PADANG — Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi menegaskan bahwa Bundo Kanduang merupakan benteng terakhir dalam menjaga nilai adat, moral, dan budaya Minangkabau di tengah derasnya arus modernisasi.
Hal itu disampaikan Muhidi saat menjadi narasumber pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Bundo Kanduang Angkatan III di Padang, Minggu (17/5/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Melestarikan Budaya Minangkabau, Melahirkan Generasi Unggul dan Berakhlak.”
Dalam pemaparannya, Muhidi menekankan pentingnya menjaga falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah sebagai pedoman hidup masyarakat Minangkabau.
“Kalau persoalan diselesaikan dengan pendekatan agama dan adat, insyaAllah akan ada jalan keluarnya. Nilai-nilai Minangkabau jangan sampai terkikis oleh perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi bagi kaum perempuan, khususnya Bundo Kanduang. Menurutnya, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi dan memanfaatkannya untuk kemajuan keluarga dan masyarakat.
Muhidi mengatakan Al-Qur’an dan adat Minangkabau sejatinya telah mengajarkan budaya literasi sejak lama. Membaca menjadi pintu utama dalam memperoleh ilmu pengetahuan sekaligus membangun karakter generasi muda.
“Bundo Kanduang bukan sekadar simbol adat, tetapi pemimpin perempuan Minangkabau yang menjaga martabat keluarga, mendidik generasi, sekaligus pelestari budaya,” katanya.
Menurut Muhidi, tantangan modernisasi saat ini mulai menggerus nilai-nilai adat di tengah masyarakat. Karena itu, pemberdayaan perempuan adat serta peningkatan kapasitas ekonomi perempuan di tingkat nagari perlu menjadi perhatian bersama.
Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan adat dalam proses pengambilan kebijakan publik agar pembangunan tetap berpijak pada nilai budaya lokal.
Sebagai wakil rakyat, DPRD Sumbar, lanjutnya, memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung penguatan peran Bundo Kanduang melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.
“DPRD harus menghadirkan regulasi yang berpihak pada pelestarian adat dan pemberdayaan perempuan, memastikan dukungan anggaran tersedia, serta mengawasi agar program berjalan efektif,” tegasnya.
Kegiatan bimtek tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat peran Bundo Kanduang dalam menjaga identitas budaya Minangkabau sekaligus melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan berakhlak.***

