Home Destinasi Wisata Sambil Olahraga di Jogja

Wisata Sambil Olahraga di Jogja

by Bowo
0 comment

Jakarta (Paradiso) – Destinasi wisata di Yogyakarta seperti tak pernah habis. Tiap tahun, ada saja destinasi wisata baru, entah yang wisata buatan atau wisata alam, apalagi wisata kulinernya.

Pada 18 – 22 Desember 2023, (Gwan Chin Basketball School) GCBS tengah menghelat turnamen basket antar club nasional usia 10 hingga 18 tahun. Sambil mendampingi putra dan putrinya bertanding, para orang tua dapat memanfaatkan waktu untuk menajajal destinasi-destinasi wisata baru terdekat.

National GCBS 9th Open Tournamen mempertandingkan basket dengan kelompok usia 10, 12, 16 dan 18. Khusus kelompok usia (KU) 10 mix, dalam satu tim akan ada pemain laki-laki dan perempuan. Sedangkan KU 12, 14, 16, 18 pemain laki-laki dan perempuan dimainkan secara terpisah.

GCBS adalah sekolah basket di Yogyakarta yang dimotori oleh Gwan Chin, legenda basket nasional. Salah satu pertandingan hari ini (19/12) memainkan UK 10 mix antara club Kingdom (Tangerang) dan Tri Dharma (Sidoarjo) di GOR Kridosono. Tim Kingdom mengakhiri pertandingan dengan skor akhir 56 – 22.

Membawa putra-putri asuhannya pelatih tim Kingdom, Eka Dwi Sapta memiliki harapan besar terhadap perkembangan dunia basket anak-anak. Selain untuk memompa mental juara dan kompetisi, ia juga ingin menanamkan nilai-nilai kehidupan sejak dini.

Lagi-lagi minimnya kompetisi dengan jenjang umur yang merata, membuat perkembangan basket usia muda lebih berat.

Baca Juga:   Pastikan Kesiapan Destinasi, Menteri Pariwisata Sosialisasikan Surat Edaran Libur Sekolah 2025

“Saya lihat kompetisi untuk basket junior sangat sedikit. Sering pun ada, kompetisi tersebut tidak memainkan banyak jenjang umur, sehingga untuk mengasah ketrampilan pebasket junior lebih banyak tantangannya,” ujar coach Eka.

Ia tak menampik peran orang tua sebagai motor utama bagi para pemain-pemain basket junior. Eka pun mengungkapkan, bahwasannya perhatian dari stakholder juga sangat diharapkan untuk menjaring pemain-pemain muda agar dapat menjadi pemain profesional.

“Dalam tim basket junior, peran orang tua sangat penting karena pemain-pemainya masih belia. Disamping itu, pemangku kebijakan juga harus jeli melihat dan mendorong potensi-potensi muda agar mereka nantinya lebih siap untuk menjadi pemain profesional”, pungkasnya.

Bagi wisatawan yang suka dengan olahraga basket, National GCBS 9th Open Tournament masih melangsungkan pertandingan basket hingga tanggal 22 Desember nanti. Yuk beri semangat tim-tim dari daerah anda di GOR Kridosono, GOR Klebengan dan Lapangan Basket SMU BOPKRI 1 pada jam 08.00 – 21.20 wib. Tiket Gratis.

Apa jadinya jika ada turnamen di sebuah destinasi wisata dengan area yang luas, dibungkus dengan pertunjukan seni dan pesta kuliner? Barangkali ada stakeholder yang berminat mengembangkannya? (*)

Berita Terkait