Home News Pipa Pamsimas Dirusak, Ratusan Warga di Pauh Terancam Kekurangan Air Bersih

Pipa Pamsimas Dirusak, Ratusan Warga di Pauh Terancam Kekurangan Air Bersih

by Bali Paradiso
0 comment

PADANG — Ratusan kepala keluarga di Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, terancam tidak mendapatkan pasokan air bersih setelah sekelompok pemuda merusak pipa Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) di kawasan Koto Baru.

Aksi perusakan tersebut terjadi pada Selasa (7/10/2025) dan baru diketahui warga sekitar pukul 19.00 WIB, setelah sejumlah pengguna air melaporkan aliran air ke rumah mereka tiba-tiba terhenti.

Ketua Pengurus Pamsimas Koto Baru, Zalmaidi, membenarkan adanya aksi vandalisme tersebut. Ia menyebutkan, sedikitnya empat pipa utama rusak berat akibat ulah oknum tak bertanggung jawab itu.

“Ada empat pipa yang dirusak sehingga aliran air terhenti total. Kami sangat menyayangkan tindakan bergaya premanisme seperti ini, karena fasilitas air bersih adalah kebutuhan hidup orang banyak,” ujar Zalmaidi yang akrab disapa Edi.

Tidak terima dengan tindakan tersebut, pihak pengurus Pamsimas langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Pauh. Zalmaidi menyertakan alat bukti berupa rekaman video dan foto-foto kondisi pipa yang dirusak dalam laporan tersebut.

“Air adalah sumber kehidupan. Merusak pipa air bersih berarti mengganggu hak hidup masyarakat. Kami berharap polisi bisa segera menangkap para pelaku,” tambahnya.

Laporan pengurus Pamsimas telah diterima oleh AIPTU Doni, penyidik Polsek Pauh. Ia memastikan pihak kepolisian akan segera menindaklanjuti kasus tersebut.

“Kami akan melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap dugaan pengerusakan fasilitas umum ini. Setiap tindakan yang merugikan masyarakat akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Doni.

Baca Juga:   Sekda Dewa Indra: PMI Berangkat Akhir April Diupayakan Dapat Vaksin Kedua Setelah 14 Hari

Sementara itu, Nurbaini, tokoh masyarakat sekaligus aktivis perempuan di Koto Baru Limau Manis Selatan, menduga aksi perusakan pipa ini dipicu oleh konflik terkait penggunaan jalan oleh sebuah perusahaan peternakan ayam di wilayah tersebut.

“Pihak perusahaan terus memaksakan kendaraan berat yang tidak sesuai tonase untuk melewati jalan lingkungan. Hal ini menimbulkan ketegangan di masyarakat, dan akhirnya berdampak pada tindakan yang tidak seharusnya terjadi,” jelas Nurbaini.

Ia mengimbau para pemuda di wilayahnya untuk bertindak dengan bijak dan tidak mudah terpancing emosi, agar tidak menimbulkan kerugian lebih besar bagi masyarakat sendiri.

“Jangan sampai kita merugikan diri sendiri dan warga lain karena tindakan yang tidak dipikirkan dengan matang,” ujarnya.

Nurbaini juga menyayangkan lambannya respons pemerintah kelurahan dan kecamatan dalam menangani persoalan ini, sehingga situasi di wilayah Koto Baru semakin berlarut.

“Masalah ini seharusnya bisa diselesaikan lebih cepat jika pemerintah setempat tanggap dan hadir di tengah masyarakat,” tambahnya.

Hingga kini, warga masih bergotong royong memperbaiki sementara aliran pipa yang rusak sambil menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian.***

Berita Terkait