Home News Layanan Air Bersih Pascabanjir, PKS Padang Minta Pemulihan PDAM Dikawal Ketat

Layanan Air Bersih Pascabanjir, PKS Padang Minta Pemulihan PDAM Dikawal Ketat

by Bali Paradiso
0 comment

PADANG — Direktur Utama PDAM Kota Padang menyatakan komitmennya untuk memulihkan seluruh intake air agar kembali berfungsi normal 100 persen dalam waktu dua pekan ke depan. Komitmen tersebut disampaikan menyusul belum sepenuhnya pulihnya layanan air bersih pascabanjir besar yang melanda Kota Padang beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Padang, Mulyadi Muslim, menegaskan pentingnya pengawasan ketat dan berkelanjutan agar target pemulihan benar-benar terealisasi. Ia mengingatkan bahwa upaya pemulihan tidak boleh hanya difokuskan pada wilayah terdampak banjir, tetapi harus mencakup seluruh pelanggan PDAM yang hingga kini masih mengalami gangguan distribusi air bersih.

“Komitmen ini harus terus dikawal dan dipantau. Jangan sampai hanya menjadi pernyataan tanpa realisasi. Seluruh pelanggan PDAM, tanpa terkecuali, berhak kembali mendapatkan layanan air bersih secara normal,” ujar Mulyadi, Selasa (15/12/2025).

Selain pengawasan, Mulyadi juga mendorong PDAM bersama Pemerintah Kota Padang untuk mempertimbangkan pemberian kompensasi kepada pelanggan terdampak. Menurutnya, kompensasi dapat diberikan dalam bentuk diskon atau potongan tagihan air sebagai wujud tanggung jawab pelayanan publik.

Ia juga meminta Pemerintah Kota Padang untuk terus menghadirkan solusi konkret di lapangan, termasuk pendistribusian air bersih kepada warga, hingga layanan PDAM benar-benar pulih sepenuhnya.

Diketahui, saat banjir besar melanda Kota Padang, sistem pelayanan PDAM sempat mengalami kelumpuhan dengan tingkat layanan hanya mencapai 2,7 persen. Seiring upaya perbaikan yang dilakukan secara bertahap, hingga 15 Desember 2025 tingkat pemulihan layanan PDAM telah mencapai 47 persen.

Baca Juga:   Berbekal Restu Orang Tua, Bakal Calon Bupati Padang Pariaman Hendrawarman Daftar ke 3 Parpol Besar

Meski menunjukkan tren perbaikan, hingga kini masih tercatat 68.788 pelanggan yang belum terlayani secara normal. Kondisi ini dinilai membutuhkan perhatian serius serta kerja cepat dan terkoordinasi dari seluruh pihak terkait agar krisis air bersih tidak berlarut-larut dan semakin merugikan masyarakat.***

Berita Terkait