DENPASAR — Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mendorong perguruan tinggi untuk tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menjadi penghubung antara pengetahuan, talenta, industri, dan kebutuhan pembangunan.
Semangat tersebut menjadi salah satu isu utama dalam China-Southeast Asia Forum on Higher Education and Industry Cooperation 2026 yang digelar Tsinghua Southeast Asia Center (Tsinghua SEA) pada 3–4 Oktober 2026 di United In Diversity (UID) Bali Campus, KEK Kura Kura Bali.
Forum yang mempertemukan akademisi, pemerintah, pemimpin industri, dan mitra internasional itu membahas penguatan kerja sama pendidikan tinggi, inovasi, pengembangan talenta, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Chairman of the Tsinghua University Council, Prof. Qiu Yong, mengatakan peran perguruan tinggi semakin penting di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat, khususnya di era AI.
Menurut Qiu, melalui Tsinghua SEA, Tsinghua University ingin menghubungkan universitas, pemerintah, industri, dan masyarakat untuk mempercepat aliran talenta, pengetahuan, dan inovasi sesuai kebutuhan Indonesia dan Asia Tenggara.
Komitmen tersebut juga mendapat perhatian dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan industri untuk mempercepat transformasi ekonomi berbasis pengetahuan.
Direktur Eksekutif Tsinghua Southeast Asia Center Shobi Lawalata mengatakan transfer pengetahuan AI menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia menghadapi perubahan ekonomi dan teknologi.
Dalam konteks tersebut, Tsinghua SEA dan UID bersama Kementerian Komunikasi dan Digital mengembangkan UID Bali Campus sebagai Garuda Spark Innovation Hub.
Hub tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan pengembangan talenta muda di bidang AI dan teknologi sekaligus membangun ekosistem inovasi yang lebih terhubung dengan kebutuhan industri.
Presiden United In Diversity Tantowi Yahya mengatakan kerja sama Tsinghua dengan Indonesia telah berkembang melalui berbagai program, antara lain Knowledge Innovation Technology Alliance (KITA) dan Happy Digital X.
Tsinghua juga disebut berkontribusi dalam pengembangan perencanaan infrastruktur digital yang efisien dan berkelanjutan, termasuk pengalaman yang telah diterapkan di Kabupaten Sumedang.
Forum tersebut turut membuka peluang pengembangan teknologi dan inovasi di bidang energi hijau. Kehadiran perusahaan energi global seperti Envision menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi Selatan-Selatan dalam mendukung transisi energi.
Salah satu hasil konkret forum adalah peresmian Envision Indonesia Sustainable Development Center, Tsinghua University, yang dikembangkan bersama Envision Energy untuk mendorong proyek infrastruktur net-zero dan pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, empat MoU ditandatangani antara Tsinghua University dan perguruan tinggi Indonesia, yakni Institut Teknologi Del, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Teknologi Bandung, dan IPB University.
Kerja sama tersebut diarahkan pada riset, pertukaran akademik, pengembangan kapasitas, dan inovasi yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri.
Bagi Tsinghua SEA, penguatan talenta, teknologi, riset, dan inovasi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kolaborasi jangka panjang di Asia Tenggara.
Melalui platform tersebut, Bali diposisikan sebagai salah satu ruang pertemuan antara pendidikan, teknologi, industri, dan agenda pembangunan berkelanjutan di kawasan.***
