DENPASAR|PARADISO.CO.ID – BOP Labuan Bajo terus membangun sinergi untuk membangun pariwisata NTT terutama Labuan Bajo khususnya dan kawasan Flores pada umumnya. Guna menyerap aspirasi dan masukan dari berbagai pihak termasuk dari kalangan jurnalis NTT yang ada di Bali, Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo menggandeng Perhimpunan Jurnalis (PENA) NTT Bali untuk berdiskusi soal prospek pariwisata premium Labuan Bajo di masa yang akan datang. Diskusi Pariwisata ini rencananya akan digelar di Cafe PICA Pojok Sudirman Denpasar, Kamis (10/6/2021).

Direktur BOP Labuan Bajo, Shana Fatina. FOTO – IST.
Diskusi akan menghadirkan Direktur BOP Labuan Bajo Shana Fatina bersama sejumlah staf BOP Labuan Bajo. Adapun anggota PENA NTT Bali yang hadir hanya perwakilan dari 38 wartawan anggota yang bekerja di berbagai media di Bali baik media lokal, nasional dan bahkan internasional.
Selain anggota PENA NTT, ada juga beberapa wartawan lokal maupun nasional yang akan ikut dalam diskusi tersebut mengingat daya magis Labuanbajo yang luar biasa.
Ketua PENA NTT Bali, Igo Kleden membenarkan akan ada diskusi antara PENA NTT Bali dengan Direktur BOP Labuan bajo, Shana Fatina.
“Kami sudah mendapatkan konfirmasi resmi dari Direktur BOP Labuan Bajo Shana Fatina. Beliau bersama beberapa staf lainnya akan menemui para wartawan asal NTT tersebut, untuk berdiskusi banyak hal soal pariwisata di Labuan Bajo khususnya dan NTT pada umumnya,” ujarnya.
Dalam diskusi nanti akan diawali dengan presentasi dari Direktur BOP Labuanbajo Shana Fatina tentang profile pariwisata Labuan Bajo menuju pariwisata premium. Kemudian akan dilanjutkan dengan diskusi dari awak media.
Menurut Igo, jurnalis asal NTT yang ada di Bali harus menjadi pionir promosi pariwisata Labuan Bajo khususnya dan NTT pada umumnya. Keberadaan para jurnalis di Bali yang merupakan destinasi wisata terbaik dunia dipastikan akan memiliki wawasan yang dalam soal seluk – beluk pariwisata bersama dengan seluruh persoalan yang melingkupinya.
“Ibu Shana meminta agar para Jurnalis PENA NTT Bali perlu berperan dalam membangun pariwisata NTT terutama Labuan Bajo. Termasuk soal banyak berita buruk tentang Labuan Bajo agar bisa dikawal langsung anak-anak NTT yang tinggal di Bali,” ujarnya.***
Editor – Tri Wibowo

