Di Hadapan Konsul Negara Sahabat, Kadisparda Bali Tegaskan Belum Ada Kasus Corona di Bali

Denpasar (Paradiso) – Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah Propinsi Bali untuk meyakinkan wisatawan agar terus berkunjung ke Bali. Kali ini (Rabu,26/2) di hadapan para Konjen Negara Sahabat di Bali, Kadis Pariwisata, I Putu Astawa jelaskan hingga saat ini belum ada satu kasus corona pun dilaporkan di Indonesia, terutama di Bali, sehingga tidak perlu ada keraguan untuk mengunjungi Bali. Karena itu dia berharap agar para Konsul Jenderal yang merupakan perwakilan bagi setiap Negara asalnya di Bali bisa meyakinkan masyarakat di Negara mereka masing-masing untuk tidak ragu berkunjung ke Bali. “Terkait virus corona hingga saat ini belum ada satu kasus pun dilaporkan di Indonesia, terutama di Bali, sehingga tidak perlu ada keraguan untuk mengunjungi Bali,” tegas Astawa.

Selain itu Putu Astawa juga menjelaskan saat ini ada kebijakan Pemerintah Pusat untuk ringankan usaha pariwisata di Bali. Merebaknya virus corona memang telah berdampak terhadap penurunan jumlah wisatawan ke Bali, khususnya wisatawan Tiongkok. “Jumlah wisatawan Tiongkok ke Bali merupakan jumlah terbesar kedua setelah Australia yaitu sekitar 18,2%, sehingga penurunan tersebut sangat dirasakan,” demikian I Putu Astawa, pada acara Bali Club Luncheon, yang dilaksanakan di Hotel Alila Seminyak, Badung, pada Rabu (26/2) siang.

Menurutnya, karena permasalahan tersebut, maka pengurangan wisatawan mancanegara ke Bali begitu terasa. Untuk itu Kadis Astawa memaparkan berbagai kebijakan yang ditempuh oleh Pemerintah Pusat demi memulihkan Pariwisata. “Pemerintah akan mengucurkan dana untuk memulihkan pariwisata yang terdiri dari Rp. 298,5 Milyar untuk insentif airline dan travel agent; Rp. 443,39 Milyar untuk wisatawan domestic berupa diskon sebesar 30% tiket pesawat. Berikutnya pemerintah juga berencana untuk memberi keringanan pelaku usaha pariwisata seperti hotel dan restoran berupa tidak ada pungutan pajak sebesar 10% selama enam bulan di 10 destinasi pariwisata di seluruh Indonesia,” jelasnya di hadapan para Konjen yang hadir.

Ia menambahkan, mengenai kebijakan yang ketiga, mungkin akan ada pengurangan pendapatan bagi beberapa pemerintah kabupaten, terutama di Bali. Namun, ia menyatakan jika hal tersebut bertujuan untuk memulihkan pariwisata. “Kita pikirkan pemulihan ini dulu, agar pariwisata kita tidak diam di tempat,” ujarnya.

Selain itu, sebelumnya Putu Astawa juga mengatakan bahwa Pemprov Bali telang mengupayakan berbagai langkah preventif penyebaran Corona di Bali. “Kita telah memasang alat thermo scanner yang didukung juga oleh tenaga medis di Bandara Ngurah Rai, mensiagakan rumah sakit-rumah sakit di Bali jika terdapat kasus kelak,” imbuhnya. Selain itu ia juga mengatakan tim penangkalan virus corona terus berupaya menangkal mis-informasi dan berita hoax yang tersebar, agar tidak meresahkan masyarakat. “Dari segi niskala kami juga telah bersembahyang agar dampak virus ini tidak meluas, serta cepat hilang, terutama untuk saudara-saudara kita yang ada di Tiongkok,” jelasnya.(*)


Igo Kleden

Igo Kleden

I am journalist...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *