Home EkoBis Rawganic Makin Diminati, Gary Suardani Optimis Tambah 100 Outlet di 2022

Rawganic Makin Diminati, Gary Suardani Optimis Tambah 100 Outlet di 2022

by Igo Kleden
0 comment

BALI|PARADISO.CO.ID –Sejak menghuni Bali 7 tahun lalu tepatnya di tahun 2015, Gary Suardani akhirnya berhasil menciptakan berbagai produk herbal yang diminati dan  sangat baik untuk kesehatan tubuh. Lebih dari 30 produk telah dihasilkan dan  beredar di 50 oulet atau tokoh di seluruh Indonesia. Bahkan di tahun 2022, wanita asal Purworejo, Jawa Tengah yang makin mencintai olahraga yoga ini optimis akan menambah 100 outlet lagi.  Apalagi produk herbal dengan merek dagang Rawganic ini telah melanglang buana hingga ke mancanegara seperti Australia, Kanada hingga Amerika Serikat makin menambah rasa optimisme itu.

Sejumlah produk Rawganic yang bisa dengan mudah Anda temui di toko-toko atau outlet langganan Anda antara lain Virgin Coconut Oil, Turmeric Powder, Mangosteen Powder, Jamu drinks, Kombucha, Matcha,  Teh herbal,  Slimming Tea,  Madu hingga Kopi.

Meski kini telah berhasil menciptakan berbagai produk herbal yang siap dipasarkan namun langkah menuju sukses seperti saat ini tidaklah mudah bagi sulung dari 4 bersaudara ini.

Saat ditemui di Kerobokan Bali, Kamis (14/4/2022), Gary mengisahkan berbagai pengalaman pahitnya di masa lalu hingga menghasilkan produk yang digemari masyarakat Indonesia hingga ke mancanega.

Gary Suardani, Owner Rawganic. FOTO – IST.

“Sejak Kecil saya sudah biasa kerja, harus bangun jam 5 pagi dan sekolah jam 7, itu sudah biasa,” ungkapnya. Setelah lulus SMA ia dipaksa orang tua untuk kuliah di jurusan keperawatan. Namun ia mengakui bahwa jurusan itu bukan passion-nya. Sebab sebetulnya ia ingin kuliah broadcast tapi tidak diijinkan. Setelah lulus kuliah sebagai perawat, ia bekerja beberapa tahun di Indonesia lalu, melamar kerja keluar negeri dan diterima bekerja di KSA (King Saudi Arabia) sebagai tenaga kesehatan atau perawat. Kerja beberapa tahun di KSA lalu pindah kerja di Philipine.

Baca Juga:   Percepat Laju Pembangunan daerah, Pemprov Sumbar dan Pemkab Solok Selatan Sepakati Kerjasama Intensif pada Sejumlah Bidang

Meski kerja di KSA dan Philipine dengan salary yang lumayan namun Gary ternyata masih juga belum menemukan pekerjaan yang memuaskan hatinya. Akhirnya Gary memutuskan untuk resign dari kerjaannya di Philipine. Setelah di Bali, sempat bekerja di beberapa hotel namun belum juga memuaskan hatinya.

“Saya teringat, saat saya merayakan Ultah yang ke-30 tahun 2015 lalu. Setelah perayaan yang lumayan berkesan, saya tidak keluar kamar hampir seminggu, stress. Uang sudah habis, pekerjaan tidak ada, tidak ada penghasilan. Saya bingung. Masa harus minta uang dari orang tua. Dalam kondisi itu, ayah dan ibu hanya bisa support. Mereka katakan apa yang bisa membuat saya senang, bahagia, silahkan dijalani,” ujarnya.

Saat pindah ke Bali, Gary mulai belajar hidup sehat tentang yoga, organic dan herbal yang sebelumnya tidak pernah diajarkan. “Sejak saya tumbuh hingga dewasa saya tidak penah diajarkan hal seperti itu. Dulu saya tumbuh dewasa dan hidup di lingkungan dengan makanan cepat saji, makanan kaleng dan banyak bahan pengawet. Dan itu sangat tidak sehat. Kenapa saya tidak mengenal makanan sehat, herbal & konsumsi jamu semasa saya kecil?,” tanya Gary retoris.

Dari sinilah Gary kemudian menemukan inspirasi bisnis kesehatan yang mengunakan produk herbal dari Indonesia namanya Rawganic yang diperkenalkan dan diproduksi oleh dirinya hingga saat ini.

Baca Juga:   BPPD Kota Denpasar Gelar Sales Mission ke Dubai untuk Promosikan Pariwisata Bali

Sejak meluncurkan product ini, dalam bulan pertama response dari masyarakat sangat positive dan mereka suka product kesehatan yang dibuat Gary. Ia akhirnya memulai bisnis produk kesehatan herbal, melakukan penelitian dan belajar tentang ramuan herbal, home remedy dan organic food. “Saya tertarik dengan bisnis Ini karena selama saya tumbuh dewasa saya tidak mengenal pengetahuan ini. Saya tumbuh dewasa di lingkungan yang tidak mengenal hidup sehat. Oleh karena itu membuat saya ingin mengajarkan masyarakat Indonesia untuk hidup lebih sehat, mengkonsumsi produk fresh bukan makanan cepat saji dan olahan. Produk-produk saya sebagian besar dari Indonesia berbahan baku seperti Jahe, kunyit dan teh. Dan semua memiliki berbagai manfaat kesehatan yang luar biasa,” ungkap Gary meyakinkan.

Saat ini Produk Rawganic sudah bekerja sama dengan 50 partner di seluruh Indonesia mulai dari Bali, Jakarta, Surabaya, Medan. Bahkan sebelum Covid19 dan selama Covid19, Rawganik sudah sampai di Australia dan Amerika. “Orang asing, ketika melihat bahan baku di kemasan, mereka tidak bertanya lagi. Mereka borong semua. Bahkan saya pernah kirim sampai 1000 pices ke Amerika,” ujarnya.

Gary kini makin mencintai yoga dan terus menggalakkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi product herbal Rawganic. FOTO – IST.

Di Amerika misalnya, bubuk kunyit asal Asia bisa dijual sampai Rp 350 ribu. Sementara di Indonesia, kunyit dijual dengan harga Rp 25 ribu. “Padahal kita negara kaya akan bahan herbal, sehat. Tetapi tidak dimanfaatkan untuk kesehatan bangsa,” ujarnya.

Baca Juga:   Belum Menggembirakan Meski April 2021 Penumpang Bandara Ngurah Rai Naik 16%

Gary memiliki rencana di tahun 2022 ini akan menambah 100 toko atau outlet atau partner jual. Saat ini baru mencapai 50 unit. Bila capai 100 unit maka total akan mencapai 150 unit seluruh Indonesia.

“Misi saya di tahun ini 2022 akan ada lebih dari 100 partner baru dari Sabang sampai Merauke,” ungkap Gary Optimis. Gary juga berjanji akan membuat masyarakat lebih mencintai produk yang berasal dari tanah Indonesia yang tercinta Ini dengan berupaya mempengaruhi masyarakat menanam sayuran di kebunnya, serta mengkonsumsi bahan-bahan alami dan organic.***

Editor – Igo Kleden

Berita Terkait