Home Destinasi Dilaksanakan Juni 2021, BBTF ke-7 Jawab Tantangan Pariwisata Indonesia di Tengah Pandemi

Dilaksanakan Juni 2021, BBTF ke-7 Jawab Tantangan Pariwisata Indonesia di Tengah Pandemi

by Igo Kleden

BALI|PARADISO.CO.ID – Meski dalam masa pandemi covid 19, Bali terus berupaya agar destinasi utama pariwisata nasional ini terus tetap berada di market internasional. Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) coba menjawab tantangan itu dengan menggelar event berskala international yang mempertemukan buyer dan seller itu pada Juni 2021 mendatang.

Dalam keterangan pers  usai pelaksanaan talkshow di Bali International Convention Center (BICC) pada Sabtu (8/5) Ketut Ardana, Chairman BBTF mengatakan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) yang ke-7 akan digelar  Selasa, 8 Juni – Sabtu, 12 Juni 2021 di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua, Bali secara temu muka dan virtual.

Event tahunan ini dirasa penting untuk tetap diadakan meski penuh penyesuaian karena industri pariwisata, detak jantung Bali, pintu gerbang wisata Indonesia tetap harus dijaga secara strategik.

Bahkan menurut Ardana, target optimistis ditengah pandemi tahun ini BBTF akan mendatangkan sekitar 150 buyer dari berbagai negara serta membatasi seller hanya 125 peserta meski minatnya sangat tinggi.

Sehubungan dengan hal tersebut, sekaligus mematangkan persiapan menuju BBTF ke-7, para pemangku kepentingan mengadakan temu wicara, Road to BBTF 2021 pada Sabtu, 8 Mei 2021 sebagai rangkaian persiapan sekaligus buka diskusi dengan  mengundang pembicara handal dengan topik “Challenges and Opportunities of Indonesia’s Tourism”.

Berbagai sudut dapat diangkat yang diharap beri informasi lengkap berkaitan dengan regulasi pemerintah khususnya tentang dibukanya Bali sebagai Pilot Project dan gambaran mengenai kesempatan dan tantangan yang kita hadapi untuk buka border wisatawan mancanegara (wisman).

Hadir sebagai pembicara adalah  Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati – Wakil Gubernur Bali, I Ketut Ardana – Ketua Komite BBTF 2021, Dewa Kadek Rai – Regional CEO Bali & Nusa Tenggara, Garuda Indonesia,  Ida Bagus Gede Sidharta Putra – Perwakilan Green Zone & Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar,  Oriol Montal – General Manager The Westin Resort Nusa Dua Bali dan  Dyan Gitaloka Santhi Sst. Par. – Public Relation & Institutional Committee Bali Wedding Association.  Acara  yang berlangsung santai tapi seru ini dipandu oleh moderator sekaligus komite koordinasi media BBTF, Yoke Darmawan.

Dengan mempertimbangkan protokol kesehatan dan keamanan, acara dilaksanakan terbatas & live streaming namun memberi makna bagi banyak stakeholders & pemangku kepentingan untuk tetap berkolaborasi menghadapi tantangan pandemi ini juga membuka kesempatan berkarya angkat potensi Indonesia.

BBTF sebagai ajang pertemuan bisnis ke bisnis dalam industri pariwisata nasional dan internasional – ikut mengambil peran penting dalam penyampaian informasi dan edukasi masyarakat dan rekan kerja luar negeri (buyers) yang akan mengirimkan wisatawan ke Indonesia – tahun ini BBTF perkenalkan exhibitors (sellers) dengan konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) dan pengembangan wisata wellness serta kesehatan – health tourism.

Tampilan produk destinasi baru merupakan langkah strategis yang ditujukan untuk mendorong pergerakan wisatawan nusantara dan global dalam memanfaatkan destinasi, fasilitas dan layanan berkualitas.

Mengingat besarnya tingkat ketergantungan perekonomian Bali terhadap sektor pariwisata, dalam jangka pendek pola pemulihan ekonomi Bali tergantung dari kunjungan wisatawan domestik. Pada tahapan selanjutnya yaitu membuka border beberapa faktor pastinya jadi penting. Dari komunikasi ketersediaan vaksin, level of confidence atau tingkat percaya diri dari wisatawan dan pemerintah negara lain, kebijakan perlintasan orang baik domestik maupun internasional serta pemulihan ekonomi global.

Dalam jangka panjang, terdapat beberapa langkah kebijakan yang telah dilakukan. Pertama, mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru. Covid-19 mengajarkan bahwa Bali perlu melakukan diversifikasi pertumbuhan ekonomi sehingga tidak hanya tergantung kepada sektor pariwisata.

Kedua, mendorong quality tourism. Perlunya akselerasi pengembangan pariwisata Bali untuk health tourism, cruise tourism, serta MICE.

Ketiga, mendorong pembangunan / pengembangan infrastruktur baik infrastruktur dasar maupun infrastruktur terkait pariwisata.

Tema BBTF “Exploring Sustainable & Wellness Tourism” menjadi upaya komunikasi dan jembatan membangkitkan ekonomi pariwisata post-pandemi dan mata rantai promosi destinasi maupun produk wisata berkelanjutan.  Tahun ini ditargetkan mampu menarik lebih dari 125 sellers baik dari Bali,  maupun Indonesia secara keseluruhan.

Diharapkan sekitar 150 buyers dari 20 negara  seperti Indonesia, United Kingdom, Australia, France, Amerika, dan Asia secara keseluruhan turut hadir.

Mencatat pencapaian transaksi BBTF tahun 2019, acara ini diyakini sebagai Indonesia’s leading trade show yang bisa dibanggakan – alat mempromosikan “Bali and Beyond” destinasi, provinsi Indonesia, dan produk perjalanan sustainable.

Informasi lebih lanjut dan registrasi online dan informasi lebih lanjut untuk travel industry buyers, sellers and media tersedia melalui situs website Bali and Beyond Travel Fair https://www.bbtf.or.id/

Editor – Igo Kleden

You may also like