Paradiso

Dandim Klungkung Serahkan 1 Unit Wastafel Siap Pakai Untuk Desa Adat Takmung

SEMARAPURA|PARADISO.CO.ID –  Setelah membagikan 1300 masker gratis secara serentak kepada warga masyarakat di Kabupaten Klungkung Hari Rabu (20/01/2021) kemarin, Dandim 1610/ Klungkung Letkol Czi Paulus Joni Simbolon, S.E., M. Tr., (Han), didampingi Danramil 1610-02/Banjarangkan Kapten Inf I Gede Swastika menyerahkan 1 unit tempat cuci tangan (wastafel) yang sudah siap digunakan kepada Jero Bendesa Desa Adat Takmung I Wayan Sukadana, S.H., selaku perwakilan Pengempon Pura Balai Agung Desa Adat Takmung, Desa Takmung Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Hari Kamis (21/01/2021).

Sarana tempat cuci tangan (wastafel) yang dipasang secara langsung anggota Koramil 1610-02/Banjarangkan dan masyarakat tersebut merupakan kelanjutan dari misi bantuan Kodam IX/Udayana khususnya Korem 163/Wira Satya melalui program sumbangsih Kodam IX/Udayana Untuk Bali Tercinta Tahun 2021 dimana Kodim Klungkung telah memasang 9 unit wastafel dari 30 unit yang siap dipasang secara bertahap dan sisanya akan dipasang kembali di tempat-tempat strategis seperti tempat ibadah, pusat keramaian, tempat wisata dan tempat lainnya di wilayah Kabupaten Klungkung.

Keberadaan wastafel di tempat-tempat yang strategis untuk saat ini merupakan salah satu fasilitas mutlak dan sangat penting dalam rangka mendukung instruksi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan daerah dalam rangka memutus penyebaran rantai Virus Corona yang berdampak secara signifikan dalam kehidupan masyarakat.

Dalam masa Pandemi COVID-19 seperti saat ini, prosedur dan penerapan tindakan 3M yaitu menjaga jarak, mencuci tangan secara benar dengan sabun dan air yang mengalir serta menggunakan masker dengan benar maupun 3T yaitu testing (pemeriksaan) dini, tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan) menjadi keharusan setiap pemangku kepentingan (stakeholder) yang terkait di daerah maupun warga masyarakat untuk menerapkan dan melaksanakannya dengan disiplin dan bersinergi sehingga diharapkan penyebaran Virus Corona di Kabupaten Klungkung dapat diminimalisir dan ditekan semaksimal mungkin penyebarannya.

Ini semua tentu harus didukung dengan keberadaan fasilitas yang memadai seperti adanya tempat untuk cuci tangan (wastafel) di tempat-tempat strategis seperti tempat ibadah, keramaian, wisata dan tempat lainnya

Dandim 1610/Klungkung Letkol Czi Paulus Joni Simbolon, S.E, M.Tr.,.(Han) menyampaikan bahwa tempat cuci tangan atau wastafel yang diberikan oleh Korem 163/WSA secara tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Bali, untuk itu diharapkan desa adat dapat menerima dan menggunakan dengan sebaik-baiknya untuk kebaikan bersama.

“Pada periode ini, bantuan wastafel kami berikan kepada bapak selaku Jero Bendesa Desa Adat Takmung agar nantinya bisa juga menginformasikan lebih lanjut kepada warga masyarakat setempat dalam rangka menekan atau mencegah penyebaran dan penularan COVID-19, salah satunya dengan cara selalu mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir”, jelas Dandim.

Lanjutnya, selaku Komandan Kodim 1610/Klungkung juga berharap agar masyarakat Desa Adat Takmung bisa saling bahu membahu untuk membantu aparat keamanan khususnya Satgas Penanganan COVID-19 dalam menekan penyebaran Pandemi COVID -19 di wilayah Banjarangkan dan sekitarnya.

Di tempat yang sama, Jro Bendesa Adat Takmung I Wayan Sukadana, S.H., juga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan wastafel atau tempat cuci tangan dari Kodam IX/Udayana melalui Kodim 1610/Klungkung.

“Semoga wastafel atau tempat cuci tangan ini nantinya bisa bermanfaat/berguna bagi masyarakat Desa Adat Takmung untuk bersama-sama memutus penyebaran rantai COVID-19 di wilayah Kabupaten Klungkung.

Baca Juga:   Sekda Ungkap Sejumlah Upaya Pemprov Sumbar untuk Sukseskan Pemilu 2024 PADANG- Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) melaksanakan apel gelar pasukan Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" di Lapangan Satbrimobda Polda Sumbar, Padang (17/10/2023). Apel yang digelar secara serentak oleh seluruh Kepolisian Daerah (Polda) di Indonesia tersebut, bertujuan untuk pemeriksaan akhir kesiapan personel, peralatan, dan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam pengamanan Pemilu 2024. Hadir mewakili Gubernur Mahyeldi dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Hansastri mengatakan pihaknya selaku wakil pemerintah pusat di daerah telah melaksanakan sejumlah kewajiban dalam rangka mensukseskan penyelenggaraan Pemilu serentak 2024. "Gubernur bersama DPRD telah menunaikan 2 kewajiban yang menjadi tugas Pemprov untuk mensukseskan Pemilu serentak 2024, pertama terkait alokasi anggaran dan yang kedua, terkait netralitas ASN," tegas Hansastri usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Mantap Brata Singgalang 2023-2024. Lebih lanjut ia menyampaikan, pihaknya menyambut baik berbagai persiapan yang telah dilakukan banyak pihak untuk mensukseskan penyelenggaraan Pemilu serentak 2024. Hansastri berharap, semua upaya tersebut dapat membuat Pemilu serentak 2024 berjalan lancar, aman, dan tertib, baik di tingkat Sumbar maupun nasional. "Melihat apa yang telah dilakukan banyak pihak hingga saat ini, kita berharap penyelenggaraan Pemilu serentak 2024 bisa berjalan aman dan lancar," pungkas Hansastri. Sementara itu Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono dalam amanatnya saat bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan Pemilu 2024 adalah Pesta Demokrasi terbesar di Indonesia dan berpengaruh besar untuk masa depan bangsa. Menurutnya, seluruh pihak mesti memberikan kontribusi positifnya untuk mensukseskan pesta demokrasi tersebut. Dikatakannya, Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" akan berlangsung selama 222 hari, terhitung mulai dari 19 Oktober 2023 hingga 20 Oktober 2024 mendatang. Ia menyebut, khusus di Sumbar personil Polri yang diturunkan untuk pengamanan pemilu 2024 lebih kurang sebanyak 8.000 orang. Jumlah tersebut, belum termasuk personil pendukung dari komponen TNI dan Kementerian/Lembaga lainnya. Sementara secara nasional, Operasi Mantap Brata 2023-2024 ini melibatkan sebanyak 434.197 personel Polri, mulai di tingkat Mabes hingga seluruh polda jajaran. "Khusus di tubuh Polda Sumbar, kita menurunkan 3/4 dari total kekuatan. Jumlah nya sekitar 8.000 personil," ungkap Irjen Pol Suharyono. Dalam teknis pelaksanaannya, Kapolda mengakui penanganan untuk setiap daerah tidak sama, ada pemetaan klasifikasi tingkat pengamanan berdasarkan potensi kerawanan ganguan keamanan. Di Sumbar, sambung Kapolda, pihaknya menilai seluruh daerah masih dalam kategori aman, sehingga belum diperlukan penanganan khusus. Tapi, ia mengaku pihaknya akan terus melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi jika saja terjadi kondisi diluar perkiraan awal. "Meskipun saat ini di Sumbar belum ada daerah yang termasuk kategori rawan. Tapi kita tetap lakukan pemantauan, sebagai langkah antisipasi," pungkas Kapolda Sumbar. Terakhir ia menegaskan, dalam pelaksanaan pengamanan selama Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" pihaknya akan mengedepankan 4 unsur utama yakni, pertama security (bebas dari rasa takut dan kekhawatiran), surety (keyakinan dan kepastian hukum), safety (kenyamanan), peace, (perasaan tentram dan damai). Menurutnya, jika empat unsur tersebut telah dapat diwujudkan maka dengan sendirinya keamanan bisa terwujud dan terjamin. (adpsb/ ** / H )

Acara yang berlangsung secara kekeluargaan juga dihadiri Babinsa dan Babinkamtibmas serta Perwakilan Kepala Dusun maupun Satgas Gotong Royong Penanganan COVID-19 setempat.***

Editor – Igo Kleden

Exit mobile version