Home EkoBis Garuda Indonesia Tetap Terbang Saat Hari Raya Idul Fitri

Garuda Indonesia Tetap Terbang Saat Hari Raya Idul Fitri

by Igo Kleden

BALI|PARADISO.CO.ID – Garuda Indonesia dipastikan tetap beroperasi saat periode mudik maupun Hari Raya Idul Fitri 2021. Pengecualian penerbangan yang dilakukan oleh Garuda ini tentu sudah  berdasarkan  surat edaran yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Ha itu dikatakan Dewa Rai, SS.MM, Regional CEO Garuda Indonesia  Bali dan Nusa Tenggara di Denpasar (Senin, 10/5).

“Terkait dengan peniadaan mudik periode 6-17Mei 2021, Garuda Indonesia tetap beroperasi, untuk mengakomodasi penumpang dengan jenis perjalanan yang dikecualikan diantaranya perjalanan terkait dengan pelayanan publik, keamanan, bantuan kesehatan, juga untuk kepentingan penugasan maupun kedinasan, juga kunjungan keluarga sakit, kunjungan kedukaan anggota keluarga meninggal dan untuk  kebutuhan perjalanan persalinan Ibu hamil. Tentunya dengan kelengkapan dokumen pesyaratan yang ditentukan,” tegas Dewa Rai.

AUDIENSI. Dewa Rai saat beraudiensi dengan Walikota Denpasar,IGN Jaya Negara. FOTO – IST.

Hal yang sama juga dikatakan Dewa Rai dalam dunia pariwisata. Transportasi udara memiliki peran penting dalam mendorong pergerakan perekonomian nasional, dengan  menyediakan konektivitas udara yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya. Dan transportasi udara menjadi bagian integral di dalamnya.

Banyak kalangan yang memproyeksikan tahun 2021, menjadi tahun pemulihan bagi maskapai nasional, selaras dengan upaya pemulihan sektor pariwisata yang menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (clean, healthy, safety, and environment) dan program vaksinasi nasional yang tengah digalakkan pemerintah.

Namun demikian, tahun 2021 bagi Garuda Indonesia masih menjadi tahun yang sangat challenging, ditengah kondisi pasar yang belum stabil.

“Tahun ini industri penerbangan akan melalui fase konsolidasi pemulihan kinerja.
Untuk itu, maskapai penerbangan perlu melakukan re-orientasi visi bisnis yang lebih visible ditengah kondisi yang penuh ketidakpastian ini, seperti yang kami lakukan melalui optimalisasi lini bisnis kargo, jaringan penerbangan dan memaksimalkan pendapatan lainnya,” papar Dewa Rai.

Memang pariwisata Bali dan Indonesia berkembang pesat, sebelum Pandemi covid19 melanda dunia. BPS mencatat sebanyak 6,2jt wisman di tahun 2019, naik 3% dari tahun sebelumnya.

Namun setelah adanya wabah pandemi covid19, pariwisata Bali mengalami penurunan yang sangat drastis.

Banyak upaya yang sedang dilakukan oleh seluruh stake holder untuk pemulihan pariwisata diantaranya Sinergi “Health Protocol Experience” yang seamless bagi wisatawan bersama seluruh stakeholder pariwisata termasuk Imigrasi, Asuransi Perjalanan, IATA dan juga pihak maskapai. Kemudian ada  optimalisasi paket perjalanan yang kompetitif dengan prokes pada seluruh infrastruktur pariwisata. Mengembangkan potensi wisata medical tourism, khususnya bagi Bali serta berpartisipasi dan berperan aktif dalam menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut Dewa Rai menjelaskan sebagai flag carrier, Garuda Indonesia berperan aktif dalam upaya pemulihan pariwisata Indonesia khususnya Bali yang merupakan gerbang pariwisata Nasional melalui beberapa kebijakan strategis perusahaan diantaranya, pertama, Konsistensi menerapkan Protokol Kesehatan di semua lini pelayanan, meliputi physical distancing di bandara dari penumpang mulai check in, lounge, proses boarding, inflight dan pada kedatangan di stasiun tujuan.

Kedua, menyesuaikan kapasitas tingkat isian pesawat sehingga physical distancing selama di pesawat tetap terjaga. Ketiga, menggencarkan program vaksinasi kepada seluruh karyawan khususnya yang berhubungan langsung dengan penumpang dan keempat, penambahan kapasitas penerbangan dari Jakarta ke Bali dengan mengoperasikan pesawat-pesawat berbadan lebar  seperti  AB330 : 287seat, AB Neo : 301seat, B777 : 393seat.

Sementara salah satu strategi dan  sinergi Garuda Indonesia dengan stakeholder kepariwisataan di Bali adalah mendukung terselenggaranya Bali & Beyond Travel Fair pada 8 – 12 Juni 2021. ***

Editor – Igo Kleden

 

You may also like