Home Sosial Safari Ramadan di Nanggalo, Ketua DPRD Sumbar Serap Aspirasi Normalisasi Sungai dan Rehab Rumah

Safari Ramadan di Nanggalo, Ketua DPRD Sumbar Serap Aspirasi Normalisasi Sungai dan Rehab Rumah

by Bali Paradiso
0 comment

PADANG — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menggelar Safari Ramadan di Masjid Nurul Yakin, Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Kamis (19/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyerapan aspirasi masyarakat, terutama terkait penanganan pascabencana hidrometeorologi.

Dalam sambutannya, Muhidi menegaskan Ramadan bukan sekadar ibadah ritual, tetapi momentum membangun karakter dan kepedulian sosial. Ia berharap latihan spiritual selama sebulan penuh dapat membentuk masyarakat yang peduli lingkungan, berakhlak, dan memiliki solidaritas tinggi.

Terkait penanganan pascabencana, Muhidi memastikan seluruh usulan telah dimasukkan dalam dokumen R3P (Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana) dengan total kebutuhan anggaran lebih dari Rp32 triliun.

“Semua sudah kita kirim ke pusat. Saat ini kita menunggu kebijakan pemerintah pusat. Kita berharap bisa lebih cepat agar aspirasi masyarakat segera terwujud,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagian kebutuhan dasar seperti penanganan sungai besar, jalan provinsi, jalan nasional, serta irigasi sudah dalam proses dan tinggal menunggu tahap pelaksanaan.

Dalam dialog bersama warga, aspirasi yang mengemuka antara lain normalisasi sungai dan pembangunan pengedaman. Kelurahan Gurun Laweh termasuk wilayah yang terdampak cukup parah akibat bencana hidrometeorologi.

Ketua RW 02 setempat menyampaikan bahwa dari 100 persen data rumah terdampak banjir yang diajukan, hanya sekitar 20 persen yang lolos verifikasi untuk menerima bantuan rehabilitasi rumah. Warga berharap data yang belum terakomodasi dapat diusulkan kembali melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padang.

Baca Juga:   Bupati Tapanuli Tengah Apresiasi Bantuan Rendang dari Gubernur Sumbar Saat Bencana Hidrometeorologi

Menanggapi hal itu, Muhidi menegaskan seluruh aspirasi akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minrofa, menjelaskan awalnya terdapat sekitar 4.000 rumah rusak ringan yang diusulkan. Namun, berdasarkan klasifikasi Kementerian Dalam Negeri, hanya sekitar 200 rumah di Kecamatan Nanggalo yang diverifikasi dan diakui.

Raju merinci kategori kerusakan rumah, yakni rusak ringan (20–30 persen struktur bangunan), rusak sedang (30–70 persen), dan rusak berat (di atas 70 persen).

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Padang juga masih menunggu potensi dana sebesar Rp371 miliar dari pemerintah pusat. Jika terealisasi, dana tersebut akan diprioritaskan untuk pembangunan drainase, selokan, serta normalisasi sungai guna mencegah banjir berulang.

Dalam kesempatan tersebut, Muhidi menyerahkan bantuan Safari Ramadan sebesar Rp50 juta untuk masjid dan tambahan Rp5 juta dari Bank Nagari.

Safari Ramadan ini menjadi bagian dari kolaborasi antara DPRD Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang dalam merespons aspirasi masyarakat sekaligus memastikan penanganan pascabencana berjalan sesuai perencanaan dan regulasi.***

Berita Terkait