Home EkoBis BI NTT Gelar Kegiatan Seminar Kedaulatan Rupiah Di Wilayah Perbatasan NKRI-Timor Leste, Motaain Atambua

BI NTT Gelar Kegiatan Seminar Kedaulatan Rupiah Di Wilayah Perbatasan NKRI-Timor Leste, Motaain Atambua

by Editor Bali
0 comment

ATAMBUA, PARADISO INDONESIA – Bank Indonesia (BI) NTT, Gelar Kegiatan Seminar Kedaulatan Rupiah Tahun 2023, yang berlangsung di Wilayah Perbatasan NKRI-Timor Leste, Ruang Serba Guna Kantor PLBN Motaain Atambua, pada 12 Agustus 2023.

Seminar Kesulatan Rupiah ini dibuka secara resmi oleh Bupati Belu, Dr. Agustinus Taolin, dihadiri  Wakil Bupati Belu Aloysius Haleserens, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Daniel Agus Prasetyo, Kepala PLBN Motaain Engelbertus Klau S.IP, M.Si, Panit 1 Subdit 2 Eksus Polda NTT, Inspektur Polisi Dua Ahmad Zacky Shodri SH, Dosen Universitas Pertahanan Atambua Syaeful Anwar, S.Kel., M.Si, Pimpinan Perbankan kota Atambua, Pelaku usaha UMKM dan eksportir, Mahasiswa Universitas Pertahanan Atambua, ASN dan Media Pers.

Dalam Seminar Kedaulatan Rupiah ini, materi-materi yang dipaparkan pertama dibawakan oleh Bank Indonesia (DPU) NTT berkaitan dengan Proses Pengelolaan Uang Rupiah Ses. UU Mata Uang, Penggunaan Uang rupiah Sesuai Konsep CBP dan Strategi pemenuhan kebutuhan uang di daerah perbatasan. Materi kedua dipaparkan oleh Pemerintah Kab. Belu dalam hal ini Bupati Belu terkait tentang potensi dan pertumbuhan Ekonomi daerah perbatasan dan permasalahannya.

Sementara materi ketiga dipaparkan oleh Kepala PLBN tantang arus barang dan orang masuk keluar perbatasan terkait interaksi perdagangan masyarakat, dan materi keempat dipaparkan oleh Polda NTT tentang Tindak Pidana terkait transaksi ekonomi dan penggunaan Rupiah di daerah perbatasan.

Baca Juga:   Promosikan IP Lokal, Kemenekraf-Garuda Indonesia Tandatangan MoU Perkuat Kolaborasi 

Daniel Agus Prasetyo selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, kepada wartawan mengatakan bahwa merujuk pada Undang-Undang No. 7 Tahun 2011 tentang mata uang, serta Undang-Undang No. 4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, Bank Indonesia senantiasa menjalankan tujuan yang diamanatkan undang-undang yaitu mencapai stabilitas nilai rupiah, memelihara stabilitas Sistem Pembayaran, dan turut menjaga Stabilitas Sistem Keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Tujuan kita mengadakan kegiatan seminar rupiah berdaulat ini untuk lebih lagi meningkatkan bagaimana kecintaan kita kepada rupiah, kebanggaan kita kepada rupiah dan pemahaman kita kepada rupiah dalam hal transaksi di wilayah perbatasan Indonesia. Dan juga untuk menumbuhkan potensi ekonomi dan perdagangan masyarakat antar lintas batas wilayah kedua negara ini, “tutur Daniel.

Tadi ada beberapa narasumber yang sudah menyampaikan dan Pak Bupati Belu juga. Bahwa rupiah itu ada dua sisi, yang pertama rupiah itu dimanfaatkan dan bagaimana rupiah itu disediakan.

Sudah disampaikan, bagaimana kita memanfaatkan rupiah apalagi didaerah perbatasan. Dimana disini banyak potensi, potensi perdagangan, potensi lalu lintas orang, potensi lalu lintas batas, begitu banyak potensi. Tetapi perlu didukung juga dengan sistem keuangannya juga. Perbankan, ATM kemudian juga money changer yang berijin tentu saja, kemudian juga bagaimana pemanfaatan digitalisasi pembayaran, jelas Daniel.

Harapannya kami, bertransaksilah dengan menggunakan rupiah. Kemudian bagi yang menukarkan uang rupiah dari kota asing bisa ditukarkan di KUPVA atau Money Changer yang berijin maupun Money Changer di Bank. Dan juga tetap merawat rupiah kita. Jadi bagaiman kita menjaga rupiah itu bisa tetap dalam kondisi yang baik, supaya tidak lusuh dan tetap bisa beredar dan umur uang itu lebih lama lagi.

Baca Juga:   Simak Fitur Utama BBTF 2024

Kami mengajak semua masyarakat, mari kita sama-sama mencintai rupiah kita, untuk bangga dengan rupiah kita dan untuk paham rupiah itu seperti apa untuk digunakan,”lanjut Daniel.

Sementara Bupati Belu, Dr. Agustinus Taolin kepada wartawan mengatakan, kegiatan hari ini bersama Bank Indonesia, Wakil Bupati Belu, Pimpinan OPD, dengan Pelaku Usaha, ada anak mahasiswa UNHAN juga, bicara tentang kedaulatan rupiah.

Jadi bagaiman kita mencintai, bangga, paham terkait penggunaan penguatan rupiah. Jadi lewat berbagai kegiatan, usaha, kolaborasi, kita menghargai mata uang rupiah kita terutam diperbatasan NKRI dan RDTL ini. Sehingga rupiah kita berdaulat sebagai alat bayar, alat investasi dan lain-lain. Oleh karen itu, tindak lanjut dari ini adalah bagaimana kita berkolaborasi untuk menciptakan sektor usaha, UMKM, perdagangan, pembayaran, transaksi diperbatasan ini. Dana bagaimana kita menghargai dan menjaga rupiah ini supaya terhadapr berbagai macam faktor yang bisa buat rupiah tidak stabil, inflasi ini bisa kita pertahankan disini, ucap  Bupati Belu.

Terimakasih kepada seluruh komponen, dalam hal ini Bank Indonesia, Bank NTT, dan pelaku usaha yang sudah bersama pemerintah menjaga stabilnya rupiah di daerah Perbatasan ini, tutup Bupati. ***lin

Berita Terkait