Home Pendidikan Muhidi: Generasi Muda Harus Dibentengi dari Dampak Negatif Penggunaan Handphone

Muhidi: Generasi Muda Harus Dibentengi dari Dampak Negatif Penggunaan Handphone

by Bali Paradiso
0 comment

PADANG – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menyoroti dampak negatif penggunaan handphone secara berlebihan di kalangan generasi muda. Menurutnya, kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi digital dapat menjadi ancaman bagi moral dan akhlak generasi muda apabila tidak diimbangi dengan keimanan serta karakter yang kuat.

Hal tersebut disampaikan Muhidi saat menghadiri kegiatan Jumat Berkah yang diselenggarakan oleh Jamaah Masjid Al Manar, Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Jumat (29/5).

Muhidi menegaskan bahwa falsafah adat Minangkabau, Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK), merupakan fondasi penting dalam membentengi masyarakat, khususnya generasi muda, dari berbagai pengaruh negatif di era disrupsi informasi saat ini.

“Pemakaian handphone yang berlebihan dapat berdampak pada menurunnya kualitas moral dan akhlak generasi muda apabila tidak memiliki benteng keimanan yang kuat. Karena itu, nilai-nilai agama dan adat harus terus ditanamkan,” ujarnya.

Ia juga mendorong berbagai pihak untuk semakin mendekatkan generasi muda dengan lingkungan masjid melalui berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan karakter, serta aktivitas positif yang mampu membangun kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Kalau ini bisa kita pertahankan, kita bisa menghadapi kondisi yang ada,” kata Muhidi.

Dalam kesempatan tersebut, Muhidi mengapresiasi konsistensi masyarakat dan pengurus Masjid Al Manar yang terus menggelar kegiatan keagamaan dan sosial sebagai upaya memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.

Baca Juga:   Ratusan Pelajar Mentawai Dapat Pendidikan Berkualitas Lewat Program ADEM 3T

Kehadiran Ketua DPRD Sumbar dalam kegiatan Jumat Berkah itu sekaligus menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat. Menurutnya, harmonisasi dan kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga merupakan modal penting dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan karakter dan moral masyarakat. Karena itu, kebersamaan dan kepedulian sosial harus terus dijaga,” tutupnya. **

Berita Terkait