Home News Rakerda III DPD ASITA Bali ‘Tourism in Harmony with Nature’ Menggema

Rakerda III DPD ASITA Bali ‘Tourism in Harmony with Nature’ Menggema

by Bali Paradiso
0 comment

NUSA DUA, PARADISO INDONESIA – DPD ASITA Bali menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III  di Bali Internasional Convention Centre —BICC— Nusa Dua, pada Kamis, 27 Pebruari 2025.

Rakerda III ASITA mengangkat tema Tourism in Harmony with Nature – Manifesting Tri Hita Karana for Sustainable Tourism and Prosperity, untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam memajukan sektor pariwisata Bali yang berkelanjutan. Menariknya Rakerda III ini dibuka langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster dan disambut antusias oleh para peserta mengingat Gubernur yang baru terpillih kembali ini mempunyai komitmen yang kuat untuk mengembangkan pariwisata Bali yang berbasis budaya Bali.

Ketua DPD ASITA Bali, I Putu Winastra, S.AB yang ditemui di sela-sela kegiatan ini menjelaskan tema Rakerda III ASITA mengandung makna “dalam”.

“Tourism in Harmony with Nature – Manifesting Tri Hita Karana for Sustainable Tourism and Prosperity—, Tri Hita Karana mengajarkan untuk hidup selaras alam, sesama manusia, dan Tuhan. Dalam konteks pariwisata, ASITA harus mengembangkan pariwisata yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan serta melestarikan budaya dan tradisi,”ujarnya.

Sebagai pemain utama dalam sektor pariwisata, lanjut winastra anggota ASITA selayaknya menjadi pelaku usaha yang bertanggung jawab. Menyadari bahwa human touch, storytelling dan genuine experience from local community tidak bisa digantikan oleh teknologi atau mesin.

Oleh karena itu, ASITA menjadi bagian dari solusi pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dan bukan hanya kepentingan bisnis pribadi atau organisasi, juga untuk kelangsungan dan keberlanjutan pariwisata budaya Bali.

Baca Juga:   Begini Cara Daftar Sambungan Rumah (SR) Perumda Air Minum Kota Padang

Kekuatan ASITA ada pada kemampuan untuk bekerja sama, berinovasi, dan beradaptasi dengan perubahan. Langkah konkret ASITA Bali kedepan antara lain mengembangkan produk pariwisata berkelanjutan dan ramah lingkungan, sejalan dengan destinasi-destinasi yang menerapkan prinsip Tri Hita Karana.

Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata. Melalui edukasi bersama stake holder dari PUTRI, HPI, dan PAWIBA, ASITA dapat memberikan pembekalan kepada mereka yang terlibat di lapangan. Mengembangkan infrastruktur pendukung pariwisata berkelanjutan. Meningkatkan kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, media dan masyarakat sipil untuk mendorong pariwisata berkelanjutan.

Untuk diketahui sebanyak 117 anggota Asita yang tutup usahanya di tahun 2024-2025, hampir 90 persen pemiliknya adalah pengusaha Bali. Hal ini menunjukkan ada banyak permasalahan terkait usaha bidang perjalanan wisata. Dalam hal ini ASITA meminta pemerintah agar dapat menguatkan semua asosiasi pariwisata di bawah naungan GIPI Bali. Dengan harapan anggota ASITA maupun stake holder lainnya tetap survive dan bersaing secara sehat di era globalisasi. Dengan memperkuat asosiasi, pemerintah lebih mudah mengontrol dan melakukan pengawasan terhadap tata kelola kepariwisataan Bali.

Ditengah persaingan bisnis yang sangat ketat, anggota ASITA bahu-membahu mendatangkan wisatawan ke Bali. Sehingga target kunjungan wisatawan yang dibebankan kepada pemerintah Bali dapat tercapai. Sesuai dengan data, anggota ASITA berkontribusi 40% dari seluruh jumlah kunjungan wisman ke Bali.

Secara internal ASITA berhasil memenuhi sejumlah pencapaian diantaranya penyelenggaraan Rakerda II, pelaksanaan program ASITA Run 1, ASITA Care, yang meliputi kegiatan sosial Beach Clean Up, berbagi dengan pekerja pengangkut sampah TPA Suwung, donor darah, bantuan untuk anak-anak penderita kanker, memberikan beasiswa pendidikan kepada siswa kurang mampu dan penanaman pohon. Penyelenggaraan SAKIRA –Saatnya Kita Bicara– sebagai ruang menyegaran tentang kekinian kepariwisataan di Bali yang selanjutnya diubah menjadi ajang “Saatnya Kita Berkarya”.

Baca Juga:   Buntut Kekeringan, Perumda AM Kota Padang Himbau Masyarakat Cadangkan Air Bersih

Penyelengaraan table top domestic, Fam Trip sebanyak 9 kali (8 kali di Bali dan 1 kali di Jawa Tengah) sebagai upaya kurasi produk dan pengenalan objek baru. ASITA juga menerima penghargaan dari Kemenko Marvest untuk kategori Insan Pariwisata, dipercaya sebagai koordinator penyelenggara Event Dialog Paslon oleh GIPI. Serta konsisten menyelenggarakan ajang BBTF 2024 —event promosi bertaraf international yang dimiliki Indonesia yang sepenuhnya di support BTB/GIPI Bali—.

Dan mengawali Raker III, digelar table top yang melibatkan 31 seller dan 200 buyer.

Pada Rakerda III ASITA Bali, dilakukan penandatangan kerjasama ASITA Bali dengan PT Mitra Kasih Perkasa (MKP). Perusahaan yang bergerak di bidang intelijen lalu lintas, digital payment, financial technology, dan e-ticketing. Dengan harapan ASITA sebagai organisasi makin mapan secara ekonomi, juga berdampak positif bagi anggota.

Rakerda III ASITA, juga menjadi ruang literasi kekinian kepariwisataan dunia terkait peran serta ASITA.

Rakerda juga menghadirkan Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa yang dengan tegas mengatakan ASITA wajib berbenah-konsolidasi sejalan dengan pergerakan peradaban dan dinamika pasar, yang berubah secara sistematis revolusioner sebagaimana dihadapi entitas bisnis lainnya. Jika tidak berbenah dan memperbaiki semua kelemahan dan kekurangan akan digilas oleh perubahan selera pasar.

Kedepan, pembangunan pariwisata tidak menciptakan cost social dan degradasi sosial-kultural-lingkungan yang sulit dipulihkan atau direhabilitasi.

Sebagai bagian stake holder kepariwisataan Bali, ASITA berkewajiban menjadi kontributor konstruktif dan progresif bagi eksistensi pariwisata berkualitas. ASITA, diwujudnyatakan menjadi organisasi kebal dan tebal imun, sehingga anggota mau pun organisasi tumbuh berkembang secara cerdas-cerdik-lihai bersanding, bersaing dan bertanding sepanjang era.

Baca Juga:   Dukung Semen Padang FC Raih Juara, Pemprov Sumbar Tayangkan Final Liga 2 di Tiga Titik Videotrone

ASITA wajib adopsi, adaptasi, modernisasi, kolaborasi agar tetap menjadi wadah klaster pasar konvensional dan klaster pasar digital.

Pencapaian hari ini, lanjut Winastra bukti nyata dari kerja keras dan komitmen anggota ASITA dalam mendukung pengembangan pariwisata Bali berkelanjutan.

Dan bukan langkah akhir, tetapi menjadi tumpuan langkah awal untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

Kedepan ASITA tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan manfaat nyata kepada anggota. Menjaga kekompakan dan saling mendukung di antara sesama anggota, dengan kebersamaan anggota ASITA dapat menghadapi tantangan yang ada.

ASITA dan anggota berkolaborasi dengan stakeholder pariwisata lain untuk menguatkan posisi Bali sebagai destinasi berkualitas.

“Dengan mewujudkan Tourism in Harmony with Nature – Manifesting Tri Hita Karana for Sustainable Tourism and Prosperity . Konsisten menawarkan perjalanan wisata harmoni alam, sebagai wujud penerapan nilai Tri Hita Karana menuju kepariwisataan sejahtera berkelanjutan, “tutup Winastra. ***igo

Berita Terkait