Ketua Indonesia Pastry Aliance (IPA) atau Asosiasi Pastry Indonesia (API) Regional Bali ini.
Kuliner kita akan menjadi tuan rumah di tempat kita sendiri dengan cara terus menggalakkan pelaksanaan event kuliner. Di sanalah kita akan menonjolkan keunggulan masakan tradisional kita agar makin dicintai dan diminati, demikian papar Agus Susanta. ***
Editor – Igo Kleden
