PAYAKUMBUH — Upaya meningkatkan kompetensi guru Taman Kanak-Kanak dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini terus dilakukan Universitas Negeri Padang (UNP).
Melalui Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB), dosen bersama mahasiswa Departemen Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNP, menggelar pelatihan perancangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Deep Learning dengan memanfaatkan aplikasi Canva.
Kegiatan yang mengusung tema “Pelatihan Merancang LKPD Berbasis Deep Learning dengan Menggunakan Canva bagi Guru Taman Kanak-Kanak di Kota Payakumbuh” tersebut berlangsung Kamis, 6 Agustus 2026, di TK IPHI, Kecamatan Payakumbuh Utara.
Sebanyak 36 guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTK) mengikuti pelatihan dengan antusias. Kegiatan ini diketuai Dr. Elise Muryanti, S.Pd., M.Pd., bersama tim mahasiswa PGPAUD FIP UNP.
Pelatihan menghadirkan dua pemateri, yakni Mutia Afnida, M.Pd. yang menyampaikan materi “Rancangan LKPD Berbasis Deep Learning” serta Tisna Syafnita, M.Pd. dengan materi “Penggunaan Aplikasi Canva untuk Perancangan LKPD”.
Perwakilan Dinas Pendidikan, Syafni Hasni, S.Pd., saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi kepada UNP karena memilih Kota Payakumbuh sebagai lokasi pelaksanaan pelatihan.
Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi guru dalam mengembangkan keterampilan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat pendidikan anak usia dini.
“Pelatihan ini sangat berguna untuk mengembangkan keterampilan guru-guru di Kota Payakumbuh, khususnya dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak,” ujarnya.
Dalam pelatihan, para guru tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori, tetapi juga diajak mengenal konsep pembelajaran mendalam atau Deep Learning yang mengedepankan tiga prinsip utama, yakni Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Pendekatan tersebut mendorong guru untuk menyusun LKPD yang tidak sekadar menjadi lembar tugas, tetapi mampu mengajak anak belajar dengan kesadaran, memperoleh pengalaman yang bermakna, serta menikmati proses pembelajaran.
Hasil pre-test menunjukkan sekitar 70 persen peserta telah menyadari pentingnya menyusun LKPD berdasarkan konteks pengalaman nyata dan karakteristik perkembangan anak usia dini. Pemahaman tersebut kemudian diperkuat melalui praktik penyusunan LKPD selama pelatihan.
Pada sesi berikutnya, peserta diperkenalkan dengan berbagai fitur Canva yang dapat dimanfaatkan untuk membuat LKPD lebih menarik dan interaktif. Guru juga diarahkan memanfaatkan akun belajar yang telah dimiliki untuk mendukung proses pembuatan bahan ajar secara lebih efektif.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai syarat dan ketentuan dalam menyusun LKPD yang sesuai dengan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, UNP berharap guru TK di Payakumbuh semakin siap memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan secara bijak dalam proses pembelajaran.
Pelatihan tersebut sekaligus menjadi langkah konkret UNP dalam menghadirkan pengabdian yang memberikan dampak langsung bagi pendidik dan mendukung transformasi pembelajaran anak usia dini agar semakin kreatif, kontekstual, dan menyenangkan.***
