BALI|PARADISO.CO.ID – Kondisi Pandemi Covid 19 ini mengharuskan kita semua untuk terus berusaha bertahan hidup. Sektor pariwsata memang sangat terpukul termasuk desa – desa wisata. Jatiluwih sebagai salah satu desa wisata yang sangat populer di Bali pun mengalami hal serupa walaupun Desa Wisata Jatiluwih ditunjang oleh sektor pertanian. Ditengah situasi ini Badan Pengelola DTW Desa Wisata Jatiluwih tetap berupaya untuk mendatangkan wisatawan dengan berbagai strategi termasuk promosi.
Kali ini guna meningkatkan kemampuan/skill masyarakat kususnya Pengelola DTW Desa Wisata Jatiluwih tentang Teknik Promosi melalui Media Digital, maka dilaksanakanlah kegiatan Pelatihan Teknik Promosi Event melalui Media Digital. Pengelola Desa Wisata Jatuluwih beruntung karena kegiatan ini diprakarsai dan dilaksanakan oleh Program Studi Manajemen Konvensi dan Perhelatan (MKH) Poltekpar Bali dalam konteks Pengabdian Kepada Masyarakat dengan melaksanakan Pelatihan Teknik Promosi Event melalui Media Digital di Desa Wisata Jatiluwih, Penabel, Tabanan.
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari yakni pada 18-19 Oktober 2021 bertempat di Gong Restaurant Jatiluwih. Peserta yang hadir sebanyak 30 orang yang terdiri dari 10 orang pengelola daya tarik wisata Jatiluwih, 10 orang Karang Taruna ( yang dilibatkan dalam pengelolaan festival jatiluwih) dan 10 orang pengelola hotel, home stay, dan restaurant.
“Dari potensi yang dimiliki Desa Wisata Jatiluwih sangatlah disayangkan jika Desa Wisata Jatiluwih tidak dipromosikan dengan baik di era Pandemi Covid 19 ini, karena seperti yang kita ketahui jumlah kunjungan wisatawan sangat turun dengan drastis yang berdampak terhadap perekonomian masyarakat,” ungkap Nengah Kartika, Kepala Desa Jatiluwih.
Sementara Luh Putu Citrawati,SE.,M.Si, Ketua Pelaksana kegiatan PKM, berharap semua peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan ini mampu menyusun teknik promosi, berbagai jenis media digital, dan yang terpenting mampu melakukan promosi dengan mengoperasionalkan melalui media, sehingga Desa Wisata Jatiluwih dapat bangkit kembali dan berdampak baik bagi perekonomian masyarakat.
Tidak hanya sampai disitu saja, dalam kegiatan ini para peserta juga dilatih untuk mampu membuat dan mengelola sebuah website sebagai salah satu bentuk promosi digital.
Dalam pelatihan ini ada beberapa materi yang disampaikan oleh para narasumber, yakni pada hari pertama soal Strategi Promosi Event Untuk Menarik Minat Wisatawan Berkunjung ke Desa Wisata yang dibawakan oleh Made Sri Purnami serta Tehnik Promosi Event Melalui Media Digital yang dibawakan oleh Ida Ayu Sutarini. Materi di hari kedua adalah tentang Tehnik Promosi Event Melalui Media Sosial yang dibawakan oleh Ida Ayu Sutarini.***
Editor – Igo Kleden

