Home News Hujan Deras Ganggu Pasokan Air Bersih, Perumda Air Minum Padang Jelaskan Penyebab Utama

Hujan Deras Ganggu Pasokan Air Bersih, Perumda Air Minum Padang Jelaskan Penyebab Utama

by Bali Paradiso
0 comment

PADANG – Gangguan suplai air bersih kembali dikeluhkan warga Kota Padang setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi. Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pepbrizal  menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi akibat sejumlah faktor teknis yang tidak dapat dihindari ketika curah hujan meningkat di wilayah hulu.

Pihak perusahaan memaparkan tiga penyebab utama terganggunya layanan air minum saat hujan deras.

1. Tingkat Kekeruhan Air Baku Meningkat Drastis
Hujan lebat membawa material seperti tanah, pasir, lumpur, dan sedimen lain ke aliran sungai yang menjadi sumber air baku. Kekeruhan yang melonjak membuat proses penyaringan pada instalasi pengolahan air tidak dapat berjalan normal. Dalam kondisi ekstrem, operasional bahkan harus dihentikan sementara.

2. Infrastruktur Terdampak Banjir dan Luapan Air
Luapan air saat hujan deras berpotensi merusak infrastruktur vital, seperti intake, pipa transmisi, dan pompa. Intake dapat tersumbat sedimen, pipa air baku tertimbun atau patah, sementara pompa berisiko mengalami kerusakan karena terendam. Proses perbaikan memerlukan waktu, sehingga berdampak langsung terhadap distribusi air bersih.

3. Debit Air Baku Tidak Stabil
Debit air sungai di bagian hulu sering berubah secara ekstrem. Saat debit melonjak tiba-tiba, sistem intake tidak mampu mengatur volume air yang masuk. Pada kondisi banjir bandang, aliran menjadi terlalu deras dan keruh sehingga tak dapat diolah oleh instalasi pengolahan air.

Baca Juga:   DPC Hipakad Jakarta Pusat Lakukan Vaksinasi

Perumda Air Minum Kota Padang meminta masyarakat memahami kondisi teknis yang terjadi serta mengimbau warga menyiapkan cadangan air jika prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan deras.

Pihak perusahaan bersama pemerintah daerah juga menyatakan akan terus meningkatkan kualitas infrastruktur dan mempercepat langkah mitigasi sehingga gangguan serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.***

Berita Terkait