Home Destinasi Implementasi Nyata Kampus Berdampak Bagi Masyarakat

Implementasi Nyata Kampus Berdampak Bagi Masyarakat

by Bowo
0 comment

SUBANG, JAWA BARAT (Paradiso) – Pascasarjana Politeknik Pariwisata NHI Bandung kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi yang menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui kegiatan Diseminasi Pengembangan Masyarakat dan Kewirausahaan bertema “Pelatihan Digital Marketing untuk Pengembangan UMKM Desa Wisata Sukasari Lembur Pakuan”.

Direktur Poltekpar NHI Bandung, Dr.Anwari Masatif berkomitmen dan mendukung Kegiatan ini menjadi manifestasi konkret dari implementasi pendidikan terapan pariwisata yang tidak berhenti pada ruang teoritik akademik, tetapi hadir langsung menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Program ini dilaksanakan oleh Kelompok Pemberdayaan Masyarakat dan Kewirausahaan (PMK) Pascasarjana Poltekpar NHI Bandung yang terdiri dari Eko Cahyana Aziz, M. Raulazwar Mahardianto, Putra Alanuary Nurul S., Tirta Riatmaja, dan Yuni Yusdiani Santika. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026 di Saung Mamah Oval, Desa Wisata Sukasari Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, melalui kolaborasi strategis bersama Pokdarwis Desa Sukasari Lembur Pakuan serta dukungan penuh dari Bank BJB Subang.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda pelatihan biasa, melainkan sebuah model pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi pentahelix antara perguruan tinggi, masyarakat, komunitas desa wisata, dan sektor perbankan. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan desa wisata yang berkelanjutan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memperkuat daya saing ekonomi lokal di era transformasi digital,” ungkap Direktur Poltekpar NHI Bandung, Dr.Anwari Masatif.

Baca Juga:   BI Apresiasi Pencapaian Program Pengendalian Inflasi Seluruh TPID di Bali

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini telah mengubah lanskap pemasaran dan pola konsumsi masyarakat secara signifikan. Di tengah perubahan tersebut, pelaku UMKM dituntut tidak hanya memiliki kualitas produk yang baik, tetapi juga kemampuan membangun identitas usaha, strategi komunikasi pemasaran, dan pemanfaatan platform digital secara efektif. Oleh karena itu, pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa wisata dalam memahami dan mengimplementasikan strategi digital marketing sebagai instrumen pengembangan usaha berbasis teknologi.

Salah satu pembicara Wawan Gunawan memberikan pemahaman pada peserta

Kegiatan diikuti oleh para pelaku UMKM, masyarakat desa, dan pengelola desa wisata yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk terus berkembang dan beradaptasi menghadapi tantangan zaman. Dalam pelaksanaannya, hadir pula dosen pengampu Pascasarjana Poltekpar NHI Bandung, Dr. Wawan Gunawan, S.Sn., M.M. dan Dr. Sukmadi, S.E., M.M., yang bertindak sebagai narasumber sekaligus evaluator kegiatan. Kehadiran akademisi dalam kegiatan ini memperkuat fungsi perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan terapan yang mampu ditransformasikan menjadi solusi konkret bagi masyarakat.

Materi yang diberikan menitikberatkan pada penguatan strategi pemasaran digital, pembangunan branding produk lokal, optimalisasi media sosial, pemanfaatan WhatsApp Business, pengenalan marketplace, hingga teknik penyusunan konten promosi yang kreatif dan komunikatif. Pendekatan pembelajaran dikemas secara interaktif dan aplikatif sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga pengalaman praktik langsung yang relevan dengan kebutuhan usaha mereka sehari-hari.

Baca Juga:   Kemendikbud Imbau Pendidik Hadirkan Belajar Menyenangkan Bagi Daerah yang Terapkan Belajar di Rumah

Dalam perspektif ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis masyarakat (community based tourism), keberadaan UMKM memiliki posisi strategis sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus representasi identitas budaya daerah. Karena itu, penguatan kapasitas digital UMKM bukan sekadar upaya peningkatan penjualan produk, melainkan bagian dari pembangunan ekosistem desa wisata yang mandiri, kreatif, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi vokasi pariwisata memiliki peran penting dalam menciptakan transformasi sosial dan ekonomi masyarakat. Poltekpar NHI Bandung melalui pendekatan pendidikan terapan menempatkan mahasiswa bukan hanya sebagai pembelajar akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial (agent of change) yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Dukungan Bank BJB Subang dalam kegiatan ini turut memperkuat dimensi literasi keuangan dan pengembangan usaha masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka wawasan peserta mengenai pentingnya tata kelola usaha, akses permodalan, pengelolaan keuangan yang sehat, serta peluang pengembangan UMKM yang lebih kompetitif di era ekonomi digital.

Suasana kegiatan berlangsung dinamis, hangat, dan partisipatif. Para peserta aktif berdiskusi, menyampaikan berbagai tantangan usaha yang dihadapi, hingga mencoba secara langsung berbagai fitur digital marketing yang diperkenalkan. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa Desa Wisata Sukasari Lembur Pakuan memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi desa wisata unggulan apabila didukung melalui edukasi, pendampingan, inovasi, dan sinergi kelembagaan yang berkelanjutan.

Baca Juga:   Dusit Hotel & Resort Thailand Perluas Jaringan ke Jepang

Melalui kegiatan ini, Pascasarjana Poltekpar NHI Bandung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program pengabdian masyarakat yang berdampak nyata, terukur, dan berkelanjutan. Pendidikan terapan pariwisata bukan hanya menghasilkan lulusan akademis, tetapi juga melahirkan kontribusi langsung bagi pembangunan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia desa wisata di Indonesia.

Desa Wisata Sukasari Lembur Pakuan diharapkan tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan kearifan lokal, tetapi juga menjadi model pengembangan UMKM digital desa wisata yang kreatif, inovatif, adaptif, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.

Berita Terkait