Home News Usai Laksanakan Rakerda, SMSI Bali Keluarkan Pernyataan Sikap Pandemi Covid19 dan Pemulihan Ekonomi Bali

Usai Laksanakan Rakerda, SMSI Bali Keluarkan Pernyataan Sikap Pandemi Covid19 dan Pemulihan Ekonomi Bali

by Igo Kleden
0 comment

DENPASAR|PARADISO.CO.ID – SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) Provinsi Bali mengeluarkan pernyataan sikap terkait pandemi 19 dan pemulihan ekonomi Bali.  Pernyataan sikap ini dikeluarkan usai menggelar Rakerda yang berlangsung di Gedung PWI Bali, Denpasar Senin (26/7). Berikut pernyataannya :

Bahwa pandemi covid-19 yang melanda bangsa ini telah membuat berbagai sector kehidupan masyarakat mengalami pukulan yang luar biasa, terutma sektor kehidupan ekonomi.

Pemerintah Indonesia memang telah hadir di tengah-tengah masyarakat, tidak saja untuk membangkitkan solidaritas atas penderitaan akibat pandemi covid-19 yang sudah memasuki tahun kedua. Demikian juga pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Bali, telah melakukan upaya-upaya menjauhkan kehidupan masyarakat dari pandemi covid-19. Namun seluruh usaha tersebut ternyata tetap tidak mampu mengendalikan pandemi untuk segera memasuki era baru perekonomian Bali.

Bahwa saat ini Bali sedang disorot oleh badan kesehatan dunia WHO dan Unicef. Disorot WHO karena Bali sebagai destinasi pariwisata dunia sering menggelar berbagai event berskala internasional. Mereka ingin memastikan Bali aman dari Covid19 dengan segala penanganannya yang berstandar internasional. Syaratnya antara lain positif rate dibawah 5% dan Rasio contacts Tracing minimal 25 orang perkasus positif. Data contact Tracing jarang dibuka ke publik, dan pada saat yang sama pemerintah lebih suka membuka kasus positif perhari yang bisa menimbulkan kepanikan publik.

Bahwa saat ini di luar negeri, terjadi gelombang besar ‘black campaign’ terhadap pola penanganan pandemic covid-19 di Bali. Sejak September 2020, terdapat 11 negara melarang warganya berkunjung ke Indonesia dan sebanyak 59 negara tidak menerima orang Indonesia masuk ke negaranya. (Google Searching).

Baca Juga:   Puncak Peringatan HUT Satpol PP Ke-74 dan Satlinmas Ke-62 Tingkat Nasional Akan Dilangsungkan di Padang pada 2-3 Maret 2024

Itu sebabnya, gagasan membuka kembali Bali untuk wisatawan mancanegara dengan memilih Negara secara selektif sekali pun tidak akan berdampak signifikan terhadap pemulihan ekonomi dan pariwisata Bali.

Black campaign yang beredar di luar negeri yang mengesankan Indonesia dan Bali tidak professional menangani pandemi covid-19, sehingga menimbulkan ketakutan bagi para calon wisatawan untuk datang ke Bali adalah masalah serius yang membutuhkan solusi dan langkah-langkah yang tepat dan efisien.

Mencermati berbagai persoalan di atas maka Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali dalam rakerda tahun 2021 yang diselenggarakan tanggal 26 Juli 2021, mengimbau dan mengusulkan kepada Pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dan Kabupaten se-Bali untuk melakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Mendukung sepenuhnya upaya-upaya pemerintah Provinsi Bali, Kabupaten/Kota, TNI dan Polri dalam percepatan penanggulangan pandemi covid-19 di seluruh Bali.
  2. Mengajak semua pihak melakukan ‘Perlawanan” terhadap black campaign tentang penanganan pandemi covid-19 di Bali dengan menggalang kesepahaman dengan seluruh media mainstream di Bali, baik media online, media cetak dan media elektronik agar setiap hari memotret keseharian masyarakat Bali yang taat terhadap prokes penanggulangan covid-19 Bali melalui pemberitaan rutin selama 3-5 bulan.

Sebab diakui atau tidak, pemberitaan media yang massif akan berdampak bagi pencitraan Bali sebagai provinsi terbaik dalam menangani pandemi covid-19 untuk selanjutnya dapat membuka mata dunia internasional tentang Bali sesungguhnya. Ingat!!! Campaign harus dilawan dengan campaign.

  1. Sebagaimana Pemerintah Pusat telah bekerjasama dengan seribu lebih media online di seluruh Indonesia melalui program fellowship atau UBAH LAKU, maka dianjurkan agar Pemerintah Provinsi Bali mem-breakdown program UBAH LAKU tersebut untuk Provinsi Bali dengan melibatkan sebanyak mungkin media online, cetak dan elektronik.
  2. Menetapkan Dinas Kominfos Provinsi dan Kabupaten Kota se Bali bersama seluruh organisasi media dan organisasi wartawan yang ada di Bali sebagai garda terdepan untuk melakukan sosialisasi keseharian masyarakat Bali yang menunjan pencitraan Bali sebagai provinsi terbaik dalam menangani pandemic covid-19.
  3. Data contact Tracing perlu dibuka ke publik untuk menunjukan keseriusan pemerintah menangani Covid19 di Bali dengan tetap mempertimbangkan berbagai ketentuan yang berlaku. Ini untuk menjaga keseimbangan publikasi berlebihan terhadap data kasus positif baik secara nasional maupun lokal yang menimbulkan kepanikan, sekaligus citra WHO terhadap Bali semakin positif.
Baca Juga:   Tunggangi Trabas, Gubernur Mahyeldi, Danrem 032/Wbr, dan Beberapa Kepala Instansi Tinjau Progres Tol Padang-Sicincin

 

Denpasar, 26 Juli 2021

PENGURUS PROVINSI

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) Provinsi Bali

 

Emanuel Dewata Oja                                               Arief Wibisono

          Ketua                                                                       Sekretaris

 

Berita Terkait