Paradiso

Udara Padang Tampak Berkabut, Nanda Satria Ingatkan Warga Jaga Kesehatan dan Pakai Masker

PADANG — Warga Kota Padang diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi udara yang tampak berkabut di sejumlah wilayah Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nanda Satria, mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap menjaga kesehatan, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, serta memperhatikan informasi resmi mengenai perkembangan cuaca dan kualitas udara.

“Jangan lupa jaga kesehatan dan kalau kondisi udara kurang baik, gunakan masker. Yang terpenting masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG,” ujar Nanda.

Nanda mengatakan, kondisi udara yang terlihat berkabut tidak otomatis menunjukkan terjadinya kabut asap akibat kebakaran hutan atau lahan. Secara meteorologis, fenomena haze dapat terjadi ketika partikel-partikel kering seperti debu, aerosol, asap, dan polutan tersuspensi di atmosfer sehingga membuat langit tampak keabu-abuan dan jarak pandang berkurang.

Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab fenomena tersebut dan menjadikan informasi BMKG sebagai acuan.

“Kita perlu memahami dulu penyebabnya secara tepat. Jangan sampai masyarakat langsung menyimpulkan bahwa udara berkabut ini merupakan kabut asap akibat kebakaran. Informasi dari BMKG perlu menjadi rujukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” katanya.

Kondisi atmosfer yang kering, minim hujan, serta lemahnya pergerakan angin dapat membuat partikel-partikel di udara lebih sulit terdispersi. Kondisi tersebut juga membuat permukaan tanah lebih kering sehingga partikel kering lebih mudah bertahan di atmosfer.

Menurut Nanda, apabila kondisi tersebut berlangsung cukup lama, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya, baik terhadap kesehatan maupun keselamatan aktivitas sehari-hari.

Ia meminta masyarakat, terutama kelompok yang sensitif terhadap perubahan kualitas udara, untuk mempertimbangkan kondisi lingkungan sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Selain itu, masyarakat yang berkendara diminta lebih berhati-hati apabila jarak pandang menurun.

“Kalau jarak pandang berkurang, pengendara harus mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan. Jangan memaksakan berkendara dalam kondisi visibilitas yang rendah,” ujarnya.

Berdasarkan pembaruan prakiraan BMKG pada 13 Agustus 2026, sejumlah wilayah Kota Padang masih mencatat potensi kondisi udara berkabut. Beberapa kawasan lainnya juga diprakirakan mengalami kondisi kabut atau asap pada periode tertentu.

Nanda menilai kondisi tersebut perlu diikuti dengan pemantauan yang berkelanjutan dari pemerintah daerah dan instansi terkait. Pemantauan terhadap kondisi cuaca, kualitas udara, titik panas, dan potensi kebakaran lahan dinilai penting sebagai langkah pencegahan.

“Kita berharap kondisi ini tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius. Pemerintah harus terus memantau, sementara masyarakat juga ikut menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” katanya.

Nanda kembali mengingatkan masyarakat agar mengutamakan kesehatan dan keselamatan.

“Tidak perlu panik. Jaga kesehatan, gunakan masker bila diperlukan, kurangi aktivitas di luar ruangan jika kondisi udara memburuk, dan selalu ikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah,” tuturnya.***

Exit mobile version