Ritual GWALE KLERU MALU, KOLI TBAKO & TUAK MARAK Jadi Pilihan Sare Dame
di Kampung Bao Langu, Nubatukan
LEMBATA|PARADISO.CO.ID – Explorasi Budaya Lembata dengan konten Sare Dame Taan Tou Lembata makin menggema. Pada komunitas yang ke sembilan yakni di Nubatukan, gerakan ini mengambil lokasi kegiatan di Kampung Bao Langu.
Upacara penjemputan semua tamu yang meriah dengan diiringi lagu dan tarian “uru sele” menghantar tamu menuju lokasi ritual. Ritual GWALE KLERU MALU, KOLI TBAKO, TUAK MARAK, menjadi pilihan komunitas di Nubatukan dalam rekonsiliasi relasi agung : Ama Lera Wulan (sang pencipta) – Ina Tana Ekan (bumi) – Ribu Ratù (sesama) dan Tua Magu (leluhur).
Perayaan sare dame dalam pentasan budaya menghadirkan generasi dari Taman Kanak Kanak, remaja, karang taruna hingga lansia.
Pada kesempatan ini juga tokoh akademisi yang menjadi tim ahli Bupati Lembata Dr. Hipolitus Kewuel dan Dr. Wilem Rongan menyatakan setelah mengikuti rangkaiaan acara mereka telah diinspirasi untuk menyusun filosofi hidup orang Lembata dalam beberapa keyword : Tapa Holo, Sare Dame, Tugul Gawak dan Taan Tou.
Bupati Lembata dalan closing statementnya menyatakan, dari presentase acara dan properti yang dikenakan dalam pentasan, kaum perempuan adalah sumber inspirasi dan pusat budaya. Ina Peni yang menjadi korban persembahan demi mendapatkan benih untuk tanam di ladang, Tenun tradisional yang sangat sarat makna juga lahir dari inspirasi dan tangan mulia seorang perempuan. Bupati berpesan bahwa OPD wajib memberikan perhatian besar terhadap pemberdayaan kaum perempuan dan anak.***
Editor – Igo Kleden
