Tiga Negara Asia Tenggara Ramaikan Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2019

Sumatera Selatan (Paradiso) – Sebanyak 279 pesepeda dari dalam dan luar negeri turut ambil bagian dalam Kegiatan Sriwijaya Ranau Gran Fondo 201. Ajang yang baru pertama kali diadakan ini diikuti 276 pesepeda dalam negeri, dan tiga peserta dari Malaysia, Brunei dan Singapura.

Sedangkan rute yang akan dilewati meliputi Banding Agung – Simpang Sender- Buay Rawan- Muara Dua – Buay Rawan- Simpang Sender- Vila PUSRI Menyusuri pinggiran Danau Ranau kembali ke Banding Agung. Total rute sekitar 115 KM dengan lama tempuh 5-6 jam.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan para peserta nyusuri pinggiran Danau Ranau kembali ke Banding Agung dan total rute sekitar 115 KM dengan lama tempuh 5-6 jam.

“Kami ingin even ini diadakan tiap tahun secara kontinyu. Apalagi infrastruktur dari kota Palembang sudah dibenahi sehingga jalan menuju ke sini sudah semakin mudah,” ujar Herman Deru, saat pembukaan Sriwijaya Ranau Gran Fondo, Sabtu (9/11/2019).

Ia berharap nantinya even ini menjadi kelas dunia dan sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata Danau Ranau ke mancanegara.

“Bahkan kami sudah minta akses menuju ke sini semakin terbuka dengan akan dibangunnya bandara Danau Ranau,” tandas Herman Deru.

Menurutnya, event Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2019 ini sudah diakui oleh nasional bahkan internasional. Bahkan, optimis dengan adanya event ini Danau Ranau dapat segera menjadi salah satu destinasi wisata andalan nasional ke depannya.

“Sekarang Ranau Fondo ini sudah diakui nasional bahkan internasional sehingga kedepan keindahan Danau Ranau dan masyarakatnya semakin dikenal luas,” jelasnya.

Pihaknya meminta kepada pemerintah daerah untuk selalu mendukung acara ini bukan sebatas penyelenggara saja. Tetapi event seperti ini juga harus memahai dampaknya bagi perekonomian daerah.

“Sekarang Ranau Gran Fondo ini sudah diakui nasional bahkan internasional. Tanpa semua pihak aspek terutama keamanan dan kenyamanan dari masyarakat, juga TNI dan Polri tentu tidak akan bisa. Makanya ini harus didukung semua pihak. Karena Butuh untuk mengamankan dan melakukan pengawasan ini butuh energi,” tandas Herman Deru.

Gubernur juga berharap, Kabupaten OKU Selatan akan selalu mendukung acara ini bukan sebatas penyelenggara saja. Tapi lebih dari Kabupaten ini juga harus paham betul dampak event ini pada perekonomian daerah.

Sementara di tempat yang sama Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kemenparekraf, Dadang Rizki Ratman, menjelaskan Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2019 merupakan kompetisi bersepeda jarak jauh dan mendaki bertaraf Internasional di sekitaran Danau Ranau.

Danau Ranau tercatat sebagai danau terbesar kedua di Sumatera setelah Danau Toba. Danau ini terletak di perbatasan Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatra Selatan dan merupakan event yang pertama dilaksanakan di Sumatera Selatan.

“Event ini merupakan event pertamakali yang di gelar di Oku Selatan, Sumatera Selatan, kegiatan ini peserta sepeda balap akan menempuh jarak sekitar 115 km dalam kurun waktu 5-6 jam,” ujar Dadang.

Tujuan dari Event Sriwijaya Ranau Gran Fondo, antara lain memperkenalkan potensi wisata alam dan produk-produk unggulan di Kabupaten OKU Selatan. Mendukung pencapaian target realisasi wisnus dan wisman tahun 2019, serta mempromosikan Sejuta Pesona Bumi Serasan Seandanan sebagai cerminan tentang potensi pariwisata yang kondusif, aman, dan nyaman untuk dikunjungi.

Dengan digelarnya ajang ini sekaligus mempromosikan potensi 3A Provinsi Sumatera Selatan, yakni Atraksi yaitu Alam: Gunung Dempo, Pulau Kemaro, budaya yakni Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, Museum Negeri Balaputra Dewa, Al-Qur’an Al-Akbar, Kampung Arab Al- Munawar, Kampung Kapitan, Kawah Tekurep, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Benteng Kuto Besak, Taman Bukit Siguntang, Kuliner (Bor, Gibor).

Untuk Aksesbilitas, Sumatera Selatan memiliki Bandara Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II yang memiliki kapasitas bandara dengan menampung 4.170.000 penumpang/thn.

Untuk Amenitas, yakni jumlah hotel bintang di Sumatera Selatan tahun 2017 yaitu 74 hotel dengan jumlah kamar 5902. Jumlah Hotel non bintang di Sumatera Selatan tahun 2017 berjumlah 329 dengan jumlah kamar 6.467.

Asisten Deputi Investasi Pariwisata, Henky H.P Manurung S.Par menyambut gembira melihat ratusan peserta, masyarakat dan tamu yang hadir bahkan anak-anak sekolah dapat menikmati keindahan Danau Ranau dengan senang hati.

“Dengan kesuksesan penyelenggaraan ini kami ingin Sriwijaya Ranau Gran Fondo jadi kalender event wajib di Sumsel setiap tahun. Dan kami yakin ini akan segera menjadi destinasi utama Indonesia ke depan,” tegas Henky. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.