PADANG — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mendorong pengawas sekolah memperkuat peran sebagai pemimpin perubahan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pengawas tidak cukup hanya menjalankan fungsi supervisi, tetapi juga harus mampu menggerakkan guru, membangun kolaborasi, serta mengawal mutu pembelajaran di sekolah.
Pesan tersebut disampaikan Muhidi dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengawas Sekolah bertajuk Pengawas Sekolah Hebat: Menginspirasi, Menggerakkan, dan Mengawal Transformasi Pendidikan Berkualitas di Padang, Selasa (3/11/2026).
Menurut Muhidi, peningkatan kualitas pendidikan merupakan bagian penting dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas sebagaimana diarahkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan keterlibatan seluruh unsur pendidikan, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, guru, orang tua, hingga peserta didik.
“Kita harus berkolaborasi dengan peran masing-masing. Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan kebersamaan dan komitmen semua pihak,” ujar Muhidi.
Ia menegaskan, pengawas sekolah memiliki posisi strategis dalam ekosistem pendidikan. Sebagai pemimpin pembinaan, pengawas harus mampu memberikan motivasi, menggerakkan potensi sekolah, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi satuan pendidikan.
“Pengawas sekolah itu pemimpin. Ketika memiliki kemampuan menggerakkan dan memotivasi dengan cita-cita yang mulia, insyaallah organisasi akan berjalan baik dan mampu mencapai tujuan yang diharapkan,” katanya.
Muhidi menjelaskan, peran pengawas harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenjang pendidikan. Pada tingkat SMA, pengawas bertugas mengawal kualitas pembelajaran agar mampu menghasilkan generasi yang berilmu, berkarakter, berpikir kritis, serta siap melanjutkan pendidikan maupun berkontribusi di tengah masyarakat.
Sementara pada jenjang SMK, pengawas perlu memastikan proses pembelajaran relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Dengan demikian, lulusan memiliki kompetensi, keterampilan, karakter kerja, dan daya saing yang dibutuhkan dunia kerja.
“Pengawas mungkin tidak berdiri langsung di depan kelas untuk mengajar siswa, tetapi melalui pembinaan terhadap guru dan kepala sekolah, pengawas ikut menentukan kualitas pembelajaran ribuan peserta didik,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Muhidi juga menyampaikan lima pilar motivasi kerja bagi pengawas sekolah. Kelimanya meliputi bekerja sebagai ibadah dan pengabdian, hadir membawa solusi, terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan, membangun kolaborasi, serta menjadi agen perubahan sekaligus penjaga mutu pendidikan.
Ia berharap lima prinsip tersebut menjadi landasan bagi pengawas dalam menjalankan tugas secara profesional dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.
Salah seorang peserta bimtek, Titi Hidayani A, pengawas sekolah pada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, bimtek menjadi kesempatan bagi pengawas untuk memperbarui pengetahuan, meningkatkan kompetensi, sekaligus menyampaikan persoalan yang dihadapi dalam menjalankan tugas pembinaan.
“Kami sudah cukup lama tidak melaksanakan kegiatan bimtek seperti ini. Karena itu, kami sangat mengapresiasi kegiatan peningkatan kompetensi pengawas sekolah yang memberikan wawasan tentang apa saja yang bisa dilakukan pengawas di sekolah binaan,” kata Titi.
Pengawas yang telah bertugas sejak 2019 itu berharap kegiatan peningkatan kapasitas dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia menilai kesempatan berdiskusi dan menyampaikan kendala lapangan sangat penting untuk memperkuat pelaksanaan tugas pengawasan.
Apresiasi juga disampaikan Reno Rahmi, guru sejarah yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai paparan Muhidi memberikan perspektif mengenai kepemimpinan, perubahan, dan pengabdian dalam dunia pendidikan.
Reno bahkan menyarankan agar pengalaman dan pemikiran Muhidi mengenai pendidikan dapat dibukukan sebagai referensi bagi para pendidik dan pengawas sekolah.
“Paparan Bapak Muhidi sangat bagus. Pengalaman dan keberhasilan yang disampaikan tadi sebaiknya dibuat menjadi buku, kemudian diperkaya dengan Al-Qur’an dan hadis. Saya melihat pesan yang kuat, bahwa ketika kita mengejar akhirat, dunia pun bisa mengikuti,” ungkapnya.
Menurut Reno, nilai-nilai tersebut relevan untuk membangun karakter dan semangat belajar peserta didik. Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan para pendidik dalam menghadapi perubahan.
“Move on itu artinya perubahan. Perubahan itu abadi, sehingga hati kita harus fleksibel menerima perubahan. Nilai-nilai ini penting ditanamkan kepada anak-anak di sekolah,” tuturnya.
Melalui peningkatan kompetensi dan penguatan kepemimpinan pengawas, diharapkan pembinaan sekolah dapat berjalan lebih efektif serta berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan di Sumatera Barat.***

