PADANG — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Muhidi mengingatkan pentingnya menyiapkan generasi muda agar mampu menghadapi perubahan teknologi dan persaingan dunia kerja yang semakin terbuka.
Pesan tersebut disampaikan Muhidi saat bertemu masyarakat dalam kegiatan reses di Perumahan Mega Permai I, RT 03 RW 12, Kelurahan Padang Sarai, Selasa (18/8/2026).
Menurut Muhidi, perkembangan teknologi telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan. Arus informasi bergerak sangat cepat dan persaingan tenaga kerja kini tidak lagi terbatas pada wilayah tertentu.
“Anak-anak kita harus disiapkan menghadapi perkembangan zaman. Kalau sumber daya manusia kita tidak dipersiapkan sejak sekarang, kita akan terlambat,” ujar Muhidi.
Ia mengatakan, keluarga dan lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda. Selain pendidikan formal, anak-anak perlu memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal menghadapi dunia kerja.
Muhidi pun mendorong orang tua untuk mempertimbangkan pendidikan vokasi sebagai salah satu pilihan bagi anak sesuai minat dan kemampuan mereka.
“SMK itu disiapkan untuk dunia kerja. Kalau anak-anak kita punya skill, peluangnya sangat terbuka. Negara seperti Jepang, Jerman, Arab Saudi dan negara lainnya membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan,” katanya.
Menurutnya, keterampilan yang dimiliki generasi muda harus terus dikembangkan agar mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi baru.
Namun, Muhidi menilai kemampuan teknis saja tidak cukup. Perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi harus diimbangi dengan karakter, moral dan nilai keimanan.
“Dunia ini semakin tanpa batas. Informasi tidak terbendung dan pergaulan semakin terbuka. Karena itu, anak-anak kita harus memiliki ilmu sekaligus iman,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap perubahan. Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya dilihat sebagai peluang, bukan semata-mata ancaman.
“Kita harus mengubah mindset. Kalau kita berpikir positif, kita akan melihat banyak peluang. Jangan sampai anak-anak kita hanya menjadi penonton di tengah perubahan yang begitu cepat,” tuturnya.
Reses sebagai Ruang Menyerap Aspirasi
Selain membahas kesiapan generasi muda, Muhidi juga mendengarkan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembangunan di lingkungan Mega Permai dan Kelurahan Padang Sarai.
Ia menegaskan, reses merupakan salah satu sarana penting bagi anggota DPRD untuk mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Di sinilah kesempatan kita untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan warga menjadi bagian penting dalam memperjuangkan pembangunan,” ujarnya.
Muhidi mengatakan, DPRD memiliki tanggung jawab sebagai mitra pemerintah daerah untuk ikut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui kebijakan pembangunan dan peningkatan kualitas pendidikan sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.
“Anggota dewan harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Ada tanggung jawab kita sebagai mitra pemerintah daerah untuk mendorong kesejahteraan dan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia,” katanya.
Lurah: Warga Bisa Sampaikan Aspirasi Langsung
Lurah Padang Sarai Masrul mengapresiasi kehadiran Muhidi dalam kegiatan tersebut. Ia menilai dialog langsung antara masyarakat dan wakil rakyat penting untuk memastikan kebutuhan warga dapat disampaikan melalui jalur yang tepat.
“Terima kasih kepada Ketua DPRD Sumbar yang telah hadir di tengah masyarakat kami, khususnya warga Mega Permai. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung,” ujar Masrul.
Ia berharap berbagai kebutuhan pembangunan yang disampaikan masyarakat dapat menjadi perhatian dan diperjuangkan sesuai mekanisme yang tersedia.
Masrul juga mengingatkan warga agar ikut menjaga hasil pembangunan yang telah diberikan pemerintah.
“Kita juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan memelihara seluruh pembangunan yang telah diberikan pemerintah, baik melalui pokok-pokok pikiran maupun program lainnya,” katanya.
Reses tersebut akhirnya tidak hanya menjadi forum menyerap aspirasi pembangunan, tetapi juga menjadi ruang untuk membicarakan masa depan generasi muda.
Pesan Muhidi jelas: Sumatera Barat membutuhkan pembangunan yang tidak hanya memperkuat infrastruktur, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki ilmu, keterampilan, karakter, dan kemampuan beradaptasi agar mampu menjadi pelaku utama di tengah perubahan dunia.
